Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
SERINGKALI kita menganggap mata hanya sebagai jendela hati, namun sains modern membuktikan bahwa mata adalah jendela langsung ke otak. Temuan terbaru para ahli neurologi dan oftalmologi mengungkap fakta mengejutkan, satu tanda spesifik pada penglihatan Anda bisa menjadi sinyal peringatan dini penyakit demensi.
Bahkan hingga 12 tahun sebelum gejala penurunan memori yang parah muncul.Selama ini, diagnosis demensia atau Alzheimer seringkali terlambat karena dokter menunggu hingga pasien mengalami gangguan ingatan yang signifikan.
Padahal, perubahan biologis di otak sudah terjadi jauh sebelumnya. Artikel ini akan mengupas tuntas tanda visual tersebut, penjelasan ilmiah di baliknya, dan langkah preventif yang bisa Anda ambil mulai hari ini.
Penelitian inovatif yang diterbitkan dalam jurnal Scientific Reports oleh para peneliti dari Loughborough University, Inggris, menyoroti satu indikator krusial, penurunan sensitivitas visual.
Dalam studi yang melibatkan lebih dari 8.000 partisipan sehat, peneliti menemukan bahwa mereka yang memiliki skor rendah dalam tes sensitivitas visual berisiko jauh lebih tinggi terkena demensia di masa depan. Tes ini bukan sekadar tes membaca huruf di papan (snellen chart), melainkan tes kemampuan otak untuk memproses objek visual yang kompleks.
Para partisipan diminta untuk melihat layar komputer yang menampilkan titik-titik bergerak. Tugas mereka adalah menekan tombol segera setelah melihat bentuk segitiga samar yang terbentuk dari pola titik-titik tersebut. Hasilnya mengejutkan:
Mungkin Anda bertanya-tanya, apa hubungan antara kemampuan melihat segitiga dengan penyakit otak? Jawabannya terletak pada anatomi tubuh manusia. Retina (lapisan saraf di belakang mata) adalah satu-satunya bagian dari sistem saraf pusat (otak) yang bisa dilihat langsung tanpa pembedahan.
Berikut adalah mekanisme ilmiah mengapa mata menjadi "siren" awal demensia:
Selain tes sensitivitas visual di atas, para ahli juga mencatat beberapa perubahan fungsi penglihatan lain yang kerap dialami penderita demensia fase awal:
Mengetahui risiko sejak dini adalah kunci pencegahan. Meskipun belum ada obat penyembuh total untuk demensia, intervensi dini dapat memperlambat laju penyakit secara signifikan.
Jangan hanya periksa minus/plus mata. Mintalah pemeriksaan retina mendalam atau OCT scan jika tersedia di klinik mata Anda, terutama jika Anda berusia di atas 50 tahun atau memiliki riwayat keluarga demensia.
Kesehatan mata dan otak didukung oleh nutrisi yang sama. Konsumsi makanan kaya Omega-3 (ikan salmon, sarden), lutein (bayam, kale), dan antioksidan untuk melindungi saraf retina dan otak.
Karena penglihatan adalah proses kognitif, melatih otak dapat membantu. Aktivitas seperti membaca cepat, bermain puzzle visual, atau olahraga yang membutuhkan koordinasi mata-tangan (seperti tenis meja) dapat menjaga ketajaman pemrosesan visual otak.
Tidak selalu. Mata kabur bisa disebabkan oleh katarak atau kelainan refraksi biasa. Tanda demensia lebih spesifik pada bagaimana otak memproses apa yang dilihat, seperti sensitivitas kontras atau kecepatan mengenali objek.
Studi menunjukkan tanda visual bisa muncul 12 tahun sebelum diagnosis. Jika rata-rata diagnosis demensia adalah usia 65-70 tahun, maka kewaspadaan terhadap perubahan fungsi visual sebaiknya dimulai sejak usia 50-an.
Tes mata standar untuk kacamata biasanya tidak mendeteksi ini. Diperlukan pemeriksaan khusus seperti OCT scan atau tes sensitivitas visual kognitif yang dilakukan oleh spesialis mata atau neurologi.
Makanan yang mengandung flavonoid (cokelat hitam, beri), Omega-3, dan Vitamin E sangat disarankan. Diet Mediterania telah terbukti secara klinis menurunkan risiko demensia. (Z-10)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved