Headline
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMASUKI tahun 2026, para ahli saraf di seluruh dunia mulai menyuarakan alarm bahaya terkait fenomena Digital Dementia. Kondisi ini merujuk pada kemunduran fungsi kognitif atau penurunan kesehatan otak pada individu muda akibat penggunaan teknologi digital yang tidak sehat dan berlebihan.
Berbeda dengan demensia pada lansia yang bersifat degeneratif karena usia, Digital Dementia dipicu oleh ketidakseimbangan perkembangan otak. Penggunaan gawai yang intens membuat otak bagian kiri bekerja sangat dominan, sementara otak bagian kanan yang mengatur konsentrasi dan memori jangka panjang menjadi terbengkalai.
Penelitian menunjukkan bahwa ketergantungan penuh pada aplikasi navigasi membuat hippocampus—bagian otak yang mengatur memori spasial—menjadi kurang aktif. Jika jarang digunakan, bagian ini dapat menyusut, yang merupakan salah satu tanda awal penuaan otak prematur.
Konsumsi konten video pendek yang instan melatih otak untuk mengharapkan dopamin cepat. Akibatnya, sirkuit saraf yang bertanggung jawab atas fokus mendalam menjadi lemah, membuat anak muda sulit berkonsentrasi pada tugas-tugas kompleks atau membaca buku fisik.
Dengan adanya asisten AI, banyak anak muda berhenti melatih kemampuan analisis dan logika mereka. Proses berpikir yang seharusnya membangun koneksi sinapsis baru kini digantikan oleh algoritma, yang secara perlahan menurunkan kapasitas intelektual alami manusia.
Kabar baiknya, otak manusia memiliki sifat neuroplasticity, artinya kerusakan ini masih bisa diperbaiki dengan perubahan gaya hidup:
Menjaga kesehatan otak di era digital memerlukan kesadaran penuh. Jangan biarkan kemudahan teknologi merampas kemampuan kognitif alami Anda. Mulailah membatasi layar dan aktifkan kembali daya pikir kreatif Anda hari ini. (H-3)
Pakar neurologi memperingatkan adanya tahapan sistematis kerusakan otak pada anak muda yang dipicu oleh penggunaan gadget berlebih di tahun 2026, dikenal sebagai Digital Dementia.
Studi JAMA 2026 ungkap 32% kasus demensia terkait gangguan pendengaran. Simak tanda awal dan cara alat bantu dengar cegah penurunan kognitif hingga 50%.
Penelitian terbaru terhadap 125.000 perempuan mengungkap menopause memicu penyusutan volume otak.
DEMENSIA atau alzheimer sering kali dianggap hanya menyerang lansia. Faktanya, demensia merupakan gangguan fungsi otak yang tidak normal dan bisa menyerang siapa pun
MINIMNYA aktivitas fisik disebut sebagai salah satu faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami demensia atau Alzheimer usia muda
Pola makan sehat bisa membantu mencegah risiko demensia. Buah beri, sayuran hijau, ikan berlemak, kacang, dan minyak zaitun efektif lindungi fungsi otak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved