Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Studi Terbaru: Terapi Obesitas Berpotensi Tekan Konsumsi Alkohol dan Rokok di Rumah Tangga

Basuki Eka Purnama
13/1/2026 11:56
Studi Terbaru: Terapi Obesitas Berpotensi Tekan Konsumsi Alkohol dan Rokok di Rumah Tangga
Ilustrasi(Freepik)

TEMUAN menarik dipaparkan oleh Novo Nordisk dalam ajang ilmiah internasional ObesityWeek di Atlanta, Amerika Serikat (AS). Berdasarkan analisis data nyata (real-world data) terhadap lebih dari 200.000 rumah tangga, penggunaan obat GLP-1 RA untuk pengelolaan berat badan ternyata berdampak signifikan pada pola belanja keluarga, khususnya pada penurunan konsumsi alkohol dan rokok.

Analisis yang dilakukan sejak April 2024 hingga April 2025 ini menemukan bahwa rumah tangga yang memiliki setidaknya satu pengguna obat GLP-1 RA menunjukkan penurunan pengeluaran belanja dari tahun ke tahun. 

Penurunan ini paling terlihat pada pembelian produk tembakau dan alkohol dibandingkan dengan rumah tangga yang tidak menggunakan obat sejenis.

Chief Medical Officer Novo Nordisk, Dr. Filip K. Knop, menyambut positif temuan ini. 

"Kita telah mengetahui bahwa obat GLP-1 Novo Nordisk untuk pengelolaan berat badan terbukti efektif menurunkan berat badan dan memberikan manfaat kesehatan yang luas. Karena itu, sangat menarik melihat adanya indikasi bahwa terapi ini juga dapat membantu individu dengan obesitas dalam mengambil keputusan yang lebih sehat setiap harinya," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa penurunan belanja alkohol dan rokok ini merupakan kabar menggembirakan karena menunjukkan potensi terapi dalam membantu pasien dan anggota keluarga mereka membangun pola hidup yang lebih sehat. 

Temuan ini juga melengkapi studi "INFORM" yang sebelumnya menyelidiki pengaruh terapi tersebut terhadap pengurangan food noise atau gangguan pikiran untuk terus makan.

Tantangan Obesitas di Indonesia

Di Indonesia, urgensi penanganan obesitas kian mendesak. Data kesehatan terbaru menunjukkan 1 dari 4 orang dewasa di Indonesia hidup dengan kondisi obesitas atau kelebihan lemak perut. 

Kondisi ini meningkatkan risiko penyakit serius seperti diabetes tipe 2, hipertensi, hingga penyakit jantung yang menjadi beban keuangan keluarga.

Clinical, Medical, Regulatory Director Novo Nordisk Indonesia, dr. Riyanny Meisha Tarliman, menekankan pentingnya mengubah persepsi masyarakat terhadap obesitas. 

"Banyak pasien merasa ini sepenuhnya kesalahan mereka, padahal obesitas adalah kondisi medis yang kompleks dan membutuhkan bantuan," ungkap Riyanny.

Ia berharap masyarakat mulai melihat obesitas sebagai kondisi medis yang perlu ditangani secara serius dengan dukungan dokter. 

"Harapan kami, masyarakat Indonesia semakin melihat obesitas sebagai kondisi yang bisa dan perlu ditangani secara serius, dengan dukungan dokter dan terapi yang tepat, bukan dengan menyalahkan diri sendiri," lanjutnya.

Catatan Medis dan Edukasi

Meski menunjukkan korelasi positif, para peneliti mengingatkan bahwa studi ini bersifat asosiatif dan belum bisa membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung. 

Penggunaan obat GLP-1 RA tetap harus berdasarkan resep dokter dan menjadi pendukung bagi pola makan rendah kalori serta aktivitas fisik.

Sebagai bagian dari upaya edukasi, Novo Nordisk menyediakan platform NovoCare.id yang menyajikan informasi terpercaya mengenai obesitas dan manajemen penyakit kronis untuk membantu pasien mengambil keputusan kesehatan yang tepat. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya