Headline
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH menegaskan pentingnya peran pemerintah daerah dalam memanfaatkan bonus demografi agar menjadi kekuatan pembangunan, bukan justru berubah menjadi persoalan sosial dan ekonomi. Sekretaris Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Sesmendukbangga)/BKKBN Budi Setiyono mengungkapkan Indonesia menargetkan menjadi negara maju pada peringatan 100 tahun kemerdekaan atau Indonesia Emas 2045. Namun, target besar tersebut dibarengi tantangan serius, terutama terkait pengelolaan struktur penduduk.
“Bangsa kita menatap peluang besar sekaligus risiko besar dalam pembangunan manusia dan ekonomi. Satu tantangan besar dalam perencanaan besar bangsa kedepan adalah isu bonus demografi — ketika jumlah penduduk usia produktif jauh lebih besar dibandingkan jumlah penduduk tidak produktif,” ujar Budi dalam Sosialisasi Pelaksanaan Anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Program Bangga Kencana di Jakarta (14/1).
Sesmendukbangga menekankan bahwa keberhasilan bonus demografi sangat bergantung pada kualitas tenaga kerja. Pendidikan karakter, keterampilan digital, dan kompetensi teknis harus menjadi prioritas pembangunan daerah.
Ia menegaskan pentingnya kecerdasan demografi (demographic intelligent) di tingkat daerah agar pertumbuhan penduduk selaras dengan kemampuan fiskal, infrastruktur, dan layanan publik.
“Pemda harus mampu menyusun peta jalan pembangunan kependudukan (PJPK). Jangan sampai penduduk banyak, tapi pengangguran juga meningkat,” kata Budi.
Sesmendukbangga menegaskan keberhasilan Indonesia Emas 2045 sangat ditentukan oleh keseriusan pemerintah daerah hari ini.
“Bonus demografi akan menjadi kekuatan sejati jika kita memperkuat pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, dan penciptaan lapangan kerja berkualitas. Jika tidak, bonus itu justru menjadi beban. Sejarah akan menilai pilihan kita,” tegasnya.
Berdasarkan proyeksi Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2025 jumlah penduduk Indonesia mencapai sekitar 284,44 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, 68,95 persen berada pada usia produktif (15–64 tahun), sementara 31,05 persen tergolong usia tidak produktif.
Budi mengingatkan, secara teori bonus demografi dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi karena meningkatnya jumlah tenaga kerja dan konsumsi. Namun, tanpa kesiapan pendidikan, kesehatan, dan lapangan kerja, bonus tersebut justru berpotensi menjadi bencana.
Data menunjukkan sekitar 59 persen pekerja Indonesia masih berada di sektor informal, sementara hanya 41 persen bekerja di sektor formal dengan perlindungan sosial memadai. Kondisi ini berisiko meningkatkan ketimpangan sosial dan menambah beban fiskal pemerintah.
“Bonus demografi tanpa pekerjaan layak akan memperbesar ketimpangan sosial dan menambah beban fiskal pemerintah,” tegasnya.
Secara nasional, angka kemiskinan menunjukkan tren positif. BPS mencatat tingkat kemiskinan pada Maret 2025 sebesar 8,47 persen atau sekitar 23,85 juta penduduk, menurun dibanding periode sebelumnya.
Namun demikian, Budi menyoroti masih adanya ketimpangan antarwilayah, terutama di daerah perdesaan dan wilayah terluar, yang menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi belum sepenuhnya inklusif.
Budi juga mengingatkan bahwa bonus demografi bersifat sementara. Saat ini, proporsi penduduk lanjut usia telah mencapai sekitar 11–12 persen dan diperkirakan terus meningkat.
Kondisi tersebut menuntut kesiapan sistem perlindungan sosial, layanan kesehatan lansia, serta skema pensiun dan pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat yang menua. (M-3)
PRESIDEN Prabowo Subianto menyampaikan pesan yang sangat emosional saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Tahun 2026 (Rakornas 2026).
Prabowo Subianto menegaskan pentingnya kepemimpinan yang berakar pada pemahaman sejarah dan pengabdian kepada rakyat di tengah kompleksitas Indonesia sebagai bangsa majemuk.
Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah ini bertujuan memperkuat sinergi kebijakan serta menyelaraskan program pembangunan nasional dengan kebutuhan daerah.
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar Kementerian Dalam Negeri.
Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyiapkan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 sebagai forum konsolidasi.
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menegaskan capaian dan penghargaan inovasi daerah tidak boleh menjadi titik akhir dalam berinovasi.
Pada 2026 cakupan intervensi diharapkan semakin luas sehingga target penurunan stunting hingga 5 persen pada 2045 dapat tercapai.
Analis Kebijakan BNPT Haris Fatwa Dinal Maula, mengungkapkan bahwa ancaman terorisme dan radikalisme masih nyata di Indonesia sepanjang tahun 2025.
Meski jangkauan tim sudah cukup luas, Safrina mencatat masih ada beberapa wilayah yang belum tertangani sepenuhnya karena kendala akses.
Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menegaskan urgensi pencegahan stunting sejak masa krusial 1.000 hari pertama kehidupan, khususnya ketika bayi masih berada dalam kandungan. MBG 3B
PT Hengjaya Mineralindo resmi berkolaborasi dengan Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tenggara dalam mengimplementasikan program Taman Asuh Sayang Anak
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved