Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

22 Persen Pemudik Belum Kembali, Korlantas Siapkan Rekayasa One Way Nasional

Devi Harahap
29/3/2026 09:44
22 Persen Pemudik Belum Kembali, Korlantas Siapkan Rekayasa One Way Nasional
Foto udara sejumlah kendaraan melintas tol Cipali saat penerapan skema one way arus balik di Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, Senin (23/3/2026).(ANTARA/Dedi Suwidiantoro)

KORPS Lalu Lintas (Korlantas) Polri mencatat sebanyak 22% pemudik Idul Fitri 1447 H belum kembali ke Jakarta hingga Sabtu (28/3). Guna mengantisipasi lonjakan volume kendaraan pada puncak arus balik, kepolisian menyiapkan skema rekayasa lalu lintas mulai dari one way bertahap hingga kemungkinan penerapan one way nasional.

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, menjelaskan bahwa berdasarkan data traffic counting, mayoritas pemudik atau sekitar 78% sebenarnya telah tiba di ibu kota. 

Namun, kewaspadaan tetap ditingkatkan untuk mengantisipasi sisa pemudik yang diprediksi bergerak sejak Sabtu sore hingga Minggu (29/3).

“Dari kalkulasi traffic counting, sampai saat ini kurang lebih hampir sekitar 22 persen (belum kembali ke Jakarta),” ujar Agus dalam keterangan resmi, Minggu (29/3).

Strategi Rekayasa Lalu Lintas

Untuk mengurai potensi kepadatan, Korlantas telah menyiapkan beberapa tahapan rekayasa. 

Saat ini, petugas masih memberlakukan one way nasional tahap 2 dari KM 263 Tol Pejagan hingga KM 70 Tol Cikampek Utama (Cikatama), dibantu skema contraflow di KM 70 hingga KM 55 Tol Cikampek.

Jika terjadi peningkatan volume kendaraan yang signifikan, Korlantas siap meningkatkan status rekayasa menjadi one way nasional tahap 3.

“Kami persiapkan untuk kita berlakukan one way tahap 1, tahap 2, tahap 3 sampai nanti kami akan memutuskan apakah perlu dilakukan one way nasional arus balik tahap kedua,” kata Agus.

Rencana one way tahap 3 tersebut diproyeksikan membentang dari KM 390 wilayah Kendal hingga KM 70 Tol Cikatama, tergantung pada dinamika situasi di lapangan.

Pemanfaatan Jalur Alternatif

Selain jalur utama Trans Jawa, Korlantas juga mengoptimalkan Tol Fungsional Japek II Selatan untuk memecah arus kendaraan dari arah Jawa Barat yang berkontribusi sekitar 33% hingga 35% terhadap total pergerakan.

Jalur fungsional ini menghubungkan wilayah Sadang, Deltamas, hingga Setu yang terintegrasi langsung dengan Jakarta Outer Ring Road (JORR). 

“Yang dari Jawa Barat yang kurang lebih 33 persen sampai 35 persen yang kemarin, sisa hari ini masih cukup lumayan, kita kelola dengan baik dengan menggunakan Japek II Selatan fungsional yang cukup strategis untuk memecah arus,” jelasnya.

Hingga saat ini, kondisi arus balik melalui jalur alternatif tersebut dilaporkan cukup terkendali. Korlantas menegaskan akan terus memantau perkembangan arus secara real-time sebelum mengambil keputusan lebih lanjut terkait rekayasa lalu lintas nasional berikutnya. (Ant/Z-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya