Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Alzheimer dan demensia sering kali disalahartikan sebagai kondisi yang sama. Padahal, demensia adalah istilah umum untuk kumpulan gejala penurunan kognitif, sedangkan Alzheimer merupakan salah satu jenis demensia yang paling umum dan progresif.
Keduanya memang menyerang fungsi otak seperti ingatan, bahasa, dan pemecahan masalah, namun memiliki perbedaan mendasar dalam penyebab dan gejalanya.
Penyebab pasti Alzheimer belum diketahui sepenuhnya, tetapi diduga terkait dengan penumpukan plak amiloid dan protein tau yang merusak sel-sel otak. Faktor genetik dan gaya hidup juga turut memperbesar risikonya. Gejalanya meliputi:
Demensia bukan satu penyakit tunggal, melainkan kumpulan gejala yang dapat disebabkan oleh berbagai kondisi otak, seperti:
Belum ada obat yang dapat menyembuhkan Alzheimer. Pengobatan bertujuan meredakan gejala dengan obat-obatan seperti donepezil dan rivastigmine, yang membantu memperlambat penurunan fungsi kognitif. Gaya hidup sehat, termasuk olahraga dan stimulasi mental, turut dianjurkan.
Untuk jenis demensia lainnya, penanganan disesuaikan dengan penyebabnya:
Baik Alzheimer maupun berbagai jenis demensia adalah kondisi serius yang memerlukan perhatian medis. Deteksi dini sangat krusial agar pasien mendapatkan penanganan tepat dan kualitas hidup tetap terjaga.
Konsultasikan dengan dokter bila muncul gejala penurunan daya ingat atau perubahan perilaku yang mencurigakan. (Siloam Hospitals/Z-10)
Penelitian baru ungkap olahraga, pola makan sehat, dan interaksi sosial dapat memperlambat risiko Alzheimer.
Studi Nature Communications ungkap pandemi Covid-19 mempercepat penuaan otak rata-rata 5,5 bulan, meski tanpa infeksi. Siapa yang paling terdampak?
Penelitian terbaru menemukan memelihara anjing atau kucing dapat menjadi faktor pelindung yang memperlambat penurunan fungsi otak.
Peneliti Johns Hopkins menemukan lebih dari 200 jenis protein di temukan di otak tikus tua yang mengalami penurunan kognitif.
Ilmu pengetahuan terancam hilang? Temukan penyebab kemerosotan ilmu pengetahuan di era modern. Apakah manusia akan kehilangan akal? Cari tahu selengkapnya di sini!
Penelitian terbaru mengungkap bahaya lonjakan gula darah setelah makan terhadap kesehatan otak. Risiko Alzheimer meningkat drastis tanpa terlihat melalui kerusakan fisik otak.
Seorang remaja 19 tahun di Tiongkok didiagnosis penyakit Alzheimer tanpa mutasi genetik yang diketahui. Kasus langka ini mengubah pemahaman ilmuwan tentang usia dan mekanisme awal Alzheimer.
Peneliti berhasil mengembangkan protein sensor untuk melacak sinyal glutamat di otak secara real-time. Penemuan ini membuka tabir cara otak belajar dan memproses memori.
Penelitian terbaru selama 25 tahun menemukan kaitan antara konsumsi keju tinggi lemak dengan penurunan risiko demensia. Simak fakta menariknya di sini.
Mereka menyuntikkan tikus dengan senyawa pembawa hidrogen sulfida yang disebut NaGYY, yang secara perlahan melepaskan molekul gas tersebut ke seluruh tubuh.
Manfaat kognitif ini dihasilkan karena olahraga meningkatkan aliran darah ke otak Anda, yang membantu melawan beberapa penurunan koneksi otak alami yang terjadi selama penuaan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved