Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan potensi hujan lebat yang dapat disertai angin kencang di wilayah kabupaten dan kota di Sulawesi Utara (Sulut) hingga 15 Februari 2025.
"Waspada potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang, serta peningkatan akumulasi curah hujan harian," kata Koordinator Bidang Operasional Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado Astrid Y Lasut di Manado, Senin.
Astrid menjelaskan nilai indikator fenomena cuaca global Southern Oscillation Index (SOI) berada pada nilai +12.6 yang berpengaruh terhadap peningkatan pola konvektif di sebagian wilayah Indonesia bagian tengah dan timur.
Sementara Gelombang Kelvin dan Rosbi Ekuatorial yang diprediksi akan melintasi wilayah Sulawesi Utara memicu pertumbuhan awan hujan.
Nilai anomali Outgoing Longwave Radiation (OLR) negatif di wilayah Sulawesi Utara, kata dia, erkontribusi terhadap peningkatan aktifitas konvektif.
Sedangkan nilai anomali temperatur permukaan laut pada rentang -0,5 – 2,6 derajat Celsius di perairan sekitar Sulawesi Utara mempengaruhi penambahan massa uap air pada proses pertumbuhan awan konvektif.
Selanjutnya labilitas lokal yang kuat mendukung pertumbuhan awan hujan disertai kilat/petir di sejumlah wilayah provinsi itu.
Astrid menjelaskan pada hari Selasa (10/2) cuaca ekstrem berpeluang terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Kabupaten Kepulauan Sangihe, dan Kabupaten Kepulauan Talaud.
Pada hari Rabu (11/2), berpotensi terjadi di Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Selatan, Kabupaten Minahasa Tenggara, Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, dan Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Kemudian Kamis (12/2), cuaca ekstrem diperkirakan terjadi di Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Selatan, Kabupaten Minahasa Tenggara, dan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan.
Sementara di hari Jumat (13/2), dapat terjadi di Kabupaten Minahasa Tenggara, Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, dan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan.
Pada Sabtu (14/2) cuaca ekstrem berpotensi terjadi di Kota Manado, Kota Bitung, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Minahasa Selatan, Kabupaten Bolaang Mongondow dan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan.
Sedangkan pada hari Minggu (15/2) cuaca ekstrem diprakirakan terjadi di Kota Bitung, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Talaud. (Ant/P-3)
BMKG) melalui akun Instagram, Senin (9/2), mengeluarkan peringatan wilayah Jabodetabek masih akan terus diguyur hujan lebat hingga sangat lebat dalam beberapa hari
BMKG operasikan modifikasi cuaca (OMC) untuk cegah banjir Jakarta hingga 12 Februari 2026. Simak langkah mitigasi dan status pintu air terbaru.
Jakarta siaga banjir hingga 12 Februari 2026. BMKG prediksi hujan sangat lebat dan lakukan modifikasi cuaca untuk mitigasi bencana di Ibu Kota.
BMKG Jawa Barat (Jabar) memprakirakan kondisi cuaca sepekan ke depan untuk wilayah Jabar.
BMKG memprakirakan cuaca Jakarta hari ini, Senin 9 Februari 2026, didominasi hujan. Wilayah Jakbar dan Jaksel berpotensi hujan sepanjang hari. Cek detailnya.
BMKG operasikan modifikasi cuaca (OMC) untuk cegah banjir Jakarta hingga 12 Februari 2026. Simak langkah mitigasi dan status pintu air terbaru.
Jakarta siaga banjir hingga 12 Februari 2026. BMKG prediksi hujan sangat lebat dan lakukan modifikasi cuaca untuk mitigasi bencana di Ibu Kota.
Cuaca ekstrem tersebut berupa hujan deras yang diikuti dengan angin kencang. Kondisi tersebut bisa menimbulkan terjadinya gelombang tinggi yang berbahaya untuk nelayan
Data BMKG selama 16 tahun terakhir (2010–2025) juga memperlihatkan tren peningkatan kejadian banjir dan tanah longsor yang sejalan dengan kenaikan suhu dan perubahan iklim.
Selain pengaruh siklon tropis, kondisi cuaca ekstrem juga dipicu oleh menguatnya Monsun Asia serta aktifnya Gelombang Ekuatorial Rossby dan Kelvin.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved