Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

5 Aktivitas Sehari-hari yang Ternyata Berbahaya untuk Kesehatan Otak

Cornelius Juan Prawira
22/11/2025 14:03
5 Aktivitas Sehari-hari yang Ternyata Berbahaya untuk Kesehatan Otak
Kebiasaan sehari-hari yang merusak otak(Dok. Freepik)

BANYAK orang mengira gangguan kesehatan otak hanya disebabkan oleh cedera serius atau penyakit genetik. Namun, para ahli saraf mengungkapkan bahwa sejumlah kebiasaan umum yang kita lakukan setiap hari dapat perlahan merusak fungsi otak tanpa disadari.

Mulai dari pola tidur, konsumsi makanan, hingga interaksi sosial, aktivitas-aktivitas ini bisa memberi dampak negatif jangka panjang.

Agar lebih waspada, berikut lima kebiasaan sehari-hari yang diam-diam dapat merusak otak:

1. Kurang Tidur dan Tidur Berlebihan

Tidur adalah proses penting ketika otak membersihkan limbah metabolik, termasuk plak amiloid yang berhubungan dengan Alzheimer.

  • Kurang tidur (di bawah 7 jam) membuat proses ini tidak optimal.
  • Tidur berlebihan (lebih dari 9 jam secara rutin) juga dikaitkan dengan penurunan fungsi kognitif dan peningkatan risiko demensia.
  • Kunci utama: jaga durasi tidur ideal 7-9 jam dan pertahankan jadwal tidur yang konsisten.

2. Konsumsi Gula Berlebihan

Otak memang membutuhkan glukosa sebagai energi, tetapi gula berlebihan, terutama dari minuman manis dan makanan olahan, dapat mengganggu kemampuan otak dalam belajar dan mengingat.

Gula tinggi memicu peradangan kronis, merusak neuron, dan menghambat pembentukan koneksi sinaptik baru. Jika dibiarkan, kondisi ini mempercepat penuaan otak dan menurunkan fungsi kognitif.

3. Isolasi Sosial dan Minim Interaksi

Manusia adalah makhluk sosial. Minimnya interaksi sosial dapat memicu kesepian kronis, yang berdampak setara dengan stres fisik pada otak.

Kurangnya komunikasi bermakna membuat area otak yang bertanggung jawab atas emosi, memori, dan pengambilan keputusan menjadi kurang aktif. Penelitian menunjukkan bahwa isolasi sosial meningkatkan risiko depresi dan penurunan volume otak.

4. Terpapar Suara Bising Terlalu Lama

Lingkungan yang bising, seperti jalan raya, mesin pabrik, atau musik bervolume tinggi, memaksa otak bekerja ekstra untuk menyaring suara yang tidak diperlukan.

Paparan jangka panjang bisa meningkatkan kadar kortisol (hormon stres), menurunkan fokus, mengganggu tidur, dan berkontribusi pada penurunan daya ingat.

5. Mengabaikan Infeksi atau Peradangan

Infeksi ringan atau nyeri yang dibiarkan dapat menyebabkan peradangan berkepanjangan. Kondisi ini memicu respons imun di seluruh tubuh yang berdampak langsung pada otak.

Akibatnya, seseorang bisa mengalami brain fog, kelelahan, gangguan konsentrasi, hingga kerusakan neuron pada kasus lebih parah. Mengobati infeksi dan menangani radang sejak dini sangat penting untuk menjaga kesehatan otak.

Tips Menjaga Kesehatan Otak

Para ahli menyarankan untuk menerapkan gaya hidup seimbang, antara lain:

  • Menjaga pola tidur teratur
  • Mengonsumsi makanan kaya antioksidan (buah dan sayuran)
  • Membatasi gula tambahan
  • Menjaga interaksi sosial yang positif dan rutin
  • Menghindari paparan suara bising yang berlebihan

Dengan perubahan sederhana, kita bisa melindungi otak dari kerusakan jangka panjang. (alodokter.com, hellosehat.com, klinikpintar.id, timesofindia.indiatimes.com/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik