Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Mengapa Tekstur Makanan Basah Kucing Berbeda-beda? Kenali Tanda Protein Berkualitas

Basuki Eka Purnama
19/1/2026 20:18
Mengapa Tekstur Makanan Basah Kucing Berbeda-beda? Kenali Tanda Protein Berkualitas
Ilustrasi(MI/HO)

BAGI para pemilik kucing atau pawrents, memilih makanan basah (wet food) sering kali menjadi tantangan tersendiri. Salah satu hal yang sering memicu pertanyaan adalah perbedaan tekstur antarproduk; mengapa ada makanan yang teksturnya halus seperti pasta, sementara yang lain terasa lebih padat, kasar, dan berserat?

Ternyata, perbedaan visual dan tekstur tersebut bukan tanpa alasan. Hal ini berkaitan erat dengan metode pengolahan serta komposisi bahan baku yang digunakan di dalam kemasan.

Daging Asli dan Integritas Protein

Secara anatomi, kucing adalah karnivora sejati yang didesain untuk mengonsumsi daging. 

Menurut praktisi kesehatan hewan, drh. Ricki Halim, struktur daging alami pada dasarnya memiliki serat (fibrous). 

Secara alami, daging tidak akan berubah menjadi tekstur yang sangat halus kecuali melalui proses penghancuran total yang ekstrem.

Kehadiran serat dalam makanan basah justru menjadi indikator kualitas bahan baku. 

"Tekstur yang lebih berserat menunjukkan adanya integritas protein yang lebih tinggi. Secara fisiologis, serat daging ini merangsang indra perasa kucing dan memberikan pengalaman makan yang lebih alami, sesuai dengan sifat asli mereka yang menyukai aroma serta tekstur daging segar," jelas Ricki.

Memahami Kepadatan Nutrisi

Selain faktor pengalaman makan, tekstur yang lebih padat juga mencerminkan kualitas gizi yang diterima oleh kucing. 

Dalam dunia nutrisi hewan, penggunaan daging asli yang digiling memberikan struktur pakan yang lebih berisi. Hal ini berkaitan langsung dengan peningkatan Nutrient Density atau kepadatan nutrisi.

Dengan tekstur yang lebih padat, anabul (anak bulu) bisa mendapatkan asupan gizi yang lebih konsentrat meski dalam satu suapan kecil sekalipun. 

Hal ini berbeda dengan tekstur yang terlalu cair atau terlalu banyak bahan pengental, di mana volume makanan mungkin terlihat banyak namun nilai gizinya lebih rendah. Tekstur berserat memastikan bahwa porsi yang diberikan benar-benar kaya akan manfaat protein hewani berkualitas tinggi.

Tips untuk Pemilik Kucing

Bagi para pawrents, penting untuk tidak terburu-buru menilai kualitas produk hanya dari tampilan pakan yang mungkin terlihat tidak rapi atau kasar. Sebaliknya, ketidakteraturan tekstur tersebut bisa jadi merupakan tanda keaslian bahan.

Sebagai langkah verifikasi, pemilik disarankan untuk selalu memeriksa label kemasan. Jika tekstur yang tidak rata tersebut berasal dari serat daging asli, itu adalah sinyal positif bahwa kucing Anda mendapatkan asupan protein yang lebih murni, padat gizi, dan sesuai dengan kebutuhan biologisnya sebagai karnivora. 

Dengan memahami perbedaan tekstur ini, pemilik diharapkan dapat lebih bijak dalam memberikan nutrisi terbaik bagi kesehatan jangka panjang kucing kesayangan mereka. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik