Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan potensi cuaca signifikan di sejumlah wilayah Indonesia pada Minggu (8/3). Aktivitas dua bibit siklon tropis di sekitar perairan Indonesia diperkirakan meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di berbagai wilayah.
Bibit Siklon Tropis Picu Dinamika Atmosfer
BMKG memantau Bibit Siklon Tropis 93S yang diprediksi berada di Samudra Hindia selatan Jawa Tengah dan bergerak ke arah barat. Sistem ini memicu terbentuknya low level jet di Samudra Hindia selatan Jawa Barat serta membentuk daerah konvergensi dan konfluensi dari perairan selatan Jawa Barat hingga Jawa Tengah.
Selain itu, Bibit Siklon Tropis 95W diprediksi masih berada di Samudra Pasifik utara Papua dengan pergerakan ke arah barat. Sistem ini memicu terbentuknya daerah konvergensi dan konfluensi di perairan Pasifik utara Pulau Halmahera hingga wilayah Papua Barat. Kombinasi kedua sistem tersebut berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah bibit siklon maupun di sepanjang daerah konvergensi.
Sementara itu, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat juga diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah lain di Indonesia.
Hujan petir:
Hujan sedang:
Hujan ringan:
Berawan tebal:
Berkabut:
Hujan petir:
Hujan sedang:
Hujan ringan:
Berawan tebal:
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca melalui situs resmi bmkg.go.id maupun aplikasi Info BMKG. Informasi terbaru penting untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem seperti banjir, longsor, dan angin kencang. (Youtube BMKG/Z-2)
Jakarta ditetapkan masuk dalam kategori Siaga akibat potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat memicu gangguan aktivitas masyarakat serta risiko bencana hidrometeorologi.
Kombinasi fenomena atmosfer ini memicu potensi cuaca yang cukup signifikan di beberapa titik di Indonesia. BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi Hujan
Dalam 24 jam ke depan, sistem ini diprediksi bergerak menuju Teluk Carpentaria dengan kecepatan angin maksimum mencapai 30 knot dan tekanan minimum sekitar 996 hektopaskal
BMKG memprediksi cuaca DKI Jakarta pada 21 Maret 2026 didominasi berawan tebal dengan potensi hujan ringan di sore hari. Simak detailnya.
BMKG menjelaskan, dalam 24 jam ke depan siklon tersebut diprediksi bergerak ke arah barat menuju Teluk Carpentaria dengan kecepatan angin maksimum mencapai 65 knot dan tekanan minimum 978 hPa.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam menginformasikan prakiraan cuaca pada 20 dan 21 Maret 2026.
Kombinasi fenomena atmosfer ini memicu potensi cuaca yang cukup signifikan di beberapa titik di Indonesia. BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi Hujan
BMKG menjelaskan, dalam 24 jam ke depan siklon tersebut diprediksi bergerak ke arah barat menuju Teluk Carpentaria dengan kecepatan angin maksimum mencapai 65 knot dan tekanan minimum 978 hPa.
BMKG peringatkan potensi hujan lebat di 12 wilayah Sumatra Barat jelang Lebaran 2026 akibat konvergensi udara. Cek daftar wilayah dan jadwal cuaca.
BMKG rilis peringatan dini hujan lebat hingga sangat lebat di sejumlah wilayah Indonesia akibat pengaruh eks-siklon tropis Nuri. Cek daftar wilayahnya.
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem di wilayah ibu kota selama sepekan ke depan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved