Headline
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMASUKI tahun 2026, tantangan kesehatan saraf pada generasi muda semakin kompleks. Data medis terbaru menunjukkan bahwa gaya hidup modern mempercepat proses penuaan dan mengganggu kesehatan otak secara drastis, bahkan memicu kondisi yang dikenal sebagai Atrofi Serebri atau penyusutan volume otak di usia produktif.
Menurut para ahli neurologi, otak manusia memiliki plastisitas untuk berkembang, namun kebiasaan buruk yang dilakukan secara kronis dapat merusak neuron secara permanen. Berikut adalah 7 kebiasaan yang merusak otak di usia muda dan cara mencegahnya:
Kebiasaan membalas dendam waktu luang dengan bermain ponsel hingga larut malam sangat berbahaya. Selain memicu insomnia, paparan blue light menghambat pelepasan melatonin. Padahal, saat tidur otak melakukan proses pembersihan racun sisa metabolisme (sistem glimfatik).
Ketergantungan berlebih pada kecerdasan buatan (AI) untuk tugas-tugas berpikir dasar dapat membuat kemampuan kognitif menurun. Otak ibarat otot; jika jarang digunakan untuk memecahkan masalah secara mandiri, maka fungsi sirkuit sarafnya akan melemah.
Tren menghabiskan waktu seharian di tempat tidur tanpa aktivitas fisik (bed rotting) kini menjadi perhatian serius. Kurangnya aktivitas fisik mengurangi aliran darah dan oksigen ke otak, yang berdampak pada penurunan fokus dan daya ingat.
Makanan instan, sosis, dan minuman manis bukan hanya buruk bagi jantung, tapi juga otak. Kandungan zat aditif dan gula tinggi memicu peradangan kronis di otak yang mempercepat penurunan fungsi memori.
Duduk lebih dari 6 jam sehari tanpa aktivitas fisik terbukti berkaitan dengan penipisan lobus temporal medial, area otak yang krusial untuk menyimpan memori jangka panjang.
Interaksi sosial digital tidak bisa menggantikan stimulasi otak yang didapat dari pertemuan tatap muka. Isolasi sosial meningkatkan risiko depresi dan mempercepat penurunan massa abu-abu (gray matter) di otak.
Otak terdiri dari sekitar 75% air. Dehidrasi ringan yang terjadi terus-menerus dapat mengganggu keseimbangan elektrolit di saraf, menyebabkan otak harus bekerja lebih keras untuk menyelesaikan tugas sederhana.
Menjaga kesehatan otak sejak usia muda adalah investasi terbaik untuk menghindari risiko demensia dan Alzheimer di masa depan. Mulailah dengan mengubah satu kebiasaan kecil hari ini demi masa tua yang lebih berkualitas. (H-3)
Pakar neurologi memperingatkan adanya tahapan sistematis kerusakan otak pada anak muda yang dipicu oleh penggunaan gadget berlebih di tahun 2026, dikenal sebagai Digital Dementia.
Kenali bahaya Digital Dementia yang membuat otak anak muda menua lebih cepat. Simak penjelasan medis dan cara efektif mencegahnya di sini.
Waspada! 3 kebiasaan sepele ini picu penyusutan otak (atrofi serebri) lebih cepat. Simak penjelasan ahli saraf dan cara mencegahnya.
Studi terbaru mengungkap hobi birding atau memantau burung mampu memadatkan jaringan otak dan memperlambat penurunan kognitif pada lansia.
Studi terbaru mengungkap fenomena "SuperAger", lansia berusia 80-an dengan memori luar biasa yang memiliki sel otak muda lebih banyak daripada orang dewasa normal.
Banyak orang mengira gangguan kesehatan otak hanya disebabkan oleh cedera serius atau penyakit genetik. Namun, para ahli saraf mengungkapkan hal yang lain.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved