Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Kemendukbangga/BKKBN Catat Capaian Signifikan Program Prioritas sepanjang 2025

Media Indonesia
23/1/2026 13:01
Kemendukbangga/BKKBN Catat Capaian Signifikan Program Prioritas sepanjang 2025
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji.(Dok. Kemendukbangga/BKKBN)

KEMENTERIAN Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN mencatat capaian signifikan dalam pelaksanaan program prioritas sepanjang tahun 2025. Berbagai intervensi strategis yang menyasar siklus hidup keluarga—mulai dari pencegahan stunting, pengasuhan anak, penguatan peran ayah, hingga pemberdayaan lansia—menunjukkan hasil yang melampaui target nasional.

Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) menjadi salah satu program unggulan dalam percepatan penurunan stunting. Demi menciptakan generasi emas, program GENTING hadir dan fokus pada upaya pencegahan stunting sejak dini bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan baduta. 

“Untuk itu, negara hadir langsung dengan memberikan asupan gizi yang tepat sebagai upaya pencegahan stunting sejak dini,” tegas Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, di salah satu TV nasional di Jakarta, Kamis (22/01/2026). 

Berdasarkan data dari Sekretariat Tim Pengendali Genting (TPG) Pusat dan Provinsi, hingga akhir 2025, capaian GENTING telah mencapai 160,67 persen atau 1.607.627 penerima manfaat dari target 1 juta.

Sementara itu, Program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) yang diluncurkan pada 27 Mei 2025 hadir sebagai solusi pengasuhan anak yang aman dan berkualitas, khususnya bagi perempuan bekerja. Dikelola oleh pengasuh bersertifikat, TAMASYA menyediakan empat layanan utama, yakni peningkatan kompetensi pengasuh, pemantauan tumbuh kembang anak, peningkatan keterlibatan orang tua, serta layanan rujukan. Capaian TAMASYA pada 2025 meliputi 71,88 persen pengasuh tersertifikasi, 99,25 persen anak terpantau pertumbuhannya, dan 97,84 persen anak terpantau perkembangannya (Laporan R1 TAMASYA/TPA).

Kemendukbangga/BKKBN juga meluncurkan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) sebagai respons atas fenomena fatherless yang masih dialami 25,8 persen keluarga di Indonesia (PK 2025). Program ini mendorong kehadiran ayah dalam pengasuhan melalui Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Masuk Sekolah dan Gerakan Ayah Mengambil Rapor (GEMAR). 

“Ayah harus hadir mendampingi anak karena berperan penting dalam membangun leadership anak,” ujar Menteri Wihaji. Hingga akhir 2025, capaian GATI mencapai 2.621.418 partisipasi atau 141,86 persen dari target (Portal GATI).

Di sisi lain, menyikapi fenomena ageing population dengan jumlah lansia yang telah melampaui 10 persen populasi, Kemendukbangga/BKKBN menjalankan Program Lansia Berdaya (SIDAYA). Program ini bertujuan memastikan lansia tetap sehat secara fisik, mental, dan sosial melalui kegiatan aktif dan edukatif, salah satunya Sekolah Lansia di Bina Keluarga Lansia (BKL). Sepanjang 2025, sebanyak 36.796 lansia mengikuti Sekolah Lansia atau mencapai 153,32 persen dari target 24.000 lansia (SIDAYA per 20 Januari 2026).

Melalui capaian tersebut, Kemendukbangga/BKKBN menegaskan komitmennya dalam membangun keluarga Indonesia yang tangguh, sehat, dan berdaya di setiap fase kehidupan sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan. (H-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya