Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memprakirakan periode arus balik Lebaran 2026 masih akan diwarnai hujan di berbagai wilayah Indonesia. Dalam sepekan ke depan, 27 Maret hingga 2 April 2026, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat mengganggu perjalanan.
Berdasarkan analisis BMKG, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang akan mendominasi sebagian besar wilayah. Namun, peningkatan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di sejumlah daerah, termasuk wilayah Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua.
“Potensi hujan lebat masih cukup signifikan dan dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang, terutama pada masa arus balik Lebaran,” tulis BMKG dalam keterangan resmi, Kamis (27/3).
Pada periode awal, 27–29 Maret 2026, status siaga hujan lebat hingga sangat lebat berpotensi terjadi di DKI Jakarta, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Papua, dan Papua Selatan. Sementara itu, angin kencang berpeluang melanda Nusa Tenggara Timur dan Papua.
Memasuki periode 30 Maret hingga 2 April 2026, potensi hujan lebat masih berlanjut, dengan status siaga di Sumatra Barat dan Papua Pegunungan. Adapun potensi angin kencang diprakirakan terjadi di Riau, Kalimantan Timur, dan Nusa Tenggara Timur.
BMKG menjelaskan, kondisi ini dipengaruhi oleh dinamika atmosfer yang cukup kompleks, mulai dari fenomena La Niña lemah yang meningkatkan aktivitas pembentukan awan hujan, hingga aktifnya gelombang atmosfer seperti Madden-Julian Oscillation (MJO). Selain itu, keberadaan Siklon Tropis Narelle di Samudra Hindia juga turut memberikan dampak tidak langsung terhadap peningkatan curah hujan di Indonesia.
Di sisi lain, terbentuknya daerah pertemuan dan perlambatan angin di sejumlah wilayah turut memperkuat pertumbuhan awan konvektif. Labilitas atmosfer yang tinggi di berbagai daerah juga memperbesar peluang terjadinya hujan dengan intensitas tinggi dalam durasi singkat.
BMKG mengingatkan kondisi cuaca ini berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan genangan, terutama di wilayah dengan curah hujan tinggi. Selain itu, hujan lebat yang disertai angin kencang juga berisiko mengganggu kelancaran transportasi darat, laut, dan udara selama arus balik.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi cuaca terkini dan peringatan dini yang dikeluarkan BMKG, serta melakukan langkah antisipasi dalam perjalanan maupun aktivitas luar ruang.
“Perubahan cuaca dapat terjadi secara cepat, sehingga kewaspadaan menjadi kunci untuk meminimalkan risiko selama periode arus balik Lebaran,” tulis BMKG. (Z-2)
Kombinasi fenomena atmosfer ini memicu potensi cuaca yang cukup signifikan di beberapa titik di Indonesia. BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi Hujan
BMKG menjelaskan, dalam 24 jam ke depan siklon tersebut diprediksi bergerak ke arah barat menuju Teluk Carpentaria dengan kecepatan angin maksimum mencapai 65 knot dan tekanan minimum 978 hPa.
BMKG peringatkan potensi hujan lebat di 12 wilayah Sumatra Barat jelang Lebaran 2026 akibat konvergensi udara. Cek daftar wilayah dan jadwal cuaca.
BMKG rilis peringatan dini hujan lebat hingga sangat lebat di sejumlah wilayah Indonesia akibat pengaruh eks-siklon tropis Nuri. Cek daftar wilayahnya.
BMKG ungkap potensi hujan lebat akibat aktivitas dua bibit siklon tropis.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved