Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi merilis peringatan dini cuaca ekstrem untuk hari Senin, 26 Januari 2026. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan karena dominasi hujan intensitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang diprediksi akan melanda sebagian besar wilayah Indonesia, mulai dari Sumatera hingga Papua.
Kondisi cuaca signifikan ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia dan pengaruh tidak langsung dari Siklon Tropis Luana yang terpantau bergerak di selatan perairan Indonesia. Fenomena ini meningkatkan pertumbuhan awan hujan secara masif di wilayah selatan ekuator.
Berdasarkan data terbaru BMKG, berikut adalah wilayah yang diprediksi akan diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir:
| Pulau / Wilayah | Provinsi Terdampak |
|---|---|
| Sumatera | Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung |
| Jawa & Bali | Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali |
| Nusa Tenggara | Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT) |
| Kalimantan | Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan |
| Maluku & Papua | Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Pegunungan, Papua Selatan |
Selain curah hujan tinggi, BMKG juga menyoroti potensi angin kencang yang dapat membahayakan aktivitas pelayaran dan penerbangan, serta risiko pohon tumbang di darat. Wilayah yang perlu siaga meliputi:
Menghadapi potensi cuaca ekstrem awal pekan ini, masyarakat diimbau untuk:
Disclaimer: Prakiraan cuaca dapat berubah sewaktu-waktu tergantung dinamika atmosfer. Pantau terus aplikasi InfoBMKG untuk data real-time.
(Cah/P-3)
BMKG juga mengimbau masyarakat dan petugas untuk terus memperhatikan informasi cuaca terkini, mengingat kondisi cuaca ekstrem berpotensi memicu terjadinya longsor susulan.
Untuk lokasi tepatnya berada di 8.88 LS, 110.24 BT. Atau, berada di laut 106 kilometer barat daya Gunungkidul yang ada di kedalaman 10 kilometer.
Kepala Pelaksana BPBD Kuningan Indra Bayu Permana, di Kuningan, Minggu, mengatakan kondisi cuaca ekstrem tersebut berpotensi memicu bencana hidrometeorologi
Selain Jakarta, wilayah penyangga juga diprediksi akan mengalami cuaca basah.
HUJAN dengan intensitas tinggi bahkan disertai angin yang melanda wilayah Jawa Barat dalam kurun waktu beberapa hari terakhir.
BMKG: potensi cuaca ekstrem akibat Bibit Siklon Tropis 91S saat ini terpantau aktif di Samudra Hindia barat daya Nusa Tenggara Timur (NTT) dan berpeluang jadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan.
Sirkulasi siklonik yang sebelumnya terpantau di selatan Nusa Tenggara Barat sempat berkembang menjadi Bibit Siklon Tropis 96S.
BMKG juga menyampaikan peringatan dini gelombang sedang hingga tinggi di sejumlah perairan, termasuk Perairan Kuala Pembuang, Teluk Sampit, dan Kuala Kapuas.
Kondisi ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia dan adanya sistem tekanan rendah di selatan Nusa Tenggara Barat yang membentuk pola konvergensi atau pertemuan angin.
BMKG: Rekayasan atau modifikasi cuaca ini dilakukan untuk mencegah potensi banjir yang kerap terjadi di wilayah Jakarta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved