Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
BAGI para pemilik kucing atau pawrents, memilih makanan basah (wet food) sering kali menjadi tantangan tersendiri. Salah satu hal yang sering memicu pertanyaan adalah perbedaan tekstur antarproduk; mengapa ada makanan yang teksturnya halus seperti pasta, sementara yang lain terasa lebih padat, kasar, dan berserat?
Ternyata, perbedaan visual dan tekstur tersebut bukan tanpa alasan. Hal ini berkaitan erat dengan metode pengolahan serta komposisi bahan baku yang digunakan di dalam kemasan.
Secara anatomi, kucing adalah karnivora sejati yang didesain untuk mengonsumsi daging.
Menurut praktisi kesehatan hewan, drh. Ricki Halim, struktur daging alami pada dasarnya memiliki serat (fibrous).
Secara alami, daging tidak akan berubah menjadi tekstur yang sangat halus kecuali melalui proses penghancuran total yang ekstrem.
Kehadiran serat dalam makanan basah justru menjadi indikator kualitas bahan baku.
"Tekstur yang lebih berserat menunjukkan adanya integritas protein yang lebih tinggi. Secara fisiologis, serat daging ini merangsang indra perasa kucing dan memberikan pengalaman makan yang lebih alami, sesuai dengan sifat asli mereka yang menyukai aroma serta tekstur daging segar," jelas Ricki.
Selain faktor pengalaman makan, tekstur yang lebih padat juga mencerminkan kualitas gizi yang diterima oleh kucing.
Dalam dunia nutrisi hewan, penggunaan daging asli yang digiling memberikan struktur pakan yang lebih berisi. Hal ini berkaitan langsung dengan peningkatan Nutrient Density atau kepadatan nutrisi.
Dengan tekstur yang lebih padat, anabul (anak bulu) bisa mendapatkan asupan gizi yang lebih konsentrat meski dalam satu suapan kecil sekalipun.
Hal ini berbeda dengan tekstur yang terlalu cair atau terlalu banyak bahan pengental, di mana volume makanan mungkin terlihat banyak namun nilai gizinya lebih rendah. Tekstur berserat memastikan bahwa porsi yang diberikan benar-benar kaya akan manfaat protein hewani berkualitas tinggi.
Bagi para pawrents, penting untuk tidak terburu-buru menilai kualitas produk hanya dari tampilan pakan yang mungkin terlihat tidak rapi atau kasar. Sebaliknya, ketidakteraturan tekstur tersebut bisa jadi merupakan tanda keaslian bahan.
Sebagai langkah verifikasi, pemilik disarankan untuk selalu memeriksa label kemasan. Jika tekstur yang tidak rata tersebut berasal dari serat daging asli, itu adalah sinyal positif bahwa kucing Anda mendapatkan asupan protein yang lebih murni, padat gizi, dan sesuai dengan kebutuhan biologisnya sebagai karnivora.
Dengan memahami perbedaan tekstur ini, pemilik diharapkan dapat lebih bijak dalam memberikan nutrisi terbaik bagi kesehatan jangka panjang kucing kesayangan mereka. (Z-1)
Roscoe menghembuskan nafas terakhir di pelukan Lewis Hamilton, Minggu (28/9) malam setelah dirawat di rumah sakit karena pneumonia, pekan lalu.
Roccommunity dirancang sebagai pengalaman menyeluruh yang memadukan edukasi, hiburan, dan ikatan emosional antara pemilik anjing (pawrent) dengan anjing kesayangan mereka (anabul).
Tren memelihara anabul mengalami lonjakan pascapandemi karena banyak orang mulai menyadari manfaat emosional yang mereka berikan.
Infeksi cacing parasit zoonotik merupakan masalah kesehatan masyarakat yang penting, khususnya di wilayah dengan interaksi tinggi antara manusia dan hewan.
Seperti halnya manusia, kucing pun memerlukan asupan cairan yang cukup agar fungsi tubuhnya tetap optimal.
Kandungan natrium (garam) dalam satu bungkus mi instan, khususnya varian kuah, sangatlah tinggi yakni mencapai lebih dari 1.000 miligram.
Kandungan gula yang disamarkan ini sering ditemukan pada jenis makanan ultraprocessed food (UPF).
Orangtua juga diminta mewaspadai Bahan Tambahan Pangan (BTP) seperti pewarna atau penyedap rasa yang sering ditambahkan ke dalam makanan.
Pemeriksaan ini dilakukan karena ada laporan pada Sabtu (24/1) yang menduga makanan tersebut terbuat dari bahan Polyurethane Foam (PU Foam) atau material busa kasur maupun spon cuci.
Kebiasaan menyimpan makanan sisa yang sudah matang sempurna untuk kemudian dipanaskan kembali adalah praktik yang kurang baik bagi kesehatan dan kualitas nutrisi.
Makanan yang sejak awal sudah diolah dengan suhu tinggi, seperti digoreng atau dibakar, sangat rentan mengalami degradasi nutrisi jika kembali terkena panas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved