Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Hujan Deras Guyur Pemudik Sepeda Motor Arus Balik di Jalur Nasional Banda Aceh-Medan

Amiruddin Abdullah Reubee
28/3/2026 21:19
Hujan Deras Guyur Pemudik Sepeda Motor Arus Balik di Jalur Nasional Banda Aceh-Medan
Ilustrasi(MI/AMIRUDDIN ABDULLAH REUBEE)

PEMUDIK arus balik lebaran 1447 H/2026 M, di Jalur Nasional Banda Aceh Provinsi Aceh-Medan Sumatra Utara pada Sabtu (24/3) diguyur hujan. Mereka adalah para mahasiswa dan perantau yang kembali ke Banda Aceh atau sebaliknya, mengunakan sepeda motor. 

Pasalnya hujan deras tiba-tiba mengguyur jalur utama yang menghubungkan Banda Aceh Ibunya Provinsi Aceh dengan berbagai kabupaten/kota wilayah utara, timur, tengah dan tenggara Aceh. Melalui jalur darat itu juga terhubung hingga Provinsi Sumatra Utara sampai ke Lampung. 

Berdasarkan penelusuran Media Indonesia, hujan deras sekitar pukul 14.00 Wib hingga sore hari. Antara lain mengguyur sepanjang lintasan Kabupaten Pidie. Hujan meliputi sepanjang jalur lintasan Kecamatan Mutiara Timur, Mutiara, Peukan Baro, Indrajaya, Pidie, Kota Sigli, Grong-Grong dan Kecamatan Padang Tiji. 

Akibatnya para pemudik yang tidak ada mantel pelindung hujan (baju hujan) tentu basah kuyup sekujur badan. Untuk menyelamatkan pakain dalam tas dan barang bawaan mereka harus berhenti atau berteduh di warung, SPBU, balai atau musalla pinggiran jalan. 

"Tiba-tiba sesampai di Kota Beureunuen Kecamatan Mutiara, gerimis mulai membasahi. Beberapa menit kemudian semakin deras. Karena tidak ada mantel, saya harus behenti menunggu hujan reda" tutur Ihkwan seorang pengguna sepeda motor menuju arah Banda Aceh, yang sempat berhenti di Masjid Taqwa Lampoih Saka, Kecamatan Peukan Baro, Pidie. 

Adapun sebagian besar pemudik arus balik dengan sepeda lainnya, terus melanjutkan perjalanan dari dan ke Banda Aceh. Tentu mereka menggunakan mantel supaya terlindungi guyuran hujan deras. 

Apalagi para mahasiswa pengendara sepeda motor yang berangkat dari Aceh Timur, Aceh Utara, Aceh Tengah dan Aceh Tenggara. Mereka tidak bisa berhenti lama, karena perjalan ke Banda Aceh masih jauh. 

"Hindari larut malam dalam perjalanan. Apa lagi mahasiswi yang menggunakan sepeda motor" tutur Ghina Zuhaira, Dokter Muda yang kuis di Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya