Headline
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Kumpulan Berita DPR RI
Banyak orang menganggap bahwa menjadi pelupa atau "pikun" adalah bagian normal dari proses penuaan. Namun, secara medis, penurunan fungsi kognitif yang signifikan dikenal sebagai demensia. Kondisi ini bukanlah penyakit tunggal, melainkan sebuah sindrom yang memengaruhi memori, kemampuan berpikir, hingga interaksi sosial seseorang secara drastis.
Berdasarkan data terbaru tahun 2026, prevalensi demensia di Indonesia diperkirakan mencapai 4,2 juta orang. Tantangan global ini diprediksi akan terus meningkat, namun kabar baiknya, riset terbaru menunjukkan bahwa gaya hidup proaktif dapat menunda timbulnya gejala secara signifikan.
Demensia adalah istilah umum untuk penurunan kemampuan kognitif yang memengaruhi memori, berpikir, dan kemampuan sosial. Kondisi ini bukan bagian normal dari penuaan, melainkan terjadi akibat kerusakan sel-sel saraf di otak yang mengganggu komunikasi antar-sel.
Sering kali kedua istilah ini dianggap sama, padahal secara medis memiliki perbedaan mendasar:
Mengenali gejala sejak dini sangat krusial untuk memperlambat progresivitasnya. Berikut adalah tanda-tanda awal yang sering muncul:
Riset terbaru pada Februari 2026 menekankan pentingnya Cognitive Reserve (Cadangan Kognitif). Aktivitas yang merangsang intelektual secara konsisten, seperti belajar bahasa asing atau instrumen musik, terbukti dapat menurunkan risiko demensia hingga 40%.
Pencegahan demensia adalah investasi jangka panjang. Berikut adalah langkah-langkah yang direkomendasikan oleh para ahli kesehatan:
Demensia mungkin menjadi tantangan kesehatan yang serius di masa depan, tetapi ia bukan sesuatu yang tidak bisa diantisipasi. Dengan memahami gejala awal dan menerapkan gaya hidup sehat sejak usia produktif, kita dapat menjaga kualitas hidup dan kesehatan otak hingga usia senja.
| Fitur | Pikun Normal | Demensia |
|---|---|---|
| Daya Ingat | Lupa sesaat, lalu ingat kembali. | Lupa informasi penting secara permanen. |
| Kemampuan Sosial | Tetap mampu berinteraksi dengan baik. | Kesulitan berkomunikasi dan menarik diri. |
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved