Headline

Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.

Gangguan Pendengaran Picu Demensia, Berikut Studi Terbaru & Cara Cegah!

Abi Rama
25/2/2026 20:29
Gangguan Pendengaran Picu Demensia, Berikut Studi Terbaru & Cara Cegah!
Gangguan Pendengaran Picu Demensia.(Dok. Freepik)

SEBUAH studi mendalam yang dipublikasikan dalam jurnal medis bergengsi JAMA (Journal of the American Medical Association) pada awal 2026 mengungkap kaitan krusial antara fungsi sensorik dan kesehatan mental.

Penelitian tersebut menemukan bahwa hampir sepertiga atau sekitar 32% kasus demensia pada lansia kemungkinan besar dipicu oleh gangguan pendengaran yang tidak terdeteksi atau tidak diobati.

Penelitian ini dilakukan dengan mengikuti hampir 3.000 orang dewasa lanjut usia selama periode delapan tahun. Hasilnya memperkuat konsensus medis bahwa menjaga kesehatan telinga adalah investasi jangka panjang untuk mencegah penurunan fungsi kognitif di masa tua.

Mengapa Gangguan Pendengaran Merusak Fungsi Otak?

Menurut Rebecca Sieruga, seorang audiolog di Beltone Hearing, hubungan antara telinga dan otak bersifat biologis sekaligus psikologis. Berikut adalah dua alasan utamanya:

1. Beban Kerja Otak yang Berlebihan (Cognitive Load)

Ketika kemampuan mendengar menurun, otak dipaksa bekerja berkali-kali lipat lebih keras untuk memproses informasi suara yang tidak sempurna. "Proses ini menyita sumber daya energi otak yang sangat besar, yang seharusnya digunakan untuk fungsi kognitif lain seperti menyimpan memori dan konsentrasi," ujar Sieruga.

2. Isolasi Sosial dan Atrofi Otak

Gangguan pendengaran sering membuat seseorang merasa malu atau frustrasi saat berada di keramaian. Akibatnya, mereka cenderung menarik diri dari aktivitas sosial. Kurangnya stimulasi eksternal dan interaksi sosial merupakan salah satu pemicu utama percepatan demensia.

Statistik Penting: Berdasarkan data National Institutes of Health (NIH), lebih dari 6 juta warga di Amerika Serikat hidup dengan demensia. Diperkirakan 42% penduduk berusia di atas 55 tahun berisiko mengalami kondisi ini dalam masa hidup mereka.

Gejala Awal Gangguan Pendengaran yang Perlu Diwaspadai

Karena prosesnya terjadi secara bertahap (gradual), banyak orang tidak menyadari bahwa pendengaran mereka mulai menurun. Berikut adalah tanda-tanda yang harus diwaspadai:

  • Kesulitan mengikuti percakapan, terutama jika ada suara latar (background noise).
  • Merasakan orang lain berbicara seperti bergumam atau tidak jelas.
  • Sering menaikkan volume televisi hingga tingkat yang mengganggu orang lain.
  • Mengalami tinnitus (suara berdenging, berdesis, atau menderu di dalam telinga).
  • Merasa sangat lelah atau pusing setelah melakukan percakapan panjang.

Langkah Pencegahan dan Solusi Medis

Kabar baiknya, risiko demensia akibat gangguan pendengaran dapat ditekan secara signifikan. Data NIH menunjukkan bahwa penggunaan alat bantu dengar pada lansia mampu memperlambat laju penurunan kognitif hingga hampir 50%.

Rekomendasi Skrining Pendengaran:

  • Usia 18-40 Tahun: Lakukan tes pendengaran dasar sebagai data awal (baseline).
  • Usia di atas 50 Tahun: Wajib melakukan pemeriksaan pendengaran rutin setiap satu tahun sekali.

Selain pemeriksaan medis, gaya hidup sehat tetap memegang peranan penting. Hindari paparan suara bising dalam durasi lama, gunakan pelindung telinga di lingkungan kerja yang berisik, serta jaga asupan nutrisi dan pola tidur untuk mendukung kesehatan saraf otak secara keseluruhan.

Menangani gangguan pendengaran sejak dini bukan hanya soal mengembalikan kemampuan mendengar, tetapi merupakan langkah strategis untuk menjaga kualitas hidup dan kecerdasan di usia senja. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya