Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Rahasia Menjaga Memori: Kopi dan Teh Disebut Mampu Tekan Risiko Demensia

Haufan Hasyim Salengke
27/2/2026 10:46
Rahasia Menjaga Memori: Kopi dan Teh Disebut Mampu Tekan Risiko Demensia
ilustrasi - Sebuah studi besar selama 43 tahun terhadap lebih dari 130.000 orang menemukan peminum kopi dan teh dalam jumlah sedang memiliki risiko demensia yang jauh lebih rendah.(dpa)

KABAR baik bagi para pencinta kopi dan teh. Sebuah studi jangka panjang selama 43 tahun yang melibatkan sekitar 130.000 responden memberikan bukti kuat bahwa kebiasaan minum kopi dan teh secara rutin dapat menjadi salah satu kunci untuk menjaga fungsi kognitif dan menjauhkan diri dari risiko demensia.

Penelitian yang dilakukan oleh tim dari Mass General Brigham dan Universitas Harvard ini menyimpulkan bahwa konsumsi kopi dan teh dalam kadar moderat berkorelasi dengan penurunan risiko penyakit yang menyerang daya ingat tersebut. Dari total peserta yang diamati, tercatat sekitar 11.000 orang mengembangkan demensia, namun mereka yang rutin mengonsumsi kafein menunjukkan daya tahan otak yang lebih baik.

Teka-Teki Pencegahan sejak Dini

Dalam laporan yang diterbitkan oleh American Medical Association, para peneliti menekankan bahwa pencegahan dini adalah hal yang krusial. Pasalnya, saat gejala demensia sudah muncul, pengobatan yang ada saat ini hanya memberikan manfaat yang terbatas.

Kopi dan teh mengandung senyawa polifenol dan kafein yang berperan sebagai faktor neuroprotektif. Senyawa ini bekerja dengan cara mengurangi peradangan serta kerusakan sel, sekaligus melindungi otak dari penyusutan (brain atrophy).

"Hasil kami sangat membesarkan hati, namun penting untuk diingat bahwa konsumsi kopi hanyalah satu bagian dari teka-teki besar dalam melindungi fungsi kognitif seiring bertambahnya usia," ujar Daniel Wang dari Mass General Brigham dan Harvard seperti dilansir The Star, Kamis (26/2).

Berapa Takaran yang Ideal?

Meski beberapa penelitian memberikan angka yang sedikit berbeda, secara umum terdapat konsensus mengenai dosis moderat yang bermanfaat:

  • Studi Harvard: Menyarankan 2 hingga 3 cangkir kopi berkafein atau 1 hingga 2 cangkir teh per hari.

  • Studi University of Utah: Menyebutkan hingga 4 cangkir kopi sehari sebagai takaran optimal.

  • Studi American Chemical Society (2023): Menyoroti senyawa dalam espresso yang mampu menghambat penumpukan protein tau—penyebab kerusakan kognitif di masa tua.

Efektif untuk Faktor Genetik

Hal menarik lainnya adalah manfaat ini tetap terlihat bahkan pada orang yang memiliki predisposisi atau keturunan genetik demensia. Artinya, kafein kemungkinan besar memberikan perlindungan yang setara bagi mereka dengan risiko genetik tinggi maupun rendah.

Meski kopi memiliki khasiat antipenuaan bagi sel manusia, para ahli tetap mengingatkan bahwa gaya hidup sehat secara menyeluruh tetap menjadi faktor penentu utama dalam menjaga kesehatan otak di masa depan. (B-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya