Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Aktivitas Fisik Ringan sudah Cukup untuk Cegah Demensia

Despian Nurhidayat
03/12/2025 14:23
Aktivitas Fisik Ringan sudah Cukup untuk Cegah Demensia
Ilustrasi(Kingsmith)

Demensia masih menjadi persoalan kesehatan global dengan jumlah kasus yang terus bertambah setiap tahun. Walaupun kerap dikaitkan dengan usia lanjut, penurunan fungsi kognitif dapat muncul lebih cepat pada individu yang jarang bergerak. Karena itu, membiasakan tubuh tetap aktif, meski hanya melalui aktivitas fisik ringan, menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan otak sejak dini.

Berbagai penelitian membuktikan bahwa kebiasaan bergerak secara teratur, meski dengan intensitas rendah, memberi pengaruh positif pada area otak yang mengatur memori, perhatian, dan proses belajar. Studi lain menunjukkan bahwa latihan aerobik yang dilakukan rutin dapat membantu mempertahankan, bahkan meningkatkan, ukuran hippocampus, bagian otak yang berperan dalam pembentukan memori baru.

Riset terkait Alzheimer juga menemukan bahwa aktivitas fisik 20-30 menit per hari berhubungan dengan perlambatan penurunan kognitif, terutama pada individu dengan risiko tinggi. Aktivitas fisik memang bukan pengobatan, tetapi merupakan komponen penting dalam gaya hidup sehat yang mendukung fungsi otak jangka panjang.

Berjalan kaki menjadi pilihan aktivitas fisik yang paling mudah dilakukan. Harvard Health menyoroti bahwa berjalan sekitar 3.000–5.000 langkah per hari berkaitan dengan kesehatan otak yang lebih baik serta membantu menunda munculnya gejala awal demensia. Selain meningkatkan fungsi kognitif, berjalan kaki juga bermanfaat bagi kesehatan jantung, kualitas tidur, dan kestabilan suasana hati, semuanya berdampak pada kesehatan otak.

Dalam praktiknya, tidak semua orang dapat rutin berjalan di luar ruangan. Faktor cuaca, polusi, kondisi lingkungan, hingga padatnya aktivitas harian membuat banyak orang sulit mempertahankan rutinitas sederhana tersebut. Karena itu, aktivitas fisik ringan yang dilakukan dari rumah menjadi semakin relevan, terutama bagi masyarakat perkotaan yang membutuhkan fleksibilitas.

Treadmill indoor muncul sebagai solusi praktis untuk tetap aktif tanpa bergantung pada cuaca maupun waktu. Alat ini membantu pengguna mempertahankan kebiasaan berjalan setiap hari secara lebih konsisten. Brand Manager Kingsmith WalkingPad, Andri Sutanto, menjelaskan bahwa tren olahraga di rumah terus meningkat seiring bertambahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gaya hidup aktif.

“Banyak orang ingin tetap bergerak, tetapi terkendala cuaca, waktu, atau lingkungan. Karena itu, perangkat olahraga yang mudah digunakan di rumah semakin dibutuhkan,” ujarnya.

Salah satu perangkat yang dirancang untuk aktivitas fisik ringan adalah Kingsmith R3 Hybrid+, treadmill lipat dengan desain yang ringkas. “Desain foldable membuat treadmill mudah disimpan dan tidak memakan tempat, cocok untuk hunian modern. Pengguna dapat memilih berjalan santai atau jogging ringan sesuai kebutuhan,” jelas Andri.

Ia menekankan bahwa konsistensi merupakan kunci dalam menjaga gaya hidup aktif. “Tidak harus olahraga berat. Yang penting adalah rutin bergerak setiap hari. Dengan perangkat yang praktis, orang bisa menjaga kebiasaan tersebut tanpa beban,” katanya.

Bagi siapa pun yang ingin memulai gaya hidup aktif untuk menjaga kebugaran dan mendukung kesehatan otak, aktivitas fisik ringan dari rumah bisa menjadi pilihan awal yang sederhana, nyaman, dan berkelanjutan. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya