Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Rahasia Awet Muda Otak, Diet MIND Terbukti Perlambat Penuaan Otak hingga 2,5 Tahun

Thalatie K Yani
18/3/2026 10:17
Rahasia Awet Muda Otak, Diet MIND Terbukti Perlambat Penuaan Otak hingga 2,5 Tahun
Ilustrasi(freepik)

SEBUAH studi terbaru membawa kabar baik bagi kesehatan saraf. Mengonsumsi kombinasi dari dua pola makan populer ternyata mampu memperlambat penuaan pada struktur kunci di dalam otak hingga lebih dari dua tahun. Pola makan ini dikenal sebagai diet MIND (Mediterranean-DASH Diet Intervention for Neurodegenerative Delay).

Diet MIND merupakan perpaduan elemen terbaik dari Diet Mediterania yang terkenal dan diet DASH yang dirancang untuk kesehatan jantung. Fokus utamanya adalah mengonsumsi makanan nabati yang spesifik untuk mengurangi risiko demensia, seperti beri, kacang-kacangan, sayuran hijau, ikan, unggas, biji-bijian, minyak zaitun, dan kacang pohon. Sebaliknya, lemak jenuh seperti keju, mentega, daging merah, dan gorengan sangat dibatasi.

Menjaga "Materi Abu-abu" Tetap Muda

Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Neurology, Neurosurgery & Psychiatry ini menganalisis pola makan lebih dari 1.600 orang dewasa selama rata-rata 12 tahun. Hasilnya menunjukkan kepatuhan terhadap diet MIND berkorelasi langsung dengan kesehatan struktur otak.

"Orang yang lebih ketat menjalankan diet MIND tampak menunjukkan penuaan struktural otak yang lebih lambat selama sekitar 12 tahun masa tindak lanjut," ujar penulis senior Changzheng Yuan, profesor riset di Fakultas Kedokteran Universitas Zhejiang, melalui email.

Yuan menjelaskan secara spesifik bahwa mereka mengalami perlambatan hilangnya materi abu-abu, bagian otak yang berisi sel saraf penting untuk memori, pemikiran, dan pengambilan keputusan. Setiap peningkatan tiga poin kepatuhan terhadap diet ini dikaitkan dengan penyusutan materi abu-abu yang 20% lebih sedikit, atau setara dengan menunda penuaan otak selama 2,5 tahun.

Mencegah Atrofi Otak

Selain materi abu-abu, diet ini juga berdampak pada ventrikel, yaitu ruang berisi cairan di otak yang cenderung membesar seiring penyusutan jaringan otak akibat usia. Pembesaran ventrikel yang cepat setelah usia 60 tahun merupakan tanda peningkatan atrofi otak yang terkait dengan penyakit Alzheimer.

Studi menemukan bahwa setiap peningkatan kepatuhan diet sebesar tiga poin, perkembangan ventrikel berkurang sebesar 8%, yang secara efektif mengurangi usia otak sebesar satu tahun.

Buah Beri dan Unggas Jadi Bintang Utama

Menariknya, buah beri dan daging unggas memberikan dampak paling besar. Beri membantu menurunkan laju pembesaran ventrikel, sementara unggas memperlambat penurunan materi abu-abu sekaligus pembesaran ventrikel.

"Buah beri kaya akan antioksidan dan senyawa bioaktif lainnya, dan unggas dapat menyediakan protein berkualitas tinggi sebagai bagian dari diet seimbang," jelas penulis utama, Hui Chen.

Sebaliknya, konsumsi makanan manis dan gorengan justru mempercepat penuaan otak. Makanan manis secara spesifik dikaitkan dengan kerusakan pada hippocampus, organ otak yang paling bertanggung jawab atas memori.

Meskipun studi ini bersifat observasional dan tidak bisa secara mutlak membuktikan sebab-akibat, para ahli sepakat bahwa pola makan sehat secara keseluruhan tetaplah kunci utama. Dr. Walter Willett dari Harvard T.H. Chan School of Public Health menyatakan bahwa temuan ini semakin memperkuat dukungan untuk mengadopsi pola makan tipe Mediterania demi kesehatan jangka panjang. (CNN/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik