Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
BANYAK orang mengira gangguan kesehatan otak hanya disebabkan oleh cedera serius atau penyakit genetik. Namun, para ahli saraf mengungkapkan bahwa sejumlah kebiasaan umum yang kita lakukan setiap hari dapat perlahan merusak fungsi otak tanpa disadari.
Mulai dari pola tidur, konsumsi makanan, hingga interaksi sosial, aktivitas-aktivitas ini bisa memberi dampak negatif jangka panjang.
Agar lebih waspada, berikut lima kebiasaan sehari-hari yang diam-diam dapat merusak otak:
Tidur adalah proses penting ketika otak membersihkan limbah metabolik, termasuk plak amiloid yang berhubungan dengan Alzheimer.
Otak memang membutuhkan glukosa sebagai energi, tetapi gula berlebihan, terutama dari minuman manis dan makanan olahan, dapat mengganggu kemampuan otak dalam belajar dan mengingat.
Gula tinggi memicu peradangan kronis, merusak neuron, dan menghambat pembentukan koneksi sinaptik baru. Jika dibiarkan, kondisi ini mempercepat penuaan otak dan menurunkan fungsi kognitif.
Manusia adalah makhluk sosial. Minimnya interaksi sosial dapat memicu kesepian kronis, yang berdampak setara dengan stres fisik pada otak.
Kurangnya komunikasi bermakna membuat area otak yang bertanggung jawab atas emosi, memori, dan pengambilan keputusan menjadi kurang aktif. Penelitian menunjukkan bahwa isolasi sosial meningkatkan risiko depresi dan penurunan volume otak.
Lingkungan yang bising, seperti jalan raya, mesin pabrik, atau musik bervolume tinggi, memaksa otak bekerja ekstra untuk menyaring suara yang tidak diperlukan.
Paparan jangka panjang bisa meningkatkan kadar kortisol (hormon stres), menurunkan fokus, mengganggu tidur, dan berkontribusi pada penurunan daya ingat.
Infeksi ringan atau nyeri yang dibiarkan dapat menyebabkan peradangan berkepanjangan. Kondisi ini memicu respons imun di seluruh tubuh yang berdampak langsung pada otak.
Akibatnya, seseorang bisa mengalami brain fog, kelelahan, gangguan konsentrasi, hingga kerusakan neuron pada kasus lebih parah. Mengobati infeksi dan menangani radang sejak dini sangat penting untuk menjaga kesehatan otak.
Para ahli menyarankan untuk menerapkan gaya hidup seimbang, antara lain:
Dengan perubahan sederhana, kita bisa melindungi otak dari kerusakan jangka panjang. (alodokter.com, hellosehat.com, klinikpintar.id, timesofindia.indiatimes.com/Z-10)
Hasil temuan kolaborasi itu dibagikan kepada semua peserta studi, menggabungkan hasil WGS dengan laporan 360 DNA dari Asa Ren.
Dengan mengembangkan algoritma untuk mengidentifikasi tanda-tanda awal kondisi metabolik
Ayah akan mewariskan materi genetiknya melalui sel sperma. Sedangkan ibu akan mewariskan materi genetik melalui sel ovum. Materi genetik dari ayah dan ibu bergabung melalui fertilisasi.
ADA sejumlah faktor risiko penyebab bayi lahir dengan penyakit jantung bawaan. Contohnya, faktor genetik dan penggunaan obat-obatan.
Mukosa atau kulit halus itu mudah sekali mengalami lepuh atau lecet dengan trauma mekanik yang sedikit saja, misalnya gesekan yang panas.
Studi terbaru mengungkap fenomena "SuperAger", lansia berusia 80-an dengan memori luar biasa yang memiliki sel otak muda lebih banyak daripada orang dewasa normal.
Studi terbaru mengungkap menopause pengaruhi struktur otak, volume materi abu-abu, hingga risiko demensia. Simak dampak psikologis dan peran terapi hormon.
STUDI dari Spanyol melakukan sebuah penelitian untuk mencoba membantu diagnosis penyakit Alzheimer pada usia 50 tahun. Percobaan itu dilakukan dengan melakukan tes darah.
Penelitian terbaru terhadap 125.000 perempuan mengungkap menopause memicu penyusutan volume otak.
Selama bertahun-tahun, hilangnya kromosom Y pada pria lanjut usia dianggap sebagai bagian biasa dari proses menua.
Stimulasi 40Hz setiap hari mampu menjaga fungsi kognitif pasien, bahkan menurunkan biomarker utama penyakit Alzheimer.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved