Headline

Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.

3 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Membuat Otak Menyusut

Intan Safitri
26/2/2026 11:59
3 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Membuat Otak Menyusut
Ilustrasi(Freepik)

PENUAAN memang tidak terhindarkan. Tapi laju penurunan fungsi otak ternyata tidak sepenuhnya soal umur. 

Sejumlah riseti menunjukkan ada kebiasaan harian yang berkaitan dengan penyusutan volume otak atau brain atrophy. Efeknya tidak instan, tetapi akumulatif. Dalam jangka panjang, ini bisa berdampak pada memori, fokus, dan risiko demensia.

Berikut tiga kebiasaan yang paling sering disorot penelitian.

1. Kurang Tidur Bukan Sekadar Bikin Lelah

Tidur yang buruk dalam jangka panjang dikaitkan dengan perubahan struktur otak. Studi yang dipublikasikan di jurnal Neurology dan dilaporkan oleh peneliti dari University of California, San Francisco menemukan bahwa orang dewasa dengan kualitas tidur rendah menunjukkan penyusutan otak lebih cepat dalam periode pengamatan bertahun-tahun.

Kurang tidur memengaruhi pembersihan limbah metabolik di otak, termasuk protein yang terkait dengan Alzheimer. 

Dalam jangka panjang, gangguan ini bisa mempercepat penuaan otak secara biologis. Artinya, begadang kronis bukan cuma urusan kantuk, tapi soal kesehatan saraf.

2. Konsumsi Alkohol Rutin Mengecilkan Volume Otak

Data neuroimaging skala besar menunjukkan hubungan jelas antara konsumsi alkohol dan volume otak yang lebih kecil. 

Peneliti dari University of Pennsylvania melaporkan bahwa bahkan konsumsi satu gelas alkohol per hari sudah berkaitan dengan penurunan volume gray matter dan white matter.

Semakin tinggi konsumsi rutin, semakin terlihat efek penyusutan pada pemindaian MRI. Alkohol bekerja sebagai neurotoksin. Ia memengaruhi konektivitas dan integritas jaringan otak. Efeknya tidak dramatis dalam semalam, tetapi konsisten dalam jangka panjang.

3. Terlalu Lama Duduk, Otak Ikut Terpengaruh

Gaya hidup sedentari juga masuk daftar. Studi yang dimuat dalam jurnal Alzheimer’s & Dementia menemukan bahwa waktu duduk yang terlalu lama berkaitan dengan penurunan volume di area otak yang berperan dalam memori.

Menariknya, efek ini tetap terlihat bahkan pada individu yang rutin berolahraga. Artinya, olahraga saja tidak cukup jika sebagian besar waktu dihabiskan tanpa bergerak. Otak membutuhkan sirkulasi darah dan stimulasi aktivitas fisik yang konsisten sepanjang hari.

Jangan Panik, Tapi Sadar Risiko

Penyusutan otak adalah bagian dari proses penuaan alami. Namun berbagai penelitian dari institusi seperti National Institute on Aging menekankan bahwa gaya hidup berperan besar dalam menentukan kecepatannya.

Kabar baiknya, faktor ini bisa dimodifikasi. Tidur cukup, batasi alkohol, dan kurangi waktu duduk berlebihan adalah langkah realistis. Otak bukan organ yang kebal. Ia responsif terhadap kebiasaan harian. Dan perubahan kecil yang konsisten jauh lebih berdampak daripada perbaikan sesaat. (Verywell Health, Penn Today/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya