Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Demensia masih menjadi persoalan kesehatan global dengan jumlah kasus yang terus bertambah setiap tahun. Walaupun kerap dikaitkan dengan usia lanjut, penurunan fungsi kognitif dapat muncul lebih cepat pada individu yang jarang bergerak. Karena itu, membiasakan tubuh tetap aktif, meski hanya melalui aktivitas fisik ringan, menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan otak sejak dini.
Berbagai penelitian membuktikan bahwa kebiasaan bergerak secara teratur, meski dengan intensitas rendah, memberi pengaruh positif pada area otak yang mengatur memori, perhatian, dan proses belajar. Studi lain menunjukkan bahwa latihan aerobik yang dilakukan rutin dapat membantu mempertahankan, bahkan meningkatkan, ukuran hippocampus, bagian otak yang berperan dalam pembentukan memori baru.
Riset terkait Alzheimer juga menemukan bahwa aktivitas fisik 20-30 menit per hari berhubungan dengan perlambatan penurunan kognitif, terutama pada individu dengan risiko tinggi. Aktivitas fisik memang bukan pengobatan, tetapi merupakan komponen penting dalam gaya hidup sehat yang mendukung fungsi otak jangka panjang.
Berjalan kaki menjadi pilihan aktivitas fisik yang paling mudah dilakukan. Harvard Health menyoroti bahwa berjalan sekitar 3.000–5.000 langkah per hari berkaitan dengan kesehatan otak yang lebih baik serta membantu menunda munculnya gejala awal demensia. Selain meningkatkan fungsi kognitif, berjalan kaki juga bermanfaat bagi kesehatan jantung, kualitas tidur, dan kestabilan suasana hati, semuanya berdampak pada kesehatan otak.
Dalam praktiknya, tidak semua orang dapat rutin berjalan di luar ruangan. Faktor cuaca, polusi, kondisi lingkungan, hingga padatnya aktivitas harian membuat banyak orang sulit mempertahankan rutinitas sederhana tersebut. Karena itu, aktivitas fisik ringan yang dilakukan dari rumah menjadi semakin relevan, terutama bagi masyarakat perkotaan yang membutuhkan fleksibilitas.
Treadmill indoor muncul sebagai solusi praktis untuk tetap aktif tanpa bergantung pada cuaca maupun waktu. Alat ini membantu pengguna mempertahankan kebiasaan berjalan setiap hari secara lebih konsisten. Brand Manager Kingsmith WalkingPad, Andri Sutanto, menjelaskan bahwa tren olahraga di rumah terus meningkat seiring bertambahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gaya hidup aktif.
“Banyak orang ingin tetap bergerak, tetapi terkendala cuaca, waktu, atau lingkungan. Karena itu, perangkat olahraga yang mudah digunakan di rumah semakin dibutuhkan,” ujarnya.
Salah satu perangkat yang dirancang untuk aktivitas fisik ringan adalah Kingsmith R3 Hybrid+, treadmill lipat dengan desain yang ringkas. “Desain foldable membuat treadmill mudah disimpan dan tidak memakan tempat, cocok untuk hunian modern. Pengguna dapat memilih berjalan santai atau jogging ringan sesuai kebutuhan,” jelas Andri.
Ia menekankan bahwa konsistensi merupakan kunci dalam menjaga gaya hidup aktif. “Tidak harus olahraga berat. Yang penting adalah rutin bergerak setiap hari. Dengan perangkat yang praktis, orang bisa menjaga kebiasaan tersebut tanpa beban,” katanya.
Bagi siapa pun yang ingin memulai gaya hidup aktif untuk menjaga kebugaran dan mendukung kesehatan otak, aktivitas fisik ringan dari rumah bisa menjadi pilihan awal yang sederhana, nyaman, dan berkelanjutan. (E-3)
Penelitian terbaru mengungkap bahaya lonjakan gula darah setelah makan terhadap kesehatan otak. Risiko Alzheimer meningkat drastis tanpa terlihat melalui kerusakan fisik otak.
SAMSUNG dikabarkan akan memperkenalkan sebuah teknologi yang mampu mendeteksi kesehatan otak dan deteksi dini demensia pada gelaran Consumer Electronic Show (CES) 2026.
Penelitian terbaru selama 25 tahun menemukan kaitan antara konsumsi keju tinggi lemak dengan penurunan risiko demensia. Simak fakta menariknya di sini.
peneliti di Swedia dan Republik Ceko pada 2023 menemukan faktor pemicu risiko demensia bahkan sebelum lahir
Risiko demensia tidak hanya berkaitan dengan faktor usia lanjut, tetapi bisa mulai terbentuk sejak masa kanak-kanak.
Manfaat kognitif ini dihasilkan karena olahraga meningkatkan aliran darah ke otak Anda, yang membantu melawan beberapa penurunan koneksi otak alami yang terjadi selama penuaan
Penelitian terbaru mengungkap bahaya lonjakan gula darah setelah makan terhadap kesehatan otak. Risiko Alzheimer meningkat drastis tanpa terlihat melalui kerusakan fisik otak.
Penelitian terbaru selama 25 tahun menemukan kaitan antara konsumsi keju tinggi lemak dengan penurunan risiko demensia. Simak fakta menariknya di sini.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi ikan secara rutin berkaitan dengan kesehatan otak yang lebih baik.
Alih-alih bekerja lebih efektif, multitasking dapat membuat kinerja otak menurun dan memicu berbagai masalah kesehatan fisik maupun mental.
Studi Stanford yang menganalisis data kesehatan di Wales menemukan lansia penerima vaksin shingles memiliki risiko demensia 20% lebih rendah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved