Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Dibayangi Cuaca Buruk, 450 Ribu Kendaraan Arus Balik Diperkirakan Keluar dari Jawa Tengah Minggu 29 Maret 2026

Akhmad Safuan
29/3/2026 17:30
Dibayangi Cuaca Buruk, 450 Ribu  Kendaraan Arus Balik Diperkirakan Keluar dari Jawa Tengah Minggu 29 Maret 2026
Ilustrasi(Dok Istimewa)

ARUS balik masih berlangsung di sejumlah ruas jalan di Jawa Tengah, diperkirakan masih ada 450 ribu kendaraan belum balik dan akan berlangsung Minggu (29/3) ini, cuaca ekstrem masih menjadi pengganggu pemudik yang balik di hari terakhir liburan lebaran ini.

Pemantauan Media Indonesia Minggu (29/3) sejak pagi ribuan kendaraan arus balik menuju ke sejumlah daerah di Jabodetabek masih terlihat melintas di sejumlah ruas jalan dan Jawa Tengah seperti Tol Trans Jawa, Pantura, jalur tengah dan Pansela, hingga siang jumlah kendaraan balik terus meningkat dan diperkirakan akan berlangsung hingga malam.

Kepadatan arus lalulintas terlihat di sejumlah titik di daerah sepanjang jalur Pantura seperti Kota Tegal, Pekalongan, Batang terutama di sejumlah pusat perbelanjaan maupun gerbang menuju lokasi wisata, sehingga terlihat ratusan petugas gabungan terus sibuk mengatur kendaraan yang keluar masuk ke kawasan tersebut.

Meskipun jumlah kendaraan arus balik sedikit berkurang dibandingkan sehari sebelumnya, namun kepadatan juga masih terpantau di ruas Jalan Tol Trans Jawa terutama di Gerbang Tol (GT) Kalikangkung dan GT Banyumanik Semarang. "Di GT Kalikangkung kita buka hingga 25 gardu untuk menjaga kelancaran arus balik," kata Direktur Utama TMJ Prajudi.

Berdasarkan catatan, pada pukul 06.00 WIB hingga 12.00 WIB sudah ada 10.273 unit kendaraan melintas di GT Kalikangkung Semarang menuju arah Jabodetabek dan diperkirakan akan semakin meningkat hingga jelang penutupan one way pada pukul 24.00 WIB malam ini.

Direktur Lalulintas Polda Jawa Tengah Kombes M Pratama Adhyasastra mengatakan hingga hari terakhir pelaksanaan arus mudik dan balik di Jawa Tengah berjalan lancar dan tidak tercatat adanya insiden besar yang memaian korban cukup banyak, bahkan kemacetan panjang seperti dikhawatirkan dapat diantisipasi sebelumnya.

Hingga saat ini, lanjut Pratama Adhyasastra, sebanyak 2,7 juta kendaraan pemudik lebaran telah keluar dari Jawa Tengah kembali ke arah Jabodetabek, namun masih ada sekitar 450 ribu kendaraan pemudik yang masih berada di Jawa Tengah dan diperkirakan akan mulai bergerak meluncur pada Minggu (29/3) ini.

"Kita terus lakukan kesiagaan untuk kelancaran arus balik hingga ditutupnta pelaksanaan one way pada malam ini, waspadai kepadatan dan cuaca ekstrem di jalur mudik," ujar Pratama Adhyasastra.

Menjaga kelancaran arus balik ini, ungkap Pratama Adhyasastra, selain menempatkan ratusan petugas di sejumlah titik rawan kemacetan seperti gerbang tol, rest area, perlintasan kereta api, persimpangan, tempat wisata hingga sejumlah pasar tradisional, petugas juga terus meningkatkan kewaspadaan di sejumlah titik lainnya.

Cuaca Buruk

Selain kepadatan lalulintas di sejumlah jalur arus balik lebaran di Jawa Tengah, pemudik balik sedang melintas juga diminta untuk mewaspadai kondisi cuaca buruk dan cenderung ekstrem yakni hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir pada Minggu (29/3) ini.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Noor Jannah Indriyani mengatakan sebagian besar daerah di Jawa Tengah pada Minggu (29/3) masih akan diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga lebat disertai angin kencang dan sambaran petir sehingga diminta warga berada di daerah itu untuk mewaspadai bencana hidrometeorologi.

"Kepada pemudik arus balik juga diminta waspada terhadap kondisi cuaca tersebut, karena dapat mengganggu perjalanan, demikian Noor Jannah Indriyani Minggu (29/3).

Pada pagi hari umumnya berawan, menurut Noor Jannah Indriyani, namun memasuki iang, sore hingga awal malam hujan ringan-sedang mengguyur secara merata di Jawa Tengah, bahkan cuaca ekstrem masih  berpotensi di sebagian besar daerah di pegunungan, dataran tinggi, Pantura, Solo Raya dan Jawa Tengah bagian tengah dan selatan.

Daerah di Jawa Tengah berpotensi cuaca ekstrem, lanjut Noor Jannah Indriyani, yakni Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Wonosobo, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Sragen, Grobogan, Blora, Rembang, Pati, Kudus, Jepara, Demak, Temanggung, Slawi, Brebes, Magelang, Solo, Salatiga, Semarang, Pekalongan, Tegal, Bumiayu, Majenang dan Ambarawa.

Sedangkan daerah lainnya diguyur hujan ringan-sedang, demikian Noor Jannah Indriyani, yakni Cilacap, Purworejo, Mungkid, Karanganyar, Ungaran, Kendal, Batang, Kajen, dan Pemalang."Angin bertiup dari arah barat ke utara dengan kecepatan 10-30 kilometer per jam, suhu udara berkisar 18-32 derajat celcius dan kelembaban 60-95 persen," tambahnya. 

Sementara itu Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang Usman Effendi secara terpisah mengungkapkan air laut pasang (rob) masih berlangsung di perairan utara Jawa Tengah pada pukul 15.00-19.00 WIB dengan ketinggian maksimum 1 meter l, sehingga berdampak banjir di sejumlah daerah di Pantura.

"Banjir akibat rob ini, selain merendam puluhan desa di sejumlah daerah di Pantura, juga dapat mengganggu aktivitas warga seperti transportasi, bongkar muat barang di pelabuhan, budidaya perikanan darat dan petani garam," kata Usman Effendi.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya