Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Sering Multitasking? Waspadai Dampaknya bagi Kesehatan Otak

Abi Rama
16/12/2025 04:25
Sering Multitasking? Waspadai Dampaknya bagi Kesehatan Otak
Ilustrasi(Freepik)

MULTITASKING atau kebiasaan mengerjakan banyak hal dalam waktu bersamaan kerap dianggap sebagai solusi agar pekerjaan cepat selesai. TIDak sedikit orang yang bangga mampu membagi fokus ke berbagai aktivitas sekaligus. Namun, di balik kesan produktif tersebut, multitasking justru menyimpan berbagai risiko bagi kesehatan, terutama kesehatan otak.

Mengutip dari laman hello sehat, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa otak manusia sejatinya tidak dirancang untuk fokus pada banyak tugas sekaligus. Alih-alih bekerja lebih efektif, multitasking dapat membuat kinerja otak menurun dan memicu berbagai masalah kesehatan fisik maupun mental.

Mengganggu Fungsi Otak dan Menurunkan IQ

Salah satu dampak serius multitasking adalah terganggunya fungsi otak. Saat seseorang mengerjakan beberapa tugas secara bersamaan, otak dipaksa berpindah fokus dengan cepat. Kondisi ini membuat kemampuan otak dalam mengatur tubuh, merespons rangsangan pancaindra, berbicara, hingga mengelola emosi menjadi menurun.

Bahkan, sebuah studi dari University of London pada 2015 menemukan bahwa multitasking dapat menurunkan kecerdasan intelektual (IQ) hingga 15 poin. Penurunan ini membuat tingkat kecerdasan seseorang setara dengan anak usia sekitar delapan tahun.

Risiko Stres hingga Gangguan Mental

Multitasking juga berkaitan erat dengan meningkatnya risiko stres. Tekanan akan semakin besar ketika tugas yang dikerjakan memiliki tingkat kesulitan tinggi. Stres yang terus dibiarkan dapat menurunkan performa kerja dan berpotensi berkembang menjadi gangguan kesehatan mental, seperti kecemasan.

Selain itu, stres akibat multitasking dapat memicu peningkatan denyut jantung dan tekanan darah tinggi. Dampaknya, suasana hati menjadi tidak stabil dan hasil pekerjaan pun tidak maksimal.

Mengganggu Hubungan Sosial

Dampak multitasking tidak hanya dirasakan oleh individu, tetapi juga orang di sekitarnya. Kebiasaan sibuk dengan ponsel saat bersama pasangan atau keluarga dapat menurunkan kualitas komunikasi. Jika dibiarkan, hubungan dapat menjadi renggang dan memicu konflik.

Cara Mengurangi Kebiasaan Multitasking

Melihat banyaknya risiko yang ditimbulkan, kebiasaan multitasking sebaiknya mulai dikurangi. Ada beberapa langkah sederhana yang bisa diterapkan untuk melatih fokus pada satu pekerjaan dalam satu waktu.

Salah satunya dengan menerapkan aturan 20 menit, yaitu fokus mengerjakan satu tugas selama 20 menit sebelum beralih ke aktivitas lain. 

Selain itu, menyusun jadwal pekerjaan secara terperinci dapat membantu menjaga fokus dan menghindari gangguan. Menjauhkan gawai saat bekerja juga menjadi langkah penting untuk mengurangi distraksi. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik