Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
BANYAK orang memilih olahraga sebagai cara utama untuk menurunkan berat badan. Aktivitas fisik memang terbukti membantu membakar kalori, meningkatkan metabolisme, sekaligus menjaga kesehatan jantung dan kebugaran tubuh secara keseluruhan. Tidak sedikit orang yang merasa kecewa karena angka di timbangan tak kunjung turun, meski sudah rutin berolahraga.
Dilansir dari laman Alodokter, kondisi tersebut bisa terjadi karena beberapa kesalahan dalam pola olahraga maupun gaya hidup sehari-hari. Tanpa disadari, kebiasaan tertentu justru dapat menghambat proses penurunan berat badan.
Latihan kardio seperti lari, bersepeda, atau aerobik memang efektif membakar kalori dan menyehatkan jantung. Namun, melakukan kardio secara berlebihan justru bisa berdampak kurang baik.
Terlalu sering atau terlalu lama melakukan kardio dapat mengurangi massa otot. Ketika massa otot berkurang, tubuh cenderung menyimpan lebih banyak lemak sebagai cadangan energi. Akibatnya, berat badan sulit turun meski sudah rutin berolahraga.
Saat berolahraga, tubuh melepaskan hormon kortisol yang berfungsi membantu menyediakan energi bagi otot. Dalam kadar normal, hormon ini bermanfaat. Namun, jika olahraga dilakukan terlalu lama tanpa jeda yang cukup, kadar kortisol bisa meningkat berlebihan.
Kortisol yang tinggi dalam jangka waktu lama dapat memicu penumpukan lemak, terutama di area tertentu seperti perut. Kondisi ini tentu bertolak belakang dengan tujuan awal berolahraga untuk menurunkan berat badan.
Istirahat merupakan bagian penting dari proses pembentukan dan pemulihan otot. Saat tubuh beristirahat, proses pembakaran lemak tetap berlangsung dan otot memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri.
Jika waktu istirahat kurang, tubuh tidak mendapatkan kesempatan optimal untuk pulih. Selain berisiko menimbulkan kelelahan, kurang istirahat juga dapat menghambat penurunan berat badan dan menurunkan performa olahraga keesokan harinya.
Sebaliknya, berolahraga terlalu singkat atau tidak konsisten juga tidak memberikan hasil maksimal. Aktivitas fisik yang minim tidak cukup untuk menciptakan defisit kalori yang dibutuhkan guna menurunkan berat badan.
Idealnya, olahraga dilakukan sekitar 30 menit per hari, setidaknya tiga kali dalam seminggu. Konsistensi dan keseimbangan menjadi kunci agar tubuh dapat beradaptasi dan membakar lemak secara optimal.
Selain pola latihan, faktor lain yang tidak kalah penting adalah pola makan. Konsumsi makanan berlebihan atau tidak seimbang dapat menggagalkan upaya penurunan berat badan, meski sudah rutin berolahraga.
Karena itu, olahraga sebaiknya diiringi dengan pola makan bergizi seimbang, istirahat yang cukup, serta pengelolaan stres yang baik. Kombinasi ini membantu tubuh bekerja lebih efektif dalam membakar lemak dan menjaga berat badan tetap ideal.
Meski hasilnya belum terlihat, bukan berarti olahraga sia-sia. Tetaplah konsisten dan hindari latihan berlebihan. Jika berat badan tak kunjung turun, berkonsultasi dengan dokter dapat menjadi langkah bijak untuk mendapatkan program penurunan berat badan yang sesuai dengan kondisi tubuh masing-masing. (Alodokter/Z-2)
Rudal dan drone Iran telah berulang kali menargetkan Doha, Dubai, Abu Dhabi, Manama, dan berbagai wilayah Arab Saudi.
Dengan memilih jenis olahraga yang tepat dan dilakukan secara teratur, gejala asma justru dapat lebih terkontrol dan kualitas hidup meningkat.
Aktivitas fisik yang rutin terbukti dapat menjaga kebugaran, membantu mengontrol kadar gula darah, serta meningkatkan metabolisme.
Karbohidrat tetap menjadi elemen krusial bagi tubuh sebagai sumber energi utama, terutama saat berolahraga di tengah kondisi berpuasa.
Penambahan fitur di Strava ini merupakan bentuk respons langsung terhadap tingginya minat serta permintaan dari komunitas pengguna terhadap kelima aktivitas fisik tersebut.
Minat masyarakat Bandung terhadap olahraga raket terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
TANTANGAN dalam upaya menurunkan berat badan menjadi ideal saat ini disebut semakin kompleks karena dipengaruhi oleh berbagai faktor di lingkungan.
Orang yang berolahraga lebih banyak membakar kalori ekstra, tetapi mereka tidak kehilangan berat badan sebanyak yang diharapkan berdasarkan jumlah kalori yang terbakar.
Diet karnivora tidak direkomendasikan karena bertentangan dengan prinsip dasar gizi seimbang dan tidak direkomendasikan untuk masyarakat umum.
MENINGKATNYA prevalensi obesitas di Indonesia mendorong perlunya pendekatan pengendalian yang semakin adaptif terhadap perilaku dan preferensi masyarakat.
Setiap orang memiliki respons metabolisme yang berbeda yang dapat dipengaruhi oleh hormon, kebiasaan makan, hingga kondisi kesehatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved