Headline
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Kumpulan Berita DPR RI
STUDI dari Spanyol melakukan sebuah penelitian untuk mencoba membantu diagnosis penyakit Alzheimer pada usia 50 tahun. Percobaan itu dilakukan dengan melakukan tes darah.
Dilansir dari Medicalxpress, tes ini dilakukan kepada 200 pasien berusia 50 tahun ke atas. Mereka menemukan tes darah mengukur p-tau 217 meningkatkan akurasi diagnosis pada praktik klinis rutin.
Sebagai informasi Tau terfosforilasi atau p-tau217 merupakan protein yang ada di dalam otak dan menjaga neuron secara alami. Sel-sel ini membawa sinyal untuk tetap stabil dan sehat.
Namun saat protein mengalami keadaan fosforilasi abnormal dan menggumpal akan mengganggu komunikasi antar sel kotak. Pada akhirnya akan berdampak pada fungsi otak dan menyebabkan kondisi neurodegeneratif seperti Alzheimer.
Protein p-tau 217 memang tidak dianggap sebagai penyebab dari Alzheimer. Namun peningkatan kadar dalam darah telah diakui sebagai salah satu peringatan adanya penyakit itu.
Begitu juga para ilmuwan telah mengetahui fungsi dari p-tau 217. Namun belum dieksplorasi secara jauh.
Para peneliti mengikuti pasien yang melakukan konsultasi neurologi umum dan unit neurologi kognitif khusus dengan gejala kognitif. Para petugas kesehatan telah mencatat diagnosis awal dan keyakinan mereka atas penilaian tersebut.
Kemudian hasil tes darah terus meninjau dan mencatat perubahannya. Tim peneliti kemudian menemukan adanya peningkatan 19% setelah meninjau hasil p-tau217.
Temuan yang dipublikasikan di Journal of Neurology mencatat dokter yang mendiagnosis Alzheimer mengandalkan evaluasi klinis mencapai 75,5%. Sementara yang menggabungkan dengan hasil tes darah melonjak hingga 94,5%. (H-4)
Tes darah baru mampu mendeteksi risiko komplikasi mematikan pada pasien hypertrophic cardiomyopathy (HCM). Terobosan besar bagi jutaan pengidap jantung genetik.
Studi mengukur 250 zat dalam darah 500.000 relawan dan membuka jalan bagi tes darah yang dapat memprediksi risiko penyakit hingga satu dekade sebelum gejala muncul.
Peneliti kembangkan tes darah yang mampu mengukur usia biologis 11 organ dan sistem tubuh. Alat ini dapat memprediksi risiko penyakit, mendeteksi penurunan dini.
FDA menyetujui tes darah pertama untuk deteksi dini Alzheimer. Diagnosis kini lebih mudah, cepat, dan tanpa prosedur invasif seperti PET scan dan pungsi lumbal.
Penelitian di Australia menemukan tes darah dengan akurasi tinggi untuk mendiagnosis penyakit celiac tanpa konsumsi gluten.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved