Headline

Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.

Menopause Ubah Struktur Otak dan Risiko Demensia, Berikut Studi Terbaru!

Abi Rama
25/2/2026 19:50
Menopause Ubah Struktur Otak dan Risiko Demensia, Berikut Studi Terbaru!
Menopause Ubah Struktur Otak.(Freepik)

MENOPAUSE merupakan fase biologis yang menandai berakhirnya masa reproduksi perempuan. Namun, transisi ini ternyata membawa dampak yang jauh lebih kompleks daripada sekadar gejala fisik.

Studi terbaru mengungkapkan bahwa menopause memicu perubahan signifikan pada struktur otak yang berkaitan dengan risiko demensia dan kesehatan mental.

Analisis Data Besar: Studi Terhadap 125 Ribu Perempuan

Penelitian mendalam yang dipublikasikan melalui The Conversation menganalisis data dari 125.000 partisipan di UK Biobank. Para peneliti membagi subjek menjadi tiga kategori: pra-menopause, pasca-menopause, dan kelompok pasca-menopause yang menggunakan Hormone Replacement Therapy (HRT).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa fase pasca-menopause (rata-rata dimulai pada usia 49 tahun) berkorelasi kuat dengan penurunan kualitas hidup secara menyeluruh. Partisipan melaporkan gangguan tidur yang intens, insomnia, hingga tingkat kelelahan yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Gangguan Kesehatan Mental dan Emosional

Menopause bukan hanya perubahan hormon, tetapi juga periode kritis bagi kesejahteraan psikologis. Data menunjukkan perempuan pasca-menopause memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk:

  • Mengalami gejala kecemasan (anxiety) yang meningkat.
  • Menderita depresi klinis.
  • Membutuhkan intervensi medis dari psikiater atau dokter umum.
  • Mengonsumsi obat-obatan antidepresan secara rutin.

Penyusutan Materi Abu-Abu Otak dan Hubungannya dengan Alzheimer

Melalui teknologi pencitraan otak (MRI), ilmuwan menemukan adanya penurunan volume materi abu-abu setelah menopause. Materi abu-abu adalah komponen kunci sistem saraf pusat yang berisi sel-sel saraf aktif.

Penurunan volume ini terkonsentrasi pada wilayah otak yang sangat spesifik, yaitu hipokampus dan korteks entorhinal. Kedua area ini adalah pusat memori dan pembelajaran. Yang memprihatinkan, wilayah ini juga merupakan area pertama yang terdampak pada pasien penyakit Alzheimer.

Informasi Penting: Perubahan struktur otak selama menopause diduga menjadi salah satu alasan mengapa prevalensi demensia pada perempuan lebih tinggi dibandingkan laki-laki di usia lanjut.

Efektivitas Terapi Penggantian Hormon (HRT)

Terapi Penggantian Hormon (HRT) menjadi opsi bagi banyak perempuan untuk meredakan gejala hot flashes. Namun, apakah HRT bisa melindungi otak? Studi ini menemukan bahwa:

  1. HRT tidak secara signifikan memperbaiki penyusutan volume materi abu-abu.
  2. HRT memberikan dampak positif pada kecepatan psikomotor (waktu reaksi otak terhadap rangsangan).
  3. Efektivitas HRT masih menjadi perdebatan karena dosis estrogen yang diterima setiap individu berbeda-beda.

Langkah Preventif: Menjaga Kesehatan Otak

Para peneliti menekankan bahwa meskipun perubahan struktur otak terjadi secara alami, gaya hidup sehat dapat memitigasi dampak buruknya. Berikut adalah langkah yang direkomendasikan:

Aktivitas Manfaat bagi Otak
Olahraga Teratur Meningkatkan ukuran hipokampus dan aliran darah ke otak.
Aktivitas Kognitif Belajar bahasa baru atau catur merangsang pembentukan sinapsis baru.
Tidur Berkualitas Membantu pembersihan racun (beta-amyloid) di otak.
Nutrisi Seimbang Mendukung fungsi saraf dan mengurangi peradangan sistemik.

Memahami dampak menopause terhadap otak sangat penting bagi setiap perempuan. Dengan deteksi dini dan pola hidup yang tepat, risiko penurunan kognitif di masa tua dapat diminimalisir secara signifikan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

1. Apakah semua wanita menopause akan mengalami penurunan memori?
Tidak selalu, namun secara statistik volume otak pada area memori cenderung menurun. Gaya hidup aktif dapat membantu mengompensasi perubahan ini.

2. Kapan sebaiknya memulai terapi hormon (HRT)?
Konsultasikan dengan dokter spesialis kandungan. Penggunaan HRT paling efektif jika dimulai saat gejala transisi menopause pertama kali muncul.

3. Apakah olahraga bisa mengembalikan volume otak yang hilang?
Beberapa studi menunjukkan aktivitas aerobik dapat meningkatkan volume hipokampus, bahkan pada orang dewasa yang lebih tua. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya