Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
MENJALANKAN ibadah puasa Ramadan bagi ibu menyusui menghadirkan tantangan tersendiri, terutama dalam menjaga volume dan kualitas Air Susu Ibu (ASI). Bidan sekaligus pendiri Bumilpamil, Jamilatus Sadiyah, menekankan pentingnya pemenuhan kebutuhan cairan dan energi yang tepat agar proses menyusui tetap berjalan optimal tanpa mengganggu kesehatan ibu.
Menurut Jamila, meskipun puasa umumnya tidak langsung menurunkan kualitas makronutrien dalam ASI, kondisi fisik ibu tetap harus diperhatikan.
"Beberapa studi menunjukkan bahwa puasa Ramadan pada ibu menyusui umumnya tidak langsung menurunkan kualitas makronutrien ASI, namun dehidrasi dan defisit energi dapat memengaruhi volume ASI dan kondisi ibu jika tidak diantisipasi dengan baik," ujar lulusan Poltekkes Kemenkes Jakarta 3 tersebut, dikutip Jumat (20/2).
Untuk mencegah penurunan volume ASI akibat dehidrasi, Jamila menyarankan ibu menyusui untuk memenuhi target konsumsi cairan sebesar 2,5 hingga 3 liter.
Pemenuhan ini dilakukan secara bertahap mulai dari waktu berbuka puasa hingga sahur.
Selain air putih, asupan cairan dan elektrolit bisa didapatkan melalui makanan berkuah seperti sup, serta buah-buahan dengan kadar air tinggi seperti semangka dan jeruk.
Dari sisi pemenuhan energi, ibu menyusui memerlukan tambahan asupan sekitar 400 hingga 500 kilokalori (kkal) per hari. Tambahan kalori ini sebaiknya dibagi pada waktu sahur dan berbuka dengan mengandalkan makanan padat gizi.
Jamila merekomendasikan pemilihan sumber nutrisi yang mendukung daya tahan tubuh dan sintesis ASI:
"Bila perlu, suplementasi multivitamin khusus ibu menyusui dapat dipertimbangkan sesuai anjuran tenaga kesehatan, terutama jika asupan makanan sulit optimal saat puasa," tambah Jamila.
Selain faktor nutrisi, keberlangsungan produksi ASI sangat bergantung pada frekuensi pengosongan payudara. Jamila menyarankan agar ibu tetap menyusui langsung (Direct Breastfeeding) sesuai keinginan bayi, terutama pada malam hari dan menjelang sahur saat kadar hormon prolaktin mencapai puncaknya.
Jika menggunakan pompa, sebaiknya dilakukan terjadwal setiap dua hingga tiga jam untuk menstimulasi refleks oksitosin.
Terakhir, faktor psikologis memegang peranan krusial. Manajemen stres dan istirahat yang cukup sangat diperlukan karena kelelahan dapat menghambat aliran ASI.
Meskipun produksi di dalam payudara tetap berjalan, stres dapat membuat pengeluaran ASI terasa "seret". (Ant/Z-1)
Ingin khatam Al-Quran dalam 3 hari? Simak metode pembagian juz harian, dalil hadits, serta teladan para sahabat dan generasi salaf di sini.
Gangguan pencernaan kerap muncul akibat pergeseran pola makan dari masa Ramadan ke Lebaran, terutama saat konsumsi makanan tinggi lemak meningkat sementara asupan serat justru berkurang.
Koleksi terbaru Charles & Keith ini mengambil inspirasi mendalam dari suasana senja yang syahdu serta elemen geometri yang lazim ditemukan dalam arsitektur Timur Tengah.
Tujuan utama inisiatif ini ialah merespons krisis iklim global yang dampaknya semakin terasa di Indonesia, lewat pendekatan moral, spiritual, dan aksi kolektif berbasis nilai-nilai Islam.
Olahraga saat puasa justru membantu meningkatkan metabolisme, menjaga berat badan ideal, serta memperbaiki sensitivitas insulin.
Momen Ramadan selalu menjadi waktu yang tepat untuk berkumpul dan menikmati kebersamaan bersama orang terdekat
Jika seorang ibu menyusui merasa mampu dan kondisi kesehatan diri serta bayinya tetap terjaga, ia tetap diperbolehkan berpuasa.
Waktu yang sering terasa optimal untuk memompa ASI adalah setelah sahur, siang hari, menjelang berbuka, dan malam hari sebelum tidur
Kelompok yang perlu waspada saat berolahraga saat puasa ramadan mencakup ibu hamil, ibu menyusui, serta penderita penyakit penyerta atau komorbid.
Simak strategi memompa ASI saat puasa agar produksi tetap lancar. Jadwal optimal, teknik stimulasi oksitosin, hingga tanda ibu menyusui harus batal puasa.
Pendekatan menu berbasis pangan lokal juga sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas gizi sekaligus memberdayakan masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved