Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
MULTITASKING atau kebiasaan mengerjakan banyak hal dalam waktu bersamaan kerap dianggap sebagai solusi agar pekerjaan cepat selesai. TIDak sedikit orang yang bangga mampu membagi fokus ke berbagai aktivitas sekaligus. Namun, di balik kesan produktif tersebut, multitasking justru menyimpan berbagai risiko bagi kesehatan, terutama kesehatan otak.
Mengutip dari laman hello sehat, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa otak manusia sejatinya tidak dirancang untuk fokus pada banyak tugas sekaligus. Alih-alih bekerja lebih efektif, multitasking dapat membuat kinerja otak menurun dan memicu berbagai masalah kesehatan fisik maupun mental.
Salah satu dampak serius multitasking adalah terganggunya fungsi otak. Saat seseorang mengerjakan beberapa tugas secara bersamaan, otak dipaksa berpindah fokus dengan cepat. Kondisi ini membuat kemampuan otak dalam mengatur tubuh, merespons rangsangan pancaindra, berbicara, hingga mengelola emosi menjadi menurun.
Bahkan, sebuah studi dari University of London pada 2015 menemukan bahwa multitasking dapat menurunkan kecerdasan intelektual (IQ) hingga 15 poin. Penurunan ini membuat tingkat kecerdasan seseorang setara dengan anak usia sekitar delapan tahun.
Multitasking juga berkaitan erat dengan meningkatnya risiko stres. Tekanan akan semakin besar ketika tugas yang dikerjakan memiliki tingkat kesulitan tinggi. Stres yang terus dibiarkan dapat menurunkan performa kerja dan berpotensi berkembang menjadi gangguan kesehatan mental, seperti kecemasan.
Selain itu, stres akibat multitasking dapat memicu peningkatan denyut jantung dan tekanan darah tinggi. Dampaknya, suasana hati menjadi tidak stabil dan hasil pekerjaan pun tidak maksimal.
Dampak multitasking tidak hanya dirasakan oleh individu, tetapi juga orang di sekitarnya. Kebiasaan sibuk dengan ponsel saat bersama pasangan atau keluarga dapat menurunkan kualitas komunikasi. Jika dibiarkan, hubungan dapat menjadi renggang dan memicu konflik.
Melihat banyaknya risiko yang ditimbulkan, kebiasaan multitasking sebaiknya mulai dikurangi. Ada beberapa langkah sederhana yang bisa diterapkan untuk melatih fokus pada satu pekerjaan dalam satu waktu.
Salah satunya dengan menerapkan aturan 20 menit, yaitu fokus mengerjakan satu tugas selama 20 menit sebelum beralih ke aktivitas lain.
Selain itu, menyusun jadwal pekerjaan secara terperinci dapat membantu menjaga fokus dan menghindari gangguan. Menjauhkan gawai saat bekerja juga menjadi langkah penting untuk mengurangi distraksi. (Z-1)
Selain sakit kepala dan asfiksia (kekurangan oksigen), gas tertawa dapat memicu terbentuknya bekuan darah serta gangguan pada hitung darah.
Kesehatan otak seharusnya dirawat sejak dini melalui kebiasaan sehari-hari yang konsisten.
Penelitian terbaru mengungkap ekspresi wajah primata dan manusia adalah tindakan terencana, bukan sekadar respons emosional otomatis.
Sebuah penelitian terbaru yang dimuat dalam jurnal ilmiah dan dilansir oleh laman PsyPost mengungkap bahwa misi luar angkasa tidak hanya berdampak pada otot dan tulang manusia
Kolin merupakan nutrisi esensial yang berperan langsung dalam pengaturan suasana hati, daya pikir, dan emosi.
Pernahkah kamu melihat wajah pada rumput, batu, bangunan, atau mungkin benda-benda terdekat di sekitar?
INDONESIA turut ambil bagian dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN Muslim Youth Summit (ASEAMYS) 2026 yang digelar di Brisbane Technology Park, Australia, pada 6-7 Februari 2026.
Makan pada saat sahur adalah kunci energi selama puasa.
Beberapa penelitian dan pendapat medis menyebutkan bahwa puasa dapat mengurangi kejadian atau keparahan gangguan asam lambung seperti maag dan GERD.
PADA Senin, 2 Februari 2026, dibentuk Forum Organisasi Profesi Kedokteran dan Kesehatan Indonesia (FOPKKI) sebagai forum koordinasi dan komunikasi nasional.
Saat ini, fasilitas kesehatan maupun SDM kesehatan di Indonesia sudah sangat baik dan tidak kalah dengan rumah sakit di Malaysia maupun Singapura.
Efek dehidrasi ringan akan semakin terasa jika tubuh tidak terhidrasi selama sekitar tiga jam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved