Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
KASUS demensia terus meningkat secara global, dan para peneliti sepakat bahwa pencegahan tidak bisa menunggu usia lanjut. Laporan dari Verywell Health dan rekomendasi berbasis penelitian diet Mediterania menunjukkan bahwa pola makan punya peran besar dalam menjaga fungsi otak sejak usia muda.
Alih-alih mencari obat instan, para ahli justru menekankan konsistensi pola makan harian. Beberapa jenis makanan terbukti berkaitan dengan risiko penurunan kognitif yang lebih rendah.
1. Buah Beri: Antioksidan Tinggi untuk Lindungi Sel Otak
Blueberry, stroberi, dan raspberry kaya flavonoid serta anthocyanin. Senyawa ini membantu melawan stres oksidatif dan peradangan, dua faktor yang sering dikaitkan dengan penuaan otak. Beberapa studi menunjukkan konsumsi rutin buah beri berkorelasi dengan daya ingat yang lebih baik dan perlambatan penurunan fungsi kognitif.
2. Sayuran Berdaun Hijau: Nutrisi Lengkap untuk Memori
Bayam, kale, dan sayuran hijau lain mengandung vitamin K, folat, lutein, serta beta karoten. Nutrisi ini berperan dalam menjaga kesehatan sel saraf dan komunikasi antar neuron. Penelitian diet MIND bahkan menemukan bahwa konsumsi rutin sayuran hijau dapat memperlambat penurunan kognitif yang berkaitan dengan usia.
3. Ikan Berlemak: Sumber Omega-3 yang Krusial
Salmon, sarden, dan tuna merupakan sumber DHA dan EPA, dua jenis omega-3 yang penting untuk struktur dan fungsi otak. Asupan omega-3 yang cukup dikaitkan dengan risiko Alzheimer yang lebih rendah. Pola makan tinggi ikan berlemak juga mendukung kesehatan pembuluh darah, faktor penting dalam mencegah gangguan kognitif.
4. Kacang-Kacangan dan Biji: Lemak Sehat yang Protektif
Walnut, almond, dan biji rami mengandung vitamin E, lemak tak jenuh, dan antioksidan. Vitamin E dikenal membantu melindungi sel dari kerusakan oksidatif. Beberapa analisis populasi besar menemukan konsumsi kacang secara rutin berhubungan dengan risiko demensia yang lebih rendah.
5. Minyak Zaitun Extra Virgin: Lemak Baik untuk Otak
Minyak zaitun extra virgin kaya lemak tak jenuh tunggal dan senyawa anti-inflamasi. Dalam pola makan Mediterania, minyak ini menjadi sumber lemak utama dan konsisten dikaitkan dengan perlindungan terhadap penurunan fungsi kognitif. Sirkulasi darah yang sehat berkontribusi langsung pada suplai nutrisi ke otak.
Para ahli menegaskan, lima makanan ini bukan jaminan mutlak mencegah demensia. Namun, jika dikombinasikan dengan olahraga rutin, tidur cukup, serta kontrol tekanan darah dan gula darah, dampaknya bisa signifikan. Menjaga otak bukan proyek jangka pendek. Ini soal kebiasaan harian yang harus konsisten dilakukan. )Verywell Health/P-3)
Studi terbaru mengungkap penurunan sensitivitas visual bisa menjadi tanda awal demensia jauh sebelum masalah ingatan muncul. Simak penjelasan ilmiah dan cara mendeteksinya.
Penelitian terbaru di Jepang menemukan lansia yang rutin mengonsumsi keju setidaknya sekali seminggu memiliki risiko demensia lebih rendah hingga 24%.
Penelitian terbaru di jurnal BMJ Evidence Based Medicine mengungkap tidak ada tingkat aman konsumsi alkohol.
Di Indonesia, peningkatan prevalensi demensia seiring pertumbuhan populasi lansia menjadikannya masalah kesehatan masyarakat yang mendesak.
SEBUAH penelitian terbaru yang dirilis Karolinska Institute di Swedia menyebutkan, obat penyakit kardiovaskular bisa turunkan risiko demensia.
Studi Harvard selama 43 tahun ungkap rutin minum 2-3 cangkir kopi atau teh sehari dapat kurangi risiko demensia dan melindungi fungsi otak dari kerusakan sel.
Pakar neurologi memperingatkan adanya tahapan sistematis kerusakan otak pada anak muda yang dipicu oleh penggunaan gadget berlebih di tahun 2026, dikenal sebagai Digital Dementia.
Kenali bahaya Digital Dementia yang membuat otak anak muda menua lebih cepat. Simak penjelasan medis dan cara efektif mencegahnya di sini.
Di tengah gempuran produktivitas digital, banyak anak muda tak sadar bahwa kesehatan otak mereka terganggu atau "menciut" lebih cepat akibat kebiasaan remeh.
Waspada! 3 kebiasaan sepele ini picu penyusutan otak (atrofi serebri) lebih cepat. Simak penjelasan ahli saraf dan cara mencegahnya.
Studi terbaru mengungkap hobi birding atau memantau burung mampu memadatkan jaringan otak dan memperlambat penurunan kognitif pada lansia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved