Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH penelitian terbaru mengungkap fenomena luar biasa pada kelompok lansia yang dijuluki "SuperAger". Mereka adalah individu berusia 80 dan 90-an dengan ketajaman mental setara orang yang berumur puluhan tahun lebih muda. Studi ini menemukan otak mereka memproduksi neuron (sel saraf) muda dua kali lebih banyak dibandingkan orang dewasa sehat, dan 2,5 kali lebih banyak daripada penderita Alzheimer.
“Ini menunjukkan bahwa otak yang menua memiliki kapasitas untuk beregenerasi, itu adalah penemuan yang sangat besar,” ujar Dr. Tamar Gefen, profesor dari Northwestern University Feinberg School of Medicine.
Berbeda dengan neuron dewasa yang stabil, neuron muda bersifat sangat adaptif dan plastik. Sel ini memiliki kemampuan lebih tinggi untuk tumbuh dan terhubung dengan jaringan otak lainnya. Menurut Gefen, "SuperAger" menunjukkan pelestarian neuron muda yang memiliki tingkat eksitabilitas tinggi, sel-sel yang siap bekerja dengan sigap.
Selain jumlah neuron, studi yang diterbitkan di jurnal Nature ini menemukan bagian hippocampus (pusat memori) pada SuperAger memiliki sistem pendukung yang jauh lebih kokoh. Lingkungan seluler yang unik ini memupuk pertumbuhan neuron baru layaknya tanah subur yang menutrisi bibit tanaman.
Penelitian ini juga memberikan bukti biologis bahwa otak SuperAger lebih lentur atau plastik. Fleksibilitas ini memungkinkan otak untuk memperbaiki diri dari kerusakan akibat penuaan atau cedera. Menariknya, profil regenerasi saraf pada SuperAger bahkan lebih aktif dibandingkan orang dewasa di usia 30-an dan 40-an.
“Profil pembentukan saraf pada SuperAger menunjukkan ketahanan. Mereka mampu menghadapi kerusakan akibat perjalanan waktu,” kata Orly Lazarov, profesor ilmu saraf dari University of Illinois, Chicago.
Untuk dikategorikan sebagai SuperAger, seseorang harus berusia di atas 80 tahun dan lulus serangkaian tes kognitif ketat. Terutama pada memori episodik, kemampuan mengingat peristiwa sehari-hari secara detail.
Meski faktor genetik berperan, gaya hidup sehat juga menjadi kunci. Dr. Richard Isaacson, pakar pencegahan Alzheimer, menjelaskan bahwa pilihan gaya hidup seperti diet, olahraga, manajemen stres, dan tidur yang cukup terbukti secara medis dapat menumbuhkan area otak tertentu dan mengurangi tanda-tanda Alzheimer.
Secara umum, SuperAger cenderung memiliki karakteristik yang serupa:
Gefen menambahkan pada jaringan otak yang didonorkan oleh SuperAger, ditemukan bagian cingulate cortex, area yang bertanggung jawab atas perhatian dan motivasi, yang lebih tebal dibandingkan orang berusia 50-an. Selain itu, mereka memiliki jauh lebih sedikit plak protein tau yang biasanya menjadi ciri khas penyakit Alzheimer. (CNN/Z-2)
Studi terbaru mengungkap gabungan Diet Mediterania dan DASH (Diet MIND) mampu memperlambat penyusutan otak dan menjaga fungsi memori secara signifikan.
Studi terbaru UCLA Health ungkap hubungan klorpirifos dengan Parkinson. Paparan jangka panjang tingkatkan risiko 2,5 kali lipat dan merusak sel otak.
Penelitian terbaru mengungkap penderita nyeri punggung kronis jauh lebih sensitif terhadap suara berisik. Ternyata, rasa sakit telah mengubah cara otak memproses suara
Studi Harvard selama 43 tahun ungkap rutin minum 2-3 cangkir kopi atau teh sehari dapat kurangi risiko demensia dan melindungi fungsi otak dari kerusakan sel.
Pakar neurologi memperingatkan adanya tahapan sistematis kerusakan otak pada anak muda yang dipicu oleh penggunaan gadget berlebih di tahun 2026, dikenal sebagai Digital Dementia.
Kenali bahaya Digital Dementia yang membuat otak anak muda menua lebih cepat. Simak penjelasan medis dan cara efektif mencegahnya di sini.
Peneliti VIB-KU Leuven temukan cara kerja obat Alzheimer Lecanemab. Ternyata, fragmen Fc pada antibodi inilah yang memicu sel imun otak membersihkan plak amiloid.
Obesitas bukan sekadar berat badan berlebih, tapi penyakit kronis. Simak penjelasan dr. Vardian Mahardika mengenai risiko PCOS, Alzheimer, hingga sleep apnea.
Studi terbaru mengungkap menopause pengaruhi struktur otak, volume materi abu-abu, hingga risiko demensia. Simak dampak psikologis dan peran terapi hormon.
STUDI dari Spanyol melakukan sebuah penelitian untuk mencoba membantu diagnosis penyakit Alzheimer pada usia 50 tahun. Percobaan itu dilakukan dengan melakukan tes darah.
Penelitian terbaru terhadap 125.000 perempuan mengungkap menopause memicu penyusutan volume otak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved