Headline
Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.
Kumpulan Berita DPR RI
BANYAK orang memilih olahraga sebagai cara utama untuk menurunkan berat badan. Aktivitas fisik memang terbukti membantu membakar kalori, meningkatkan metabolisme, sekaligus menjaga kesehatan jantung dan kebugaran tubuh secara keseluruhan. Tidak sedikit orang yang merasa kecewa karena angka di timbangan tak kunjung turun, meski sudah rutin berolahraga.
Dilansir dari laman Alodokter, kondisi tersebut bisa terjadi karena beberapa kesalahan dalam pola olahraga maupun gaya hidup sehari-hari. Tanpa disadari, kebiasaan tertentu justru dapat menghambat proses penurunan berat badan.
Latihan kardio seperti lari, bersepeda, atau aerobik memang efektif membakar kalori dan menyehatkan jantung. Namun, melakukan kardio secara berlebihan justru bisa berdampak kurang baik.
Terlalu sering atau terlalu lama melakukan kardio dapat mengurangi massa otot. Ketika massa otot berkurang, tubuh cenderung menyimpan lebih banyak lemak sebagai cadangan energi. Akibatnya, berat badan sulit turun meski sudah rutin berolahraga.
Saat berolahraga, tubuh melepaskan hormon kortisol yang berfungsi membantu menyediakan energi bagi otot. Dalam kadar normal, hormon ini bermanfaat. Namun, jika olahraga dilakukan terlalu lama tanpa jeda yang cukup, kadar kortisol bisa meningkat berlebihan.
Kortisol yang tinggi dalam jangka waktu lama dapat memicu penumpukan lemak, terutama di area tertentu seperti perut. Kondisi ini tentu bertolak belakang dengan tujuan awal berolahraga untuk menurunkan berat badan.
Istirahat merupakan bagian penting dari proses pembentukan dan pemulihan otot. Saat tubuh beristirahat, proses pembakaran lemak tetap berlangsung dan otot memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri.
Jika waktu istirahat kurang, tubuh tidak mendapatkan kesempatan optimal untuk pulih. Selain berisiko menimbulkan kelelahan, kurang istirahat juga dapat menghambat penurunan berat badan dan menurunkan performa olahraga keesokan harinya.
Sebaliknya, berolahraga terlalu singkat atau tidak konsisten juga tidak memberikan hasil maksimal. Aktivitas fisik yang minim tidak cukup untuk menciptakan defisit kalori yang dibutuhkan guna menurunkan berat badan.
Idealnya, olahraga dilakukan sekitar 30 menit per hari, setidaknya tiga kali dalam seminggu. Konsistensi dan keseimbangan menjadi kunci agar tubuh dapat beradaptasi dan membakar lemak secara optimal.
Selain pola latihan, faktor lain yang tidak kalah penting adalah pola makan. Konsumsi makanan berlebihan atau tidak seimbang dapat menggagalkan upaya penurunan berat badan, meski sudah rutin berolahraga.
Karena itu, olahraga sebaiknya diiringi dengan pola makan bergizi seimbang, istirahat yang cukup, serta pengelolaan stres yang baik. Kombinasi ini membantu tubuh bekerja lebih efektif dalam membakar lemak dan menjaga berat badan tetap ideal.
Meski hasilnya belum terlihat, bukan berarti olahraga sia-sia. Tetaplah konsisten dan hindari latihan berlebihan. Jika berat badan tak kunjung turun, berkonsultasi dengan dokter dapat menjadi langkah bijak untuk mendapatkan program penurunan berat badan yang sesuai dengan kondisi tubuh masing-masing. (Alodokter/Z-2)
Lansia yang aktif secara fisik cenderung memiliki kondisi tubuh yang lebih bugar dibandingkan mereka yang kurang bergerak.
Orang dewasa yang aktif antara pukul 07.00–08.00 pagi mencatatkan kemungkinan terendah terkena penyakit arteri koroner.
Peneliti Duke University mengungkap fakta mengejutkan, pembakaran kalori saat olahraga tidak otomatis menambah total pembakaran harian karena tubuh melakukan kompensasi.
Di dalam tubuh manusia, terdapat hormon tertentu yang bertugas mengatur nafsu makan, rasa kenyang, hingga rasa lapar.
Kurang berolahraga dapat berdampak buruk bagi kesehatan tubuh. Aktivitas fisik penting untuk menjaga fungsi organ, kebugaran, dan keseimbangan metabolisme.
Pemenuhan gizi tidak bisa disamaratakan bagi setiap orang. Strategi nutrisi yang efektif harus menyesuaikan dengan profil fisik dan usia individu.
Peneliti Duke University mengungkap fakta mengejutkan, pembakaran kalori saat olahraga tidak otomatis menambah total pembakaran harian karena tubuh melakukan kompensasi.
Konsumsi makanan dengan kadar gula maupun garam tinggi dapat menyebabkan kulit kehilangan hidrasi dan menjadi lebih kering.
TANTANGAN dalam upaya menurunkan berat badan menjadi ideal saat ini disebut semakin kompleks karena dipengaruhi oleh berbagai faktor di lingkungan.
Orang yang berolahraga lebih banyak membakar kalori ekstra, tetapi mereka tidak kehilangan berat badan sebanyak yang diharapkan berdasarkan jumlah kalori yang terbakar.
Diet karnivora tidak direkomendasikan karena bertentangan dengan prinsip dasar gizi seimbang dan tidak direkomendasikan untuk masyarakat umum.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved