Headline
Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.
Kumpulan Berita DPR RI
H-4 menjelang Idul Fitri hiruk-pikuk arus mudik semakin terasa di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat. Ribuan calon penumpang memadati area stasiun sejak Selasa (17/3) pagi, menciptakan pemandangan kontras di mana fasilitas kursi ruang tunggu tak lagi mampu menampung tingginya animo masyarakat yang hendak pulang ke kampung halaman.
Berdasarkan pantauan di lokasi, kepadatan terpantau mulai dari pintu masuk hingga lobby utama stasiun. Nyaris tidak ada sudut ruang yang tersisa; setiap jengkal lantai dimanfaatkan oleh para pemudik sebagai tempat beristirahat sementara sambil menunggu jadwal keberangkatan kereta api mereka.
Bagi sebagian orang, kondisi ini mungkin tampak melelahkan. Namun, bagi Suyitno, seorang pemudik tujuan Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, duduk beralaskan lantai tanpa alas bukan menjadi persoalan besar. Ia menyadari bahwa situasi ini adalah konsekuensi logis dari periode puncak arus mudik.
"Ini memang lagi ramai, jadi seluruh tempat duduk juga sudah penuh," kata Suyitno saat ditemui di lokasi.
Meski harus berdesakan di stasiun, Suyitno tetap setia memilih moda transportasi kereta api untuk memboyong istri dan kedua anaknya pulang kampung.
Baginya, kenyamanan di dalam gerbong jauh lebih penting daripada kepadatan di area ruang tunggu. Harga tiket yang terjangkau serta fasilitas kebersihan menjadi alasan utama loyalitasnya terhadap transportasi rel ini.
"Kalau di kereta, mau buang air kecil gampang, tidak perlu nunggu lama. Berbeda ketika naik bus atau kendaraan lainnya," ujar Suyitno.
Ia menambahkan bahwa kabin kereta saat ini jauh lebih bersih, dingin, dan yang terpenting, terbebas dari ancaman kemacetan sehingga waktu tiba di tujuan lebih terjamin.
Kisah serupa datang dari Harsono, pemudik asal Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Ia merasa beruntung bisa mengamankan tiket Kereta Api Airlangga di tengah persaingan ketat berburu tiket mudik.
Harsono mengaku harus memesan tiket sejak jauh-jauh hari demi mendapatkan harga yang tetap stabil dan ekonomis.
"Tiketnya murah, kalau naik kendaraan lain pasti tidak dapat," ungkap Harsono.
Untuk perjalanan menuju Jawa Tengah, ia hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp104 ribu per orang, sebuah harga yang menurutnya sangat bersahabat bagi kantong pekerja di tengah musim mudik.
Hingga Selasa (17/3) siang, Stasiun Pasar Senen diprediksi akan terus mengalami peningkatan volume penumpang.
Meski fasilitas fisik stasiun mencapai batas maksimalnya, semangat para pemudik untuk merayakan lebaran di kampung halaman seolah tak luntur oleh padatnya suasana stasiun. (Ant/Z-1)
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memastikan bahwa seluruh kepala daerah di Jawa Tengah telah siap menerima para perantau yang kembali ke kampung halaman.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengimbau para pemudik untuk tidak membawa kerabat atau teman kembali ke Jakarta setelah Lebaran
Mengemudi dalam durasi lama tanpa jeda dapat menurunkan fokus dan meningkatkan risiko kecelakaan akibat kelelahan.
Data dari GT Banyumanik maupun GT Kalikangkung jumlah kendaraan arus balik melintas menunjukkan penurunan yakni pada Jumat (4/4) tercatat 75.233 kendaraan,
Menteri PPPA meninjau kesiapan sarana dan prasarana mudik Lebaran 2026 di Stasiun Pasar Senen bersama jajaran pengelola stasiun pada Jumat (13/3).
Di Stasiun Pasar Senen, Minggu (15/3) malam, antrean penumpang terlihat mengular di area pemeriksaan tiket dan pintu masuk peron.
Pada H-6 Idul Fitri, PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat sebanyak 52.008 penumpang berangkat menggunakan kereta api jarak jauh
Pantauan mudik H-7 Lebaran 2026 di Stasiun Pasar Senen. Daop 1 Jakarta mencatat hampir 50 ribu penumpang berangkat hari ini. Simak cerita pemudik dan data terkini di sini.
PT KAI Daop 1 Jakarta mencatat 103 ribu kursi masih tersedia untuk mudik Lebaran 2026 periode 11–20 Maret. Pemerintah juga memberikan diskon 30% untuk KA Ekonomi Komersial pada 14–29 Maret.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved