Headline

Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.

Mengapa Otak Lansia 80 Tahun Bisa Setajam Anak Muda?

Thalatie K Yani
26/2/2026 07:32
Mengapa Otak Lansia 80 Tahun Bisa Setajam Anak Muda?
Tes kognitif yang dilakukan kepada lansia(Shane Collins/Northwestern University)

SEBUAH penelitian terbaru mengungkap fenomena luar biasa pada kelompok lansia yang dijuluki "SuperAger". Mereka adalah individu berusia 80 dan 90-an dengan ketajaman mental setara orang yang berumur puluhan tahun lebih muda. Studi ini menemukan otak mereka memproduksi neuron (sel saraf) muda dua kali lebih banyak dibandingkan orang dewasa sehat, dan 2,5 kali lebih banyak daripada penderita Alzheimer.

“Ini menunjukkan bahwa otak yang menua memiliki kapasitas untuk beregenerasi, itu adalah penemuan yang sangat besar,” ujar Dr. Tamar Gefen, profesor dari Northwestern University Feinberg School of Medicine.

Sel Otak yang Lebih Adaptif

Berbeda dengan neuron dewasa yang stabil, neuron muda bersifat sangat adaptif dan plastik. Sel ini memiliki kemampuan lebih tinggi untuk tumbuh dan terhubung dengan jaringan otak lainnya. Menurut Gefen, "SuperAger" menunjukkan pelestarian neuron muda yang memiliki tingkat eksitabilitas tinggi, sel-sel yang siap bekerja dengan sigap.

Selain jumlah neuron, studi yang diterbitkan di jurnal Nature ini menemukan bagian hippocampus (pusat memori) pada SuperAger memiliki sistem pendukung yang jauh lebih kokoh. Lingkungan seluler yang unik ini memupuk pertumbuhan neuron baru layaknya tanah subur yang menutrisi bibit tanaman.

Melawan Dampak Waktu

Penelitian ini juga memberikan bukti biologis bahwa otak SuperAger lebih lentur atau plastik. Fleksibilitas ini memungkinkan otak untuk memperbaiki diri dari kerusakan akibat penuaan atau cedera. Menariknya, profil regenerasi saraf pada SuperAger bahkan lebih aktif dibandingkan orang dewasa di usia 30-an dan 40-an.

“Profil pembentukan saraf pada SuperAger menunjukkan ketahanan. Mereka mampu menghadapi kerusakan akibat perjalanan waktu,” kata Orly Lazarov, profesor ilmu saraf dari University of Illinois, Chicago.

Apa yang Membuat Seseorang Menjadi SuperAger?

Untuk dikategorikan sebagai SuperAger, seseorang harus berusia di atas 80 tahun dan lulus serangkaian tes kognitif ketat. Terutama pada memori episodik, kemampuan mengingat peristiwa sehari-hari secara detail.

Meski faktor genetik berperan, gaya hidup sehat juga menjadi kunci. Dr. Richard Isaacson, pakar pencegahan Alzheimer, menjelaskan bahwa pilihan gaya hidup seperti diet, olahraga, manajemen stres, dan tidur yang cukup terbukti secara medis dapat menumbuhkan area otak tertentu dan mengurangi tanda-tanda Alzheimer.

Secara umum, SuperAger cenderung memiliki karakteristik yang serupa:

  • Tetap positif dan terus menantang otak mereka setiap hari (seperti membaca atau belajar hal baru).
  • Tetap aktif secara fisik dan banyak yang masih bekerja di usia 80-an.
  • Memiliki kehidupan sosial yang aktif bersama keluarga, teman, atau menjadi relawan.

Gefen menambahkan pada jaringan otak yang didonorkan oleh SuperAger, ditemukan bagian cingulate cortex, area yang bertanggung jawab atas perhatian dan motivasi, yang lebih tebal dibandingkan orang berusia 50-an. Selain itu, mereka memiliki jauh lebih sedikit plak protein tau yang biasanya menjadi ciri khas penyakit Alzheimer. (CNN/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya