Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Peran Ahli Gizi untuk Tingkatkan Asupan Gizi Ibu Hamil dan Turunkan Stunting

M Iqbal Al Machmudi
28/1/2026 19:47
Peran Ahli Gizi untuk Tingkatkan Asupan Gizi Ibu Hamil dan Turunkan Stunting
Ilustrasi(Dok BKKBN)

DEPUTI Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi BKKBN, Wahidin, menegaskan peran ahli gizi sangat krusial dalam percepatan penurunan stunting dan meningkatkan gizi ibu hamil.

"Program pemenuhan gizi, khususnya bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD, membutuhkan peran aktif tenaga gizi," kata Wahidin, Rabu (28/1).

Ia berharap pada 2026 cakupan intervensi semakin luas sehingga target penurunan stunting hingga 5 persen pada 2045 dapat tercapai.

Sementara itu, Dirjen Kesehatan Primer Kementerian Kesehatan, Maria Endang Sumiwi, menjelaskan pemerintah terus memperkuat kebijakan pemenuhan gizi melalui regulasi kesehatan nasional.

“Dalam lima tahun terakhir, prevalensi ibu hamil dengan kekurangan gizi berhasil turun dari 48 persen menjadi 27 persen. Namun ini belum cukup,” jelasnya.

Ia juga menyoroti masih tingginya angka anemia pada balita dan remaja, serta pentingnya peran tenaga gizi profesional.

“Kita masih membutuhkan lebih banyak nutrisionis dan dietisien untuk memastikan pemenuhan gizi berjalan optimal,” katanya.

Salah satu upaya meningkatkan gizi masyarakat, salah satu upaya yang dilakukan yakni dengan edukasi kepada ibu hamil, warga sekitar, hingga anak sekolah, hal itu juga yang dilakukan Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) yang melakukan edukasi gizi serentak di 1.800 sekolah seluruh Indonesia dengan melibatkan lebih dari 55.400 peserta, dengan sekitar 5.000 edukator gizi. Kegiatan tersebut juga mendapat rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Ketua Umum Persagi, Doddy Izwardi, menyampaikan bahwa momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan gizi optimal bagi generasi Indonesia.

Edukasi di ribuan sekolah tersebut menjadi puncak peringatan Hari Gizi Nasional (HGN) ke-66 tahun 2026. Doddy menegaskan keberhasilan Indonesia di masa depan sangat ditentukan oleh kualitas gizi masyarakat hari ini.

“Dua puluh tahun ke depan adalah hasil dari apa yang kita lakukan sekarang. Gizi optimal menjadi fondasi utama," kata Doddy.

Kegiatan ini juga sejalan dengan kampanye kebiasaan hidup sehat, serta dukungan terhadap program pemenuhan gizi melalui SPPG yang telah menjangkau lebih dari 1.025 titik sasaran. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya