Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBIASAAN adalah pola tindakan yang kita lakukan setiap hari, sering tanpa sadar. Namun, banyak dari kebiasaan ini yang bisa membawa dampak buruk, terutama bagi kesehatan otak.
Beberapa kebiasaan yang tampaknya sepele ternyata dapat menyebabkan kerusakan permanen pada otak yang memengaruhi kualitas hidup kita di masa depan.
Otak manusia adalah organ yang sangat vital. Sayangnya, seringkali kita lupa bahwa otak juga membutuhkan stimulasi dan nutrisi agar tetap berfungsi secara optimal.
Oleh karena itu, menghindari kebiasaan buruk dan mulai membangun kebiasaan yang lebih sehat adalah langkah penting dalam menjaga kesehatan otak kita.
Pepatah mengatakan, "Segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik." Ungkapan ini juga berlaku untuk otak. Ketika otak tidak berfungsi dengan baik, kita cenderung makan lebih banyak. Sebaliknya, kebiasaan makan berlebihan pun dapat merusak fungsi otak.
Konsumsi makanan berlebihan menyebabkan penumpukan plak kolesterol dan penebalan pembuluh darah di otak, mengurangi aliran darah ke sel-sel otak. Dampaknya, fungsi otak terganggu, bahkan meningkatkan risiko penyakit Alzheimer. Selain itu, kebiasaan makan berlebihan berhubungan erat dengan obesitas, yang bisa merusak citra diri dan menurunkan kepercayaan diri, serta meningkatkan potensi masalah psikologis seperti depresi.
Pepatah lama menyebutkan, "Belajar terus tanpa bermain akan membuat si Jack jadi anak yang membosankan." Olahraga tidak hanya membuat tubuh lebih bugar, tetapi juga meningkatkan fleksibilitas dan kelincahan tubuh, termasuk otak. Kurangnya aktivitas fisik memperlambat kinerja tubuh dan otak, serta mengganggu keseimbangan serta kemampuan motorik.
Penelitian menunjukkan bahwa olahraga dapat meremajakan tubuh dengan melepaskan endorfin, hormon kebahagiaan. Tidak hanya bagi otak, olahraga juga memperkuat jantung dan paru-paru. Jadi, mengapa tidak mulai berolahraga sekarang juga?
Kurang tidur sangat mengganggu kemampuan otak dalam berfungsi dengan baik. Jika kamu pernah merasa kebingungan saat pulang ke rumah atau lupa menaruh barang, bisa jadi kurang tidur menjadi penyebabnya.
Tidur yang kurang memengaruhi kognisi, karena beberapa sel otak bisa mati tanpa istirahat yang cukup. Akibatnya, proses mengingat sesuatu menjadi lebih sulit. Selain itu, kurang tidur juga bisa memicu berbagai masalah psikologis yang lebih serius.
Pastikan untuk tidur setidaknya 7 jam setiap malam. Tidur yang cukup bukan hanya menjaga penampilan, tetapi juga sangat baik untuk kesehatan otak. (medindia.net/Z-10)
Sebuah studi selama 25 tahun di Swedia mengungkap kaitan antara konsumsi keju full-fat dengan penurunan risiko Alzheimer.
Ketahui fenomena sleep banking untuk meningkatkan fokus dan performa atletik. Apakah benar tidur bisa ditabung layaknya uang di bank? Simak penjelasannya.
Bukan cuma soal jumlah, jenis karbohidrat yang Anda konsumsi berdampak pada kesehatan otak. Simak bagaimana diet rendah glikemik dapat menurunkan risiko Alzheimer.
Kesehatan otak seharusnya dirawat sejak dini melalui kebiasaan sehari-hari yang konsisten.
Ilmuwan Case Western Reserve temukan senyawa CS2 yang mampu menghentikan kerusakan sel otak penyebab Parkinson. Harapan baru bagi 1 juta pasien.
Penelitian terbaru mengungkap bahaya lonjakan gula darah setelah makan terhadap kesehatan otak. Risiko Alzheimer meningkat drastis tanpa terlihat melalui kerusakan fisik otak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved