Headline
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMAHAMI cara memberikan makanan yang tepat merupakan kewajiban fundamental bagi orangtua guna memenuhi kebutuhan gizi anak secara optimal. Hal ini ditekankan dokter spesialis anak, dr. Ian Suryadi Suteja, M.Med Sc, Sp.A, dalam sebuah diskusi kesehatan di Jakarta, akhir pekan lalu.
Menurut lulusan Universitas Gadjah Mada tersebut, aturan pemberian makan anak atau feeding rules tidak hanya bicara soal apa yang dimakan, tetapi mencakup tiga pilar utama: jadwal, prosedur, dan lingkungan.
"Penting kita sebagai orangtua kita harus tahu, cara memberi makan, dalam arti waktunya tepat, cara pemberian makannya tepat, dan komposisinya juga harus tepat. Jadi ada tiga tahap itu," ujar Ian.
Sejalan dengan dorongan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Ian menyarankan penerapan metode pemberian makan responsif. Artinya, orangtua harus peka terhadap respons dan kebutuhan biologis anak, terutama dalam mengenali sinyal lapar dan kenyang.
"Jadi lihat aja kalau anaknya sudah lapar kasih," jelasnya.
Namun, ia memberikan catatan penting mengenai transisi pola makan seiring bertambahnya usia.
"Ingat (usia) 0 sampai 3 bulan minum susu semau bayi, 4 sampai 6 bulan sudah mulai harus berjadwal, di atasnya pun juga begitu."
Terkait porsi, orangtua diminta tidak memaksakan volume yang besar. Untuk bayi berusia sembilan bulan, misalnya, kapasitas lambung mereka biasanya hanya mampu menampung sekitar 30 mililiter makanan dalam sekali makan.
Dalam hal komposisi gizi, Ian menyoroti peran krusial protein hewani seperti daging, susu, dan telur di samping asupan karbohidrat, sayur, serta buah.
Protein hewani dinilai memiliki keunggulan kompetitif dalam mencegah stunting pada anak.
"Protein hewani itu penting untuk mengatasi stunting, karena asam aminonya lengkap, nilai nutrisinya juga banyak, mengandung zat besi yang juga lebih bagus, kandungan nutrisi yang jauh diperlukan, jauh lebih banyak diperlukan daripada protein nabati," paparnya.
Untuk menjaga metabolisme dan pola makan yang teratur, ia menyarankan skema jadwal sebagai berikut:
Selain aspek nutrisi, suasana saat makan memegang peranan penting. Dr. Ian mengingatkan orang tua untuk menciptakan lingkungan yang menyenangkan agar anak dapat menikmati proses makan tanpa merasa dipaksa.
Terakhir, ia berpesan agar orang tua selalu waspada terhadap perubahan pola makan dan rutin membandingkan pertumbuhan anak dengan kurva pertumbuhan anak seusianya. Deteksi dini ini sangat penting untuk mencegah masalah gizi kronis di masa depan. (Ant/Z-1)
Istilah "makan terakhir" biasanya merujuk pada hidangan pamungkas yang diinginkan seseorang sebelum menutup usia.
Minat makan anak sangat dipengaruhi oleh pengalaman sensorik, termasuk variasi rasa dan aroma.
Pada fase krusial saat mengonsumsi MPASI, anak perlu diperkenalkan dengan berbagai spektrum rasa agar mereka lebih terbuka terhadap variasi pangan di kemudian hari.
Susu sejatinya berfungsi sebagai bagian dari makanan lengkap atau sekadar makanan selingan, terutama saat sarapan.
Meski ibu hamil sering merasa lapar atau mengalami ngidam, pola makan tetap harus dijaga agar tidak berlebihan dan tetap seimbang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved