Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Tanpa kita sadari, beberapa kebiasaan sehari-hari bisa berdampak serius terhadap kesehatan otak. Para ahli saraf (neurolog) mengungkap bahwa gaya hidup modern, seperti terlalu lama duduk, stres, dan kurang tidur, dapat memicu penyusutan otak (brain shrinkage) yang berhubungan dengan menurunnya fungsi kognitif, memori, hingga risiko Alzheimer.
Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Salah satu kebiasaan paling umum di era digital adalah duduk terlalu lama. Menurut penelitian yang dimuat di Neuroscience News dan Science Alert, orang yang sering duduk berjam-jam setiap hari memiliki ukuran otak lebih kecil, terutama di area otak yang berkaitan dengan pembentukan memori.
Menariknya, olahraga rutin tidak sepenuhnya menghapus efek buruk duduk terlalu lama. Jadi, penting untuk sering berdiri atau berjalan ringan setiap 30-60 menit.
Tidur bukan hanya waktu untuk istirahat, tapi juga fase penting bagi otak untuk membersihkan racun dan memperbaiki sel-sel saraf.
Kurang tidur kronis terbukti menyebabkan penyusutan pada bagian otak tertentu, terutama di area hipokampus, pusat memori dan pembelajaran. Studi yang dibahas oleh Harvard Health menunjukkan bahwa tidur yang buruk dalam jangka panjang bisa mempercepat penuaan otak.
Nikotin dan bahan kimia berbahaya dalam rokok dapat menghambat aliran darah ke otak. Akibatnya, suplai oksigen dan nutrisi menurun, yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan otak.
Dalam jangka panjang, kebiasaan merokok dikaitkan dengan penyusutan otak, risiko stroke, dan gangguan fungsi kognitif. Para neurolog bahkan menyebut merokok sebagai salah satu faktor utama yang mempercepat penurunan fungsi otak pada usia muda.
Kafein memang memberi dorongan energi dan fokus sementara. Namun, konsumsi berlebihan, apalagi menjelang tidur, bisa mengganggu pola istirahat dan menyebabkan stres oksidatif pada otak.
Ahli gizi dan neurolog menyarankan untuk membatasi konsumsi kafein maksimal 400 mg per hari, atau setara dengan 3-4 cangkir kopi, agar tidak berdampak negatif terhadap otak dan sistem saraf.
Stres yang berkepanjangan menyebabkan peningkatan hormon kortisol, yang dalam jangka panjang dapat mengecilkan volume otak, khususnya di area prefrontal cortex dan hippocampus.
Selain itu, isolasi sosial, kurang berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain, juga terbukti memperburuk kesehatan mental dan kognitif.
Menurut Harvard Health, bersosialisasi dan menjaga hubungan positif dapat membantu menjaga otak tetap aktif dan sehat hingga lanjut usia.
Otak adalah organ yang perlu dilatih seperti otot. Jika tidak sering digunakan untuk berpikir kritis, belajar hal baru, atau menyelesaikan masalah, koneksi antar sel saraf bisa melemah.
Kebiasaan pasif seperti terlalu banyak menonton TV tanpa berpikir aktif dapat membuat otak “malas”, mempercepat penurunan daya ingat, dan dalam jangka panjang berpotensi memicu penyusutan struktur otak.
Untuk melindungi otak dari penyusutan, berikut kebiasaan sederhana yang direkomendasikan oleh para neurolog:
Penyusutan otak bukan hanya bagian alami dari proses penuaan, tapi juga bisa terjadi lebih cepat akibat kebiasaan buruk yang kita lakukan tanpa sadar. Dengan memperbaiki pola hidup dan menjaga keseimbangan aktivitas fisik, mental, serta sosial, kamu bisa menjaga otak tetap tajam dan sehat hingga usia lanjut. (Z-10)
Sumber
Kemunculan ambeien sangat erat kaitannya dengan kebiasaan sehari-hari yang kurang baik.
Fisioterapi tidak hanya berfungsi sebagai terapi kuratif pascacedera, tetapi juga sebagai langkah preventif untuk menjaga kapasitas fungsional tubuh dalam aktivitas sehari-hari.
Studi terbaru mengungkap jalan kaki lebih dari 10 menit dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dan kematian dini, terutama bagi orang dengan gaya hidup sedentari.
Selain melakukan edukasi langsung di sekolah, sebelumnya para relawan juga telah melakukan kampanye melalui media sosial untuk melakukan mindful consumption.
Data Kementerian Kesehatan menunjukkan stroke masih menjadi penyebab utama kecacatan dan kematian di Indonesia. Prevalensi stroke berada di kisaran 8,3 per 1.000 penduduk
Studi Harvard mengungkap konsumsi makanan ultra-proses dapat meningkatkan risiko kanker usus pada wanita hingga 45%, terutama usia di bawah 50 tahun.
Perempuan menunjukkan penurunan di lebih sedikit wilayah dan ketebalan korteks mereka tidak terlalu berubah seiring bertambahnya usia.
Kondisi kesehatan aktor legendaris Bruce Willis kembali menyita perhatian publik setelah dikonfirmasi mengidap Demensia Frontotemporal (FTD).
Kebiasaan duduk dan rebahan terlalu lama ternyata tidak hanya berdampak buruk bagi kesehatan fisik, tetapi juga berisiko menyebabkan penyusutan otak
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved