Headline
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Kumpulan Berita DPR RI
MENOPAUSE bukan sekadar berakhirnya masa reproduksi perempuan, melainkan transisi biologis besar yang berdampak signifikan pada otak dan kesehatan mental. Sebuah penelitian terbaru yang menganalisis data hampir 125.000 perempuan dari UK Biobank mengungkap hubungan mendalam antara menopause, penyusutan volume otak, dan risiko demensia.
Penelitian ini membagi partisipan ke dalam tiga kelompok: pra-menopause, pasca-menopause, dan pasca-menopause yang menjalani Terapi Pengganti Hormon (HRT). Hasilnya menunjukkan fase pasca-menopause berkaitan erat dengan kualitas tidur yang buruk, peningkatan masalah kesehatan mental, hingga perubahan fisik pada struktur otak.
Salah satu temuan paling mencolok adalah adanya pengurangan signifikan pada volume materi abu-abu (grey matter) di otak setelah menopause. Penyusutan ini terjadi di area yang krusial untuk pembelajaran dan memori, yakni hippocampus dan korteks entorhinal.
Area-area tersebut merupakan bagian otak yang pertama kali terdampak pada penyakit Alzheimer. Para peneliti menduga perubahan struktural selama menopause inilah yang menjadi alasan mengapa prevalensi demensia cenderung lebih tinggi pada perempuan dibandingkan pria.
Selain perubahan fisik, wanita pasca-menopause juga dilaporkan lebih rentan mengalami gejala kecemasan dan depresi, serta lebih sering membutuhkan bantuan profesional medis untuk menangani gangguan tidur seperti insomnia dan kelelahan kronis.
Banyak perempuan beralih ke Hormone Replacement Therapy (HRT) untuk meredakan gejala menopause. Namun, penelitian ini menemukan penggunaan HRT tidak secara otomatis mengembalikan volume materi abu-abu yang hilang.
Meski demikian, HRT menunjukkan manfaat pada kecepatan psikomotorik. Perempuan yang tidak menggunakan HRT cenderung memiliki waktu reaksi yang lebih lambat dibandingkan mereka yang menggunakan terapi tersebut. Ini mengindikasikan HRT membantu memperlambat penurunan kecepatan respons yang biasanya terjadi akibat penuaan dan menopause.
Tantangan lain yang ditemukan adalah mengenai efektivitas dosis. Sekitar 25% perempuan yang menggunakan dosis tertinggi tetap memiliki kadar estrogen yang rendah. Hal ini menunjukkan terapi hormon tidak selalu memberikan manfaat optimal bagi semua penggunanya.
Meskipun perubahan otak akibat menopause tampak mengkhawatirkan, para peneliti menekankan bahwa gaya hidup sehat dapat memitigasi dampak tersebut. Kebiasaan positif seperti olahraga teratur, aktivitas yang menantang kognitif (seperti bermain catur), diet bergizi, dan menjaga hubungan sosial yang kuat terbukti meningkatkan ketahanan otak.
Aktivitas fisik secara khusus diketahui dapat meningkatkan ukuran hippocampus, yang secara langsung melawan penyusutan yang disebabkan oleh menopause. Dengan menjaga pola tidur dan kebugaran, perempuan dapat membangun cadangan kognitif untuk menghadapi masa transisi ini dengan lebih baik. (Live Science/Z-2)
Temukan manfaat luar biasa mengonsumsi kurma saat berbuka puasa. Dari energi instan hingga kesehatan pencernaan, inilah alasan medis kurma jadi takjil terbaik.
Pola makan sehat bisa membantu mencegah risiko demensia. Buah beri, sayuran hijau, ikan berlemak, kacang, dan minyak zaitun efektif lindungi fungsi otak.
Studi terbaru Harvard selama 40 tahun mengungkap manfaat kopi dan teh berkafein dalam menurunkan risiko demensia hingga 18%.
Studi terbaru mengungkap rahasia mencegah Alzheimer. Aktivitas mental sejak muda hingga lansia terbukti menunda gejala demensia hingga tujuh tahun.
Peneliti temukan senyawa Beta-sitosterol dalam Lidah Buaya yang mampu hambat enzim penyebab pikun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved