Headline

Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.

Tips Mudik Aman dan Nyaman bagi Penderita GERD di Masa Puasa

Basuki Eka Purnama
17/3/2026 08:51
Tips Mudik Aman dan Nyaman bagi Penderita GERD di Masa Puasa
Ilustrasi(Freepik)

TRADISI mudik atau kembali ke kampung halaman menjadi momen yang dinanti masyarakat Indonesia menjelang Lebaran. Namun, bagi penderita Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), perjalanan jauh saat masih menjalankan ibadah puasa bisa menjadi tantangan fisik yang berat. Perubahan jam makan, kelelahan, hingga stres di perjalanan sering kali memicu naiknya asam lambung.

Mengenal Gejala dan Pemicu GERD di Perjalanan

GERD adalah gangguan pencernaan ketika cairan asam lambung naik ke kerongkongan dan menyebabkan iritasi. 

Penderitanya biasanya merasakan sensasi panas terbakar di dada (heartburn), rasa asam atau pahit di mulut, mual, hingga sesak napas.

Di tengah perjalanan mudik, kekambuhan ini sering dipicu oleh kebiasaan makan yang terburu-buru saat sahur atau buka, konsumsi makanan pedas dan berlemak, hingga posisi duduk yang terlalu lama sehingga menekan area perut.

Pertolongan Pertama saat Kambuh

Jika gejala menyerang saat Anda sedang mengemudi atau berada di transportasi umum, jangan panik. Lakukan langkah-langkah berikut:

  • Longgarkan Pakaian: Segera kendurkan ikat pinggang atau pakaian yang ketat untuk mengurangi tekanan pada perut.
  • Atur Posisi Duduk: Tegakkan punggung dan usahakan posisi kepala serta dada lebih tinggi dari perut agar asam lambung tidak terus naik.
  • Pernapasan Dalam: Tarik napas melalui hidung dan buang perlahan lewat mulut untuk merelaksasi otot saluran cerna.

Apabila nyeri ulu hati sangat hebat disertai muntah, penderita disarankan untuk tidak memaksakan puasa. Segerakan berbuka dengan air hangat dan konsumsi obat jika diperlukan.

Kiat Puasa Sehat bagi Penderita GERD

Agar ibadah puasa dan perjalanan mudik tetap lancar, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Gastroenterologi Hepatologi
RS Pondok Indah – Pondok Indah Dr. dr. Hasan Maulahela, Sp. P.D, Subsp. G.E.H. (K), menyarankan beberapa kiat:

  1. Jangan Lewatkan Sahur: Pilih karbohidrat kompleks dan makanan berserat tinggi.
  2. Hindari "Balas Dendam": Saat berbuka, makanlah dalam porsi kecil namun sering, daripada sekali makan besar yang membuat lambung kaget.
  3. Beri Jeda Tidur: Jangan langsung berbaring setelah makan; beri jeda minimal 3 jam.
  4. Kelola Stres: Manfaatkan rest area untuk beristirahat secara berkala guna meredam stres akibat kemacetan.

Pentingnya Diagnosa Dini

Jika kekambuhan tetap sering terjadi meski pola makan sudah dijaga, pemeriksaan lebih dalam seperti endoskopi (gastroskopi) sangat dianjurkan. 

Prosedur ini menggunakan kamera kecil untuk melihat langsung kondisi lambung dan kerongkongan guna mendeteksi adanya luka atau peradangan.

Bagi yang ingin melakukan endoskopi saat Ramadan, prosedur ini tetap dapat dilakukan dengan perencanaan jadwal yang tepat bersama dokter, baik di pagi hari maupun setelah berbuka puasa. 

Dengan diagnosis yang akurat, penanganan GERD dapat dilakukan secara lebih efektif melalui terapi obat maupun modifikasi gaya hidup. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik