Headline

Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.

3 Kebiasaan Sehari-hari yang Bikin Otak Menciut, Waspada Atrofi Serebri

Putri Rosmalia Octaviyani
26/2/2026 16:29
3 Kebiasaan Sehari-hari yang Bikin Otak Menciut, Waspada Atrofi Serebri
Ilustrasi, gambaran kondisi otak manusia.(Dok. Freepik)

PERAHKAH Anda merasa belakangan ini jadi lebih sering lupa, sulit berkonsentrasi, atau merasa "lemot" saat berpikir? Hati-hati, itu bisa jadi tanda bahwa otak Anda sedang mengalami penyusutan volume lebih cepat dari seharusnya. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai Atrofi Serebri.

Meskipun otak secara alami akan mengecil seiring bertambahnya usia, data medis terbaru di tahun 2026 menunjukkan bahwa gaya hidup modern justru mempercepat proses ini secara drastis. Bahkan, otak orang muda bisa terlihat "lebih tua" beberapa tahun akibat kebiasaan yang dianggap remeh.

Kebiasaan yang Mempercepat Penyusutan Otak

1. Pola Makan "Asal Kenyang"

Banyak orang masih berprinsip makan sekadar membuat perut terasa penuh tanpa memperhatikan keseimbangan nutrisi. Kebiasaan mengonsumsi karbohidrat berlebih (seperti nasi porsi besar atau tepung-tepungan) tanpa diimbangi asupan protein dan mikronutrien sangat berisiko.

Menurut spesialis bedah saraf, dr. Dimas Rahman Setiawan, SpBS, otak membutuhkan protein, vitamin, dan mineral sebagai bahan bakar untuk regenerasi sel serta menjaga fungsi saraf tetap optimal.

2. Kurang Gerak atau Gaya Hidup Sedenter

Aktivitas fisik sangat membantu proses penyerapan nutrisi ke dalam otak. Saat kita bergerak, aliran darah meningkat dan memicu pelepasan protein yang menjaga kelangsungan hidup neuron. Kebiasaan "mager" atau duduk terlalu lama tanpa jeda aktivitas fisik membuat otak kehilangan stimulasi biologis untuk mempertahankan volumenya.

3. Kurang Tidur Kronis

Tidur bukan sekadar istirahat, melainkan fase krusial bagi otak untuk membersihkan racun sisa metabolisme. Kurang tidur di bawah 7 jam setiap malam secara terus-menerus dapat meningkatkan kadar hormon stres yang merusak neuron dan mengurangi plastisitas otak.

Tabel: Perbandingan Dampak Kebiasaan Terhadap Otak

Kebiasaan Buruk Dampak pada Otak Solusi Pencegahan
Makan Tinggi Karbo/Gula Peradangan di Hippocampus (Memori) Diet Gizi Seimbang & Protein Tinggi
Kurang Gerak (Sedenter) Penurunan aliran darah & nutrisi saraf Olahraga Aerobik 150 menit/minggu
Begadang/Kurang Tidur Penumpukan racun beta-amyloid Tidur berkualitas 7-9 jam

Cara Mencegah Penurunan Volume Otak

Kabar baiknya, otak manusia memiliki sifat neuroplastisitas, artinya kita bisa memperbaiki atau setidaknya memperlambat proses penyusutan dengan mengubah kebiasaan:

  • Latih Otak: Tetap aktif secara kognitif dengan membaca, mempelajari hobi baru, atau bersosialisasi.
  • Kelola Stres: Stres kronis adalah musuh utama neuron. Lakukan meditasi atau teknik pernapasan.
  • Cek Kesehatan Rutin: Pantau kadar gula darah dan tekanan darah, karena keduanya berpengaruh langsung pada kesehatan pembuluh darah di otak.

Jangan tunggu hingga muncul gejala kepikunan yang parah. Mulailah sayangi otak Anda hari ini dengan gaya hidup yang lebih sehat. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya