Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
MULTITASKING atau kebiasaan mengerjakan banyak hal dalam waktu bersamaan kerap dianggap sebagai solusi agar pekerjaan cepat selesai. TIDak sedikit orang yang bangga mampu membagi fokus ke berbagai aktivitas sekaligus. Namun, di balik kesan produktif tersebut, multitasking justru menyimpan berbagai risiko bagi kesehatan, terutama kesehatan otak.
Mengutip dari laman hello sehat, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa otak manusia sejatinya tidak dirancang untuk fokus pada banyak tugas sekaligus. Alih-alih bekerja lebih efektif, multitasking dapat membuat kinerja otak menurun dan memicu berbagai masalah kesehatan fisik maupun mental.
Salah satu dampak serius multitasking adalah terganggunya fungsi otak. Saat seseorang mengerjakan beberapa tugas secara bersamaan, otak dipaksa berpindah fokus dengan cepat. Kondisi ini membuat kemampuan otak dalam mengatur tubuh, merespons rangsangan pancaindra, berbicara, hingga mengelola emosi menjadi menurun.
Bahkan, sebuah studi dari University of London pada 2015 menemukan bahwa multitasking dapat menurunkan kecerdasan intelektual (IQ) hingga 15 poin. Penurunan ini membuat tingkat kecerdasan seseorang setara dengan anak usia sekitar delapan tahun.
Multitasking juga berkaitan erat dengan meningkatnya risiko stres. Tekanan akan semakin besar ketika tugas yang dikerjakan memiliki tingkat kesulitan tinggi. Stres yang terus dibiarkan dapat menurunkan performa kerja dan berpotensi berkembang menjadi gangguan kesehatan mental, seperti kecemasan.
Selain itu, stres akibat multitasking dapat memicu peningkatan denyut jantung dan tekanan darah tinggi. Dampaknya, suasana hati menjadi tidak stabil dan hasil pekerjaan pun tidak maksimal.
Dampak multitasking tidak hanya dirasakan oleh individu, tetapi juga orang di sekitarnya. Kebiasaan sibuk dengan ponsel saat bersama pasangan atau keluarga dapat menurunkan kualitas komunikasi. Jika dibiarkan, hubungan dapat menjadi renggang dan memicu konflik.
Melihat banyaknya risiko yang ditimbulkan, kebiasaan multitasking sebaiknya mulai dikurangi. Ada beberapa langkah sederhana yang bisa diterapkan untuk melatih fokus pada satu pekerjaan dalam satu waktu.
Salah satunya dengan menerapkan aturan 20 menit, yaitu fokus mengerjakan satu tugas selama 20 menit sebelum beralih ke aktivitas lain.
Selain itu, menyusun jadwal pekerjaan secara terperinci dapat membantu menjaga fokus dan menghindari gangguan. Menjauhkan gawai saat bekerja juga menjadi langkah penting untuk mengurangi distraksi. (Z-1)
Sebuah penelitian terbaru yang dimuat dalam jurnal ilmiah dan dilansir oleh laman PsyPost mengungkap bahwa misi luar angkasa tidak hanya berdampak pada otot dan tulang manusia
Kolin merupakan nutrisi esensial yang berperan langsung dalam pengaturan suasana hati, daya pikir, dan emosi.
Pernahkah kamu melihat wajah pada rumput, batu, bangunan, atau mungkin benda-benda terdekat di sekitar?
Peneliti berhasil mengembangkan protein sensor untuk melacak sinyal glutamat di otak secara real-time. Penemuan ini membuka tabir cara otak belajar dan memproses memori.
peneliti di Swedia dan Republik Ceko pada 2023 menemukan faktor pemicu risiko demensia bahkan sebelum lahir
Peneliti berhasil memperbaiki fleksibilitas otak tikus model Down syndrome menggunakan molekul pleiotrophin. Temuan ini menantang teori terapi otak harus dilakukan sejak dalam kandungan.
Ancaman super flu, infeksi saluran pernapasan akibat virus influenza dengan gejala yang lebih berat dibanding flu biasa, kian menjadi perhatian.
Buku berjudul Mika & Maka: Berani ke Dokter karya kolaborasi Karen Nijsen dan Maria Ardelia menghadirkan kisah yang disampaikan secara hangat dan mudah dipahami agar anak takut ke dokter
Siapa sangka, golongan darah ternyata ikut berkaitan dengan risiko serangan jantung. Ini bukan mitos kesehatan.
Dengan teknologi bedah robotik, standar perawatan bedah tidak lagi dibatasi oleh jarak geografis, melainkan ditentukan oleh kualitas keahlian dan presisi teknologi.
Bupati Samosir Vandiko Gultom mengusulkan peningkatan daya dukung fasilitas kesehatan di Samosir agar sejalan dengan statusnya sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).
Pilihan mengolah pangan dengan cara dikukus membawa dampak signifikan bagi kesehatan tubuh.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved