Headline

Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.

Tiga Bibit Siklon Tropis Aktif, BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan

Atalya Puspa    
06/3/2026 13:57
Tiga Bibit Siklon Tropis Aktif, BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan
Ilustrasi(MI/Usman Iskandar)

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia meningkat dalam sepekan ke depan. Hal itu seiring dengan aktifnya tiga bibit siklon tropis di selatan Indonesia. Kondisi ini diperkirakan memicu peningkatan curah hujan yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang pada periode 6-12 Maret 2026.

Dalam prospek cuaca mingguan yang dirilis BMKG pada Kamis (5/3), tercatat hujan dengan intensitas lebat terjadi di beberapa wilayah pada periode 2-4 Maret 2026, antara lain di Jawa Tengah dengan curah hujan mencapai 77,2 mm per hari, Jawa Timur 72,5 mm per hari, Sumatera Barat 67,5 mm per hari, Nusa Tenggara Timur 63,2 mm per hari, Jambi 57,5 mm per hari, serta Jawa Barat 53,1 mm per hari.

BMKG menjelaskan tingginya intensitas hujan tersebut merupakan hasil interaksi berbagai dinamika atmosfer, mulai dari keberadaan tiga bibit siklon tropis di selatan Indonesia hingga aktivitas gelombang atmosfer di kawasan ekuator.

“Tingginya intensitas hujan di Indonesia merupakan hasil dari interaksi kompleks berbagai dinamika atmosfer. Faktor-faktor yang berkontribusi meliputi kehadiran tiga bibit siklon tropis di selatan Indonesia (90S, 93S, 92P), pertemuan angin Monsun dari utara dengan aliran baratan dari Samudra Hindia di selatan Indonesia, Madden-Julian Oscillation (MJO) yang berada pada fase 5 (Maritime Continent), serta aktifnya Gelombang Equatorial Rossby dan Gelombang Kelvin,” tulis BMKG dalam keterangannya.

BMKG memprediksi dalam sepekan mendatang dinamika atmosfer dari skala global hingga lokal masih akan memengaruhi kondisi cuaca di Indonesia. Monsun Asia diperkirakan menguat, sementara fenomena seruakan dingin atau cold surge juga diprediksi cukup signifikan dalam beberapa hari ke depan.

Bibit Siklon Tropis 90S diprakirakan berada di Samudra Hindia barat daya selatan Jawa Timur dengan kecepatan angin maksimum 35 knot dan tekanan udara minimum 998 hPa, bergerak ke arah timur. Dalam 48 hingga 72 jam ke depan, sistem ini diperkirakan melemah, namun tetap memicu terbentuknya low level jet di Samudra Hindia selatan Jawa Timur hingga selatan Nusa Tenggara Barat serta membentuk daerah konvergensi dan konfluensi dari perairan selatan Banten hingga selatan NTB.

Sementara itu, Bibit Siklon Tropis 93S diperkirakan berada di perairan barat Australia Barat dengan kecepatan angin maksimum 25 knot dan tekanan udara minimum 995 hPa yang bergerak ke arah barat hingga barat daya. Dalam dua hingga tiga hari ke depan, intensitas sistem ini diprediksi berada pada kategori sedang.

Adapun Bibit Siklon Tropis 92P diperkirakan berada di Teluk Carpentaria dengan kecepatan angin maksimum 15 knot dan tekanan udara minimum 1004 hPa, bergerak ke arah barat hingga barat daya dan diprediksi akan melemah dalam 48 hingga 72 jam ke depan. Sistem ini memicu terbentuknya low level jet di Teluk Carpentaria serta daerah konvergensi dari Laut Timor hingga Laut Arafura bagian selatan.

Selain pengaruh siklon tropis, fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) diprediksi masih berada pada fase 5 atau Maritime Continent dalam sepekan ke depan. Kondisi ini berpotensi memperkuat pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia timur.

Potensi hujan juga diperkuat oleh aktifnya Gelombang Kelvin di sejumlah wilayah seperti Aceh, Sumatra Utara, Kalimantan bagian selatan, Sulawesi Utara, Maluku Utara hingga Papua bagian utara. Sementara Gelombang Equatorial Rossby diprediksi aktif di wilayah Nusa Tenggara Barat bagian selatan, Nusa Tenggara Timur bagian selatan, Maluku dan hampir seluruh wilayah Papua.

Pada periode 6-8 Maret 2026, cuaca di Indonesia secara umum didominasi hujan ringan hingga sedang. Namun, BMKG mengingatkan adanya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah, termasuk Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Bali, sebagian besar wilayah Kalimantan, Sulawesi, Maluku, serta Papua.

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini kategori siaga untuk potensi hujan lebat hingga sangat lebat di Kepulauan Bangka Belitung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Sementara potensi angin kencang diperkirakan terjadi di Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Maluku, dan Papua Selatan.

Memasuki periode 9–12 Maret 2026, hujan ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia. Namun potensi hujan sedang hingga lebat diperkirakan terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat, serta sejumlah wilayah Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Pada periode ini, BMKG menetapkan status siaga hujan lebat hingga sangat lebat di Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Selatan. Sementara potensi angin kencang diperkirakan terjadi di Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Maluku, serta Papua Selatan.

BMKG mengimbau masyarakat dan pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang. Kondisi cuaca yang dinamis juga perlu menjadi perhatian dalam perencanaan aktivitas, terutama perjalanan darat, laut, dan udara serta kegiatan luar ruang.

Masyarakat juga diingatkan untuk secara berkala memantau informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG, termasuk situs resmi, aplikasi InfoBMKG, serta media sosial lembaga tersebut. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya