Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
KESEPIAN dan kurangnya hubungan sosial ternyata tidak hanya berdampak pada kesehatan mental, tetapi juga dapat meningkatkan risiko demensia. Sejumlah penelitian menunjukkan orang yang memiliki hubungan sosial lemah atau mengalami isolasi sosial memiliki peluang lebih tinggi mengalami penurunan fungsi kognitif di usia lanjut.
Informasi ini dilansir dari laman National Geographic yang mengulas berbagai penelitian mengenai hubungan antara kesepian, kerentanan sosial, dan risiko demensia pada lansia.
Demensia merupakan kondisi yang ditandai dengan penurunan kemampuan berpikir, mengingat, dan mengambil keputusan. Salah satu bentuk demensia yang paling umum adalah Alzheimer's disease, yang secara bertahap merusak kemampuan memori dan fungsi otak.
Sebuah studi pada 2025 memperkirakan seseorang memiliki sekitar 42% kemungkinan didiagnosis demensia setelah usia 55 tahun. Seiring bertambahnya usia, manusia tidak hanya mengalami penurunan fisik seperti melemahnya otot atau meningkatnya risiko jatuh, tetapi juga dapat mengalami apa yang disebut sebagai kerentanan sosial.
Kerentanan sosial terjadi ketika seseorang memiliki lebih sedikit hubungan sosial, jarang berinteraksi dengan orang lain, atau tidak lagi memiliki orang yang bisa diandalkan dalam kehidupannya.
Menurut psikolog klinis Suraj Samtani dari Centre for Healthy Brain Ageing di University of New South Wales, Australia, kondisi ini tidak hanya berkaitan dengan rasa kesepian. Kerentanan sosial juga mencakup berkurangnya jaringan pertemanan, hubungan emosional yang semakin terbatas, hingga minimnya dukungan sosial.
Sejumlah penelitian menunjukkan hubungan sosial yang baik dapat membantu menjaga kesehatan otak. Dalam sebuah meta-analisis pada 2023 yang melibatkan 13 penelitian dan hampir 40.000 responden, para peneliti menemukan orang dengan hubungan sosial yang kuat memiliki tingkat demensia sekitar setengah lebih rendah dibandingkan mereka yang memiliki hubungan sosial buruk.
Temuan tersebut memperkuat pandangan manusia pada dasarnya adalah makhluk sosial yang membutuhkan interaksi dengan orang lain untuk menjaga kesehatan mental maupun kognitif. Bahkan pada penderita demensia sekalipun, hubungan sosial yang baik dapat membantu memperlambat penurunan fungsi kognitif.
Untuk memahami hubungan antara kerentanan sosial dan demensia, para peneliti menganalisis data selama 12 tahun dari 851 orang lansia berusia di atas 70 tahun yang pada awal penelitian tidak mengalami demensia.
Dalam penelitian tersebut, para ilmuwan menggunakan beberapa metode untuk menilai tingkat kerentanan sosial peserta. Mereka mengajukan berbagai pertanyaan terkait aktivitas sosial, frekuensi bertemu orang lain secara langsung, tingkat kesepian, hingga kondisi finansial.
Hasil analisis menunjukkan bahwa orang yang tergolong rentan secara sosial memiliki risiko demensia sekitar 50% lebih tinggi dibandingkan mereka yang memiliki hubungan sosial lebih kuat.
Para ahli juga menemukan hubungan antara kesepian dan demensia bersifat dua arah. Kerentanan sosial dapat meningkatkan risiko penurunan fungsi kognitif, tetapi gangguan kognitif juga dapat membuat seseorang semakin menarik diri dari lingkungan sosial.
Pada tahap awal demensia, banyak orang kehilangan kepercayaan diri saat berinteraksi karena takut lupa kata-kata atau tidak mampu mengikuti percakapan. Rasa malu dan cemas ini sering membuat mereka mengurangi interaksi sosial. Akibatnya, jaringan pertemanan semakin menyempit dan kondisi kesepian pun semakin memburuk. (National Geographic/Z-2)
Kenali bahaya Digital Dementia yang membuat otak anak muda menua lebih cepat. Simak penjelasan medis dan cara efektif mencegahnya di sini.
Studi JAMA 2026 ungkap 32% kasus demensia terkait gangguan pendengaran. Simak tanda awal dan cara alat bantu dengar cegah penurunan kognitif hingga 50%.
Penelitian terbaru terhadap 125.000 perempuan mengungkap menopause memicu penyusutan volume otak.
DEMENSIA atau alzheimer sering kali dianggap hanya menyerang lansia. Faktanya, demensia merupakan gangguan fungsi otak yang tidak normal dan bisa menyerang siapa pun
MINIMNYA aktivitas fisik disebut sebagai salah satu faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami demensia atau Alzheimer usia muda
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved