Headline

Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.

Panduan Pemberian Makan Anak: Kunci Cegah Stunting melalui Jadwal dan Nutrisi Tepat

Basuki Eka Purnama
16/3/2026 09:39
Panduan Pemberian Makan Anak: Kunci Cegah Stunting melalui Jadwal dan Nutrisi Tepat
Ilustrasi(Freepik)

MEMAHAMI cara memberikan makanan yang tepat merupakan kewajiban fundamental bagi orangtua guna memenuhi kebutuhan gizi anak secara optimal. Hal ini ditekankan dokter spesialis anak, dr. Ian Suryadi Suteja, M.Med Sc, Sp.A, dalam sebuah diskusi kesehatan di Jakarta, akhir pekan lalu.

Menurut lulusan Universitas Gadjah Mada tersebut, aturan pemberian makan anak atau feeding rules tidak hanya bicara soal apa yang dimakan, tetapi mencakup tiga pilar utama: jadwal, prosedur, dan lingkungan.

"Penting kita sebagai orangtua kita harus tahu, cara memberi makan, dalam arti waktunya tepat, cara pemberian makannya tepat, dan komposisinya juga harus tepat. Jadi ada tiga tahap itu," ujar Ian.

Menghargai Sinyal Tubuh Anak

Sejalan dengan dorongan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Ian menyarankan penerapan metode pemberian makan responsif. Artinya, orangtua harus peka terhadap respons dan kebutuhan biologis anak, terutama dalam mengenali sinyal lapar dan kenyang.

"Jadi lihat aja kalau anaknya sudah lapar kasih," jelasnya. 

Namun, ia memberikan catatan penting mengenai transisi pola makan seiring bertambahnya usia. 

"Ingat (usia) 0 sampai 3 bulan minum susu semau bayi, 4 sampai 6 bulan sudah mulai harus berjadwal, di atasnya pun juga begitu."

Terkait porsi, orangtua diminta tidak memaksakan volume yang besar. Untuk bayi berusia sembilan bulan, misalnya, kapasitas lambung mereka biasanya hanya mampu menampung sekitar 30 mililiter makanan dalam sekali makan.

Strategi Komposisi dan Jadwal

Dalam hal komposisi gizi, Ian menyoroti peran krusial protein hewani seperti daging, susu, dan telur di samping asupan karbohidrat, sayur, serta buah. 

Protein hewani dinilai memiliki keunggulan kompetitif dalam mencegah stunting pada anak.

"Protein hewani itu penting untuk mengatasi stunting, karena asam aminonya lengkap, nilai nutrisinya juga banyak, mengandung zat besi yang juga lebih bagus, kandungan nutrisi yang jauh diperlukan, jauh lebih banyak diperlukan daripada protein nabati," paparnya.

Untuk menjaga metabolisme dan pola makan yang teratur, ia menyarankan skema jadwal sebagai berikut:

  • Makanan Utama: Tiga kali sehari.
  • Makanan Selingan (Camilan): Dua sampai tiga kali sehari.
  • Durasi Makan: Maksimal 30 menit untuk menghindari kebosanan dan trauma pada anak.
  • Pemberian Air Putih: Disarankan dilakukan di antara waktu makan.

Lingkungan Tanpa Paksaan

Selain aspek nutrisi, suasana saat makan memegang peranan penting. Dr. Ian mengingatkan orang tua untuk menciptakan lingkungan yang menyenangkan agar anak dapat menikmati proses makan tanpa merasa dipaksa.

Terakhir, ia berpesan agar orang tua selalu waspada terhadap perubahan pola makan dan rutin membandingkan pertumbuhan anak dengan kurva pertumbuhan anak seusianya. Deteksi dini ini sangat penting untuk mencegah masalah gizi kronis di masa depan. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya