Headline

Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.

Terminal Lucidity, Fenomena Sadar Sementara Menjelang Kematian pada Pasien Demensia

M Iqbal Al Machmudi
24/3/2026 10:35
Terminal Lucidity, Fenomena Sadar Sementara Menjelang Kematian pada Pasien Demensia
Ilustrasi(freepik)

MENJELANG akhir kehidupan, beberapa orang dengan demensia dapat mengalami sesuatu yang disebut sebagai terminal lucidity. Sayangnya masih banyak orang yang tidak memahami fenomena tersebut. 

Dikutip dari Healtline terminal lucidity adalah fenomena ketika seseorang yang sebelumnya telah kehilangan kemampuan untuk berkomunikasi atau melakukan aktivitas bermakna tiba-tiba kembali mengalami kejernihan mental atau fungsi kognitif.

Biasanya, episode ini terjadi pada orang dengan demensia tahap akhir yang sudah kehilangan kemampuan berfungsi dan tidak dapat lagi berkomunikasi dengan orang di sekitarnya. 

Namun, fenomena ini juga dapat muncul pada orang dengan kondisi lain, seperti kerusakan otak akibat stroke atau jenis kanker tertentu yang mendekati akhir kehidupan.

Ketika seseorang mengalami terminal lucidity, fenomena tersebut umumnya hanya berlangsung beberapa jam hingga beberapa hari. Selama periode ini, orang tersebut mungkin dapat melakukan hal-hal yang sebelumnya tidak bisa, seperti mengenali orang-orang di sekitarnya, mengingat siapa dirinya atau di mana ia berada, mengingat kembali kenangan masa lalu, meminta makanan favoritnya. berbicara dengan kalimat yang jelas dan utuh, menjawab pertanyaan dari orang lain, berdiri, berjalan, atau bergerak, melakukan aktivitas seperti bernyanyi.

Terminal lucidity kadang juga disebut sebagai end-of-life rallying karena episode ini sering terjadi sesaat sebelum kematian, biasanya dalam hitungan jam atau hari.

Terminal lucidity dapat menjadi pengalaman emosional, karena tidak ada cara untuk memprediksi kapan hal ini akan terjadi atau berapa lama akan berlangsung. Studi tahun 2023 menunjukkan bahwa episode ini dapat berlangsung antara 30 menit hingga beberapa hari.

Bagi banyak keluarga, momen ini sering terasa mengejutkan ketika seseorang yang sebelumnya tidak dapat berkomunikasi tiba-tiba kembali jernih. Sebuah studi menunjukkan 72% pengasuh memiliki pandangan positif terhadap pengalaman ini, sementara 17% merasa stres menghadapinya.

Tidak ada cara yang benar atau salah untuk merasakan hal ini. Namun, Anda tetap bisa memanfaatkan momen tersebut sebaik mungkin.

Misalnya, dengan berbincang tentang kenangan masa lalu, mendengarkan musik favorit mereka, atau menikmati makanan kesukaan bersama. 

Fenomena tersebut menjadi kesempatan berharga untuk kembali terhubung dengan orang yang dicintai sebelum akhir hayatnya.

Dalam sebuah studi tahun 2018, peneliti meneliti laporan terminal lucidity pada pasien di rumah sakit pendidikan. Dari 338 kasus kematian yang dilaporkan, hanya ditemukan 6 episode terminal lucidity, dan semua pasien meninggal dalam waktu 9 hari setelah episode tersebut.

Studi lain pada tahun 2023 tentang paradoxical lucidity menemukan bahwa 73% dari 33 tenaga kesehatan yang diwawancarai melaporkan pernah menyaksikan fenomena tersebut. (Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya