Headline

Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.

Waspada! 10 Daerah di Jawa Tengah Masuk Zona Merah Cuaca Ekstrem

Lilik Darmawan
26/3/2026 16:02
Waspada! 10 Daerah di Jawa Tengah Masuk Zona Merah Cuaca Ekstrem
10 Daerah di Jawa Tengah Masuk Zona Merah Cuaca Ekstrem.(Freepik)

SEJUMLAH wilayah di Jawa Tengah (Jateng) kini dalam status siaga menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi selama tiga hari ke depan. Stasiun Meteorologi Kelas II Ahmad Yani Semarang mendeteksi adanya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat memicu banjir, tanah longsor, hingga angin kencang.

Kepala Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Yoga Sambodo, mengungkapkan bahwa dinamika atmosfer di wilayah Jawa Tengah saat ini masih sangat aktif. Kondisi ini secara signifikan meningkatkan pertumbuhan awan hujan yang masif di berbagai titik, terutama di wilayah pegunungan dan dataran tinggi.

“Kami memprakirakan dalam tiga hari mendatang (26-28 Maret 2026), hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang berpotensi melanda sejumlah kabupaten di Jawa Tengah,” tegas Yoga pada Kamis (26/3).

Daftar Wilayah Waspada Bencana di Jawa Tengah

Berdasarkan data BMKG, terdapat sedikitnya 10 kabupaten yang harus meningkatkan kewaspadaan ekstra. Wilayah-wilayah tersebut meliputi:

  • Kabupaten Banyumas
  • Kabupaten Cilacap
  • Kabupaten Purbalingga
  • Kabupaten Banjarnegara
  • Kabupaten Kebumen
  • Kabupaten Wonosobo
  • Kabupaten Purworejo
  • Kabupaten Magelang
  • Kabupaten Temanggung
  • Wilayah pegunungan dan dataran tinggi lainnya di sekitarnya.

Yoga memberikan penekanan khusus bagi masyarakat yang bermukim di zona rawan bencana. Warga yang tinggal di kawasan lereng perbukitan, daerah rawan longsor, serta di sepanjang bantaran sungai diminta untuk tidak lengah.

“Masyarakat di wilayah rawan, seperti lereng dan bantaran sungai, diimbau segera meningkatkan kewaspadaan. Risiko banjir bandang dan tanah longsor bisa terjadi sewaktu-waktu akibat akumulasi curah hujan yang tinggi,” tambahnya.

Langkah antisipatif dan mitigasi mandiri dinilai sangat krusial untuk meminimalisir dampak serta risiko korban jiwa. Pihak BMKG juga meminta warga untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca melalui kanal resmi dan aplikasi BMKG secara berkala guna mengantisipasi perubahan cuaca yang mendadak. (Z-10I)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya