Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Hengjaya Mineralindo resmi berkolaborasi dengan Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tenggara dalam mengimplementasikan program Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), salah satu kebijakan strategis BKKBN yang termasuk dalam prioritas Quick Win Pencegahan Stunting. Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara tim CSR & ER PT Hengjaya Mineralindo dan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tenggara dilaksanakan pada 17 November 2025.
Program Tamasya memiliki urgensi yang tinggi mengingat meningkatnya partisipasi perempuan dalam angkatan kerja memunculkan tantangan baru dalam membagi peran antara pekerjaan dan pengasuhan anak. Banyak ibu pekerja yang sekaligus membesarkan anak usia dini menghadapi dilema antara tuntutan karier dan kebutuhan pengasuhan yang berkualitas. Di sisi lain, tidak semua keluarga memiliki akses terhadap lingkungan pengasuhan yang aman dan stimulatif. Kondisi ini menegaskan perlunya intervensi pengasuhan anak usia dini melalui layanan yang mendukung orangtua, terutama ibu pekerja, agar tetap produktif sambil memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal.
Kondisi ini menunjukkan perlunya intervensi terstruktur pada keluarga dan anak usia dini, terutama melalui penguatan kualitas pengasuhan, deteksi dini tumbuh kembang, dan perbaikan nutrisi. Program Tamasya dirancang sebagai upaya sistematis untuk menjawab tantangan tersebut dengan melibatkan berbagai sektor, termasuk dunia usaha.
Penandatanganan MoU berlangsung di Hotel Claro, Kota Kendari, bertepatan dengan pembukaan Rapat Kerja Daerah Evaluasi Program Bangga Kencana. Pada kesempatan yang sama, BKKBN juga menandatangani MoU lain terkait rekrutmen dan penempatan tenaga kerja sekolah lansia, kelompok ayah dan calon ayah, serta kelompok usaha peningkatan pendapatan keluarga akseptor bersama Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kendari.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tenggara, Asmar, menyampaikan apresiasi atas kepedulian sosial PT Hengjaya Mineralindo yang tidak hanya beroperasi di Morowali, Sulawesi Tengah, tetapi juga menunjukkan komitmen nyata hingga wilayah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.
”Dengan hadirnya kerja sama Program Tamasya ini, PT Hengjaya Mineralindo turut mengambil peran penting dalam memperkuat salah satu dari lima program prioritas Quick Win BKKBN. Kolaborasi ini tidak hanya mendukung strategi nasional dalam meningkatkan kualitas pengasuhan dan pencegahan stunting, tetapi juga memastikan manfaat nyata dapat terus dirasakan oleh masyarakat, khususnya keluarga dan anak-anak yang membutuhkan pendampingan sejak usia dini,” ungkapnya dilansir dari keterangan resmi, Senin (24/11).
Sebagai perusahaan yang turut menjalankan tanggung jawab sosialnya, PT Hengjaya Mineralindo memandang penting untuk mendukung kesehatan masyarakat dari akar permasalahannya, yaitu dari fase tumbuh kembang anak.
Melalui kolaborasi dengan BKKBN, perusahaan memperluas kontribusinya untuk memastikan anak-anak mendapatkan stimulasi, pengasuhan, dan pemantauan tumbuh kembang yang optimal, sekaligus mendorong keterlibatan orang tua dalam perawatan dan pendidikan anak usia dini.
Implementasi Program Tamasya akan dijalankan di TPA Al Hidayah, Kota Kendari, dengan fokus pada peningkatan kompetensi pengasuh, pendampingan pengasuhan bagi orang tua, pemantauan kesehatan pertumbuhan dan perkembangan, serta penyediaan layanan rujukan bagi anak yang membutuhkan perhatian khusus. Pendekatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas layanan TPA, tetapi juga memperkuat ekosistem pengasuhan yang responsif terhadap kebutuhan anak usia dini.
Senior Supervisor CSR & ER PT Hengjaya Mineralindo, Rakhmat Hidayat, menyampaikan bahwa kemitraan yang telah dilakukan oleh perusahaan dan BKKBN ini diharapkan dapat berpotensi menginspirasi perusahaan-perusahaan lain di wilayah sekitar untuk ikut memperkuat implementasi Program Tamasya.
“Harapan kami ke depan, kolaborasi ini tidak hanya dilakukan oleh PT Hengjaya Mineralindo, tetapi juga dapat menjadi pemicu bagi perusahaan-perusahaan lain di Kabupaten Morowali maupun Kota Kendari untuk turut bermitra dengan BKKBN. Dengan keterlibatan lebih banyak pelaku usaha, upaya meningkatkan produktivitas orang tua dalam bekerja, memperkuat pengasuhan, serta memastikan pertumbuhan dan perkembangan anak berjalan optimal akan semakin terakselerasi, sehingga tujuan besar dari program Quick Win BKKBN dapat tercapai secara lebih menyeluruh dan berkelanjutan,” jelas dia.
Penandatanganan MoU ini juga menjadi langkah awal bagi PT Hengjaya Mineralindo untuk terus mengeksplorasi peluang pembentukan TPA mandiri di wilayah operasionalnya sebagai bagian dari komitmen tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan. Melalui inovasi dan kolaborasi berkelanjutan, PT Hengjaya Mineralindo bertekad untuk memberikan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat, keluarga, dan generasi masa depan. (E-3)
PEMERINTAH menegaskan pentingnya peran pemerintah daerah dalam memanfaatkan bonus demografi agar menjadi kekuatan pembangunan, bukan justru berubah menjadi persoalan sosial dan ekonomi
Analis Kebijakan BNPT Haris Fatwa Dinal Maula, mengungkapkan bahwa ancaman terorisme dan radikalisme masih nyata di Indonesia sepanjang tahun 2025.
Meski jangkauan tim sudah cukup luas, Safrina mencatat masih ada beberapa wilayah yang belum tertangani sepenuhnya karena kendala akses.
Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menegaskan urgensi pencegahan stunting sejak masa krusial 1.000 hari pertama kehidupan, khususnya ketika bayi masih berada dalam kandungan. MBG 3B
Kaji Reka merupakan forum untuk mendiseminasikan berbagai hasil kajian dari daerah agar dapat diketahui masyarakat.
Fokus kolaborasi ini adalah menggalakkan program pencegahan stunting bagi warga masyarakat di sekitar Pondok Gede, Kota Bekasi.
Dinas kesehatan sulbar melakukan cek kesehatan gratis untuk memantau pertumbuhan dan cakupan gizi anak sebagai upaya pencegahan stunting.
Dinas Kesehatan Denpasar mencatat 4.400 balita telah diperiksa, dengan 13 di antaranya mengalami stunting.
Kemendukbangga/BKKBN terus memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung percepatan penurunan stunting melalui Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting).
DALAM upaya mewujudkan Generasi Maju Bebas Stunting, K-24 Group berkolaborasi dengan PT Sarihusada Generasi Mahardhika (Sarihusada) menyelenggarakan kegiatan edukatif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved