Headline

Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.

Menopause Mengubah Struktur Otak dan Tingkatkan Risiko Masalah Mental

Thalatie K Yani
23/2/2026 13:00
Menopause Mengubah Struktur Otak dan Tingkatkan Risiko Masalah Mental
Ilustrasi(freepik)

MENOPAUSE bukan sekadar berakhirnya masa reproduksi perempuan, melainkan transisi biologis besar yang berdampak signifikan pada otak dan kesehatan mental. Sebuah penelitian terbaru yang menganalisis data hampir 125.000 perempuan dari UK Biobank mengungkap hubungan mendalam antara menopause, penyusutan volume otak, dan risiko demensia.

Penelitian ini membagi partisipan ke dalam tiga kelompok: pra-menopause, pasca-menopause, dan pasca-menopause yang menjalani Terapi Pengganti Hormon (HRT). Hasilnya menunjukkan fase pasca-menopause berkaitan erat dengan kualitas tidur yang buruk, peningkatan masalah kesehatan mental, hingga perubahan fisik pada struktur otak.

Penyusutan Otak dan Risiko Alzheimer

Salah satu temuan paling mencolok adalah adanya pengurangan signifikan pada volume materi abu-abu (grey matter) di otak setelah menopause. Penyusutan ini terjadi di area yang krusial untuk pembelajaran dan memori, yakni hippocampus dan korteks entorhinal.

Area-area tersebut merupakan bagian otak yang pertama kali terdampak pada penyakit Alzheimer. Para peneliti menduga perubahan struktural selama menopause inilah yang menjadi alasan mengapa prevalensi demensia cenderung lebih tinggi pada perempuan dibandingkan pria.

Selain perubahan fisik, wanita pasca-menopause juga dilaporkan lebih rentan mengalami gejala kecemasan dan depresi, serta lebih sering membutuhkan bantuan profesional medis untuk menangani gangguan tidur seperti insomnia dan kelelahan kronis.

Efektivitas Terapi Hormon (HRT)

Banyak perempuan beralih ke Hormone Replacement Therapy (HRT) untuk meredakan gejala menopause. Namun, penelitian ini menemukan penggunaan HRT tidak secara otomatis mengembalikan volume materi abu-abu yang hilang.

Meski demikian, HRT menunjukkan manfaat pada kecepatan psikomotorik. Perempuan yang tidak menggunakan HRT cenderung memiliki waktu reaksi yang lebih lambat dibandingkan mereka yang menggunakan terapi tersebut. Ini mengindikasikan HRT membantu memperlambat penurunan kecepatan respons yang biasanya terjadi akibat penuaan dan menopause.

Tantangan lain yang ditemukan adalah mengenai efektivitas dosis. Sekitar 25% perempuan yang menggunakan dosis tertinggi tetap memiliki kadar estrogen yang rendah. Hal ini menunjukkan terapi hormon tidak selalu memberikan manfaat optimal bagi semua penggunanya.

Gaya Hidup Sebagai Solusi Mitigasi

Meskipun perubahan otak akibat menopause tampak mengkhawatirkan, para peneliti menekankan bahwa gaya hidup sehat dapat memitigasi dampak tersebut. Kebiasaan positif seperti olahraga teratur, aktivitas yang menantang kognitif (seperti bermain catur), diet bergizi, dan menjaga hubungan sosial yang kuat terbukti meningkatkan ketahanan otak.

Aktivitas fisik secara khusus diketahui dapat meningkatkan ukuran hippocampus, yang secara langsung melawan penyusutan yang disebabkan oleh menopause. Dengan menjaga pola tidur dan kebugaran, perempuan dapat membangun cadangan kognitif untuk menghadapi masa transisi ini dengan lebih baik. (Live Science/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya