Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PELAYANAN keluarga berencana (KB) berkualitas dapat ditingkatkan dan dijangkau hingga pelosok melalui beragam inovasi. Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) memberikan sejumlah apresiasi pada kegiatan Berbagi Praktik Baik Program Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi dalam rangka Peringatan Hari Ibu Tahun 2025 yang diselenggarakan secara luring di kantor Kemendukbangga/BKKBN dan daring melalui aplikasi Zoom dan kanal Youtube pada Selasa (23/12).
Selain inovasi, apresiasi juga diberikan kepada mitra kerja yang telah berkolaborasi dengan Kemendukbangga/BKKBN terutama dalam program KB dan kesehatan reproduksi.
“Pelayanan KB di perkotaan mungkin bisa mandiri tapi di beberapa titik tertentu kita mesti turun tangan, perlu kolaborasi dengan IBI (Ikatan Bidan Indonesia), termasuk di lapangan misalnya, ada KB ada bidan, ada bidan ada KB,” ucap Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji.
Apresiasi Sinergi Inovasi dan Komitmen KB Pascapersalinan (ASIK KBPP) Tahun 2025 diberikan dalam sejumlah kategori. Masing-masing kategori terpilih tiga terbaik. Adapun kategori tata kelola dan capaian klaster I, terbaik 1 perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur. Kategori tata kelola dan capaian klaster II, terbaik 1 diraih perwakilan BKKBN Provinsi Banten. Kategori tata kelola dan capaian klaster III, terbaik 1 diraih Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawasi Tengah. Kategori tata kelola dan capaian klaster IV, terbaik 1 diraih Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Riau.
Kategori inovasi (fasilitas pelayanan kesehatan) diberikan kepada Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Jember, Jawa Timur dengan inovasi Kelas Aman (ayah idaman). Untuk kategori inovasi (wilayah), terpilih Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah dengan inovasi Trisula (triple intervensi saat ibu hamil dan persalinan); Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Tangerang, Banten dengan inovasi Jawara KBPP (jaga awal waktu advokasi reproduksi aman dengan KBPP) dan jaga kesehatan ibu dan bayi dengan “Pangemut”; Unit Pelaksana Teknis Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kecamatan Labuapi, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat dengan inovasi Cantik KB (cari akseptor dan temani kegiatan ber-KB).
Atas dukungan dalam meningkatkan pelayanan KB, utamanya MKJP, apresiasi juga diberikan kepada klinik swasta terbaik dalam peningkatan pelayanan KB dengan kategori potensi pasangan usia subur <1000. Pemenang 1 Klinik Kusuma Medisca Kabupaten Kulonprogo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Untuk kategori potensi pasangan usia subur >1000, pemenang 1 Klinik Pratama Rawat Inap Prisdhy Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
Sementara kategori inspiratif, klinik swasta paling timur terbaik pemberi edukasi KB digital – Klinik Atria Waris Kabupaten Merauke Provinsi Papua. Terkait apresiasi role model tempat praktik mandiri bidan (TPMB), untuk kategori kota pemenang 1 TPMB Sukmawati Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan; sementara kategori kabupaten, pemenang 1 diraih TPMB Dhiaulhaq Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Apresiasi kategori inspiratif diraih TPMB paling timur terbaik peduli mama – Mama Ikut KB dari TPMB Lytha Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Keterlibatan laki-laki dalam program KB, seperti kelompok KB pria, juga diapresiasi dalam momen ini dengan beberapa kategori. Apresiasi diberikan di tingkat regional dan nasional. Tingkat regional I, terbaik 1 diperoleh oleh Kelompok KB Pria “Mantab Sejahtera” Kota Semarang Provinsi Jawa Tengah. Tingkat regional II, terbaik 1 diperoleh oleh Kelompok KB Pria “Samurai” Kabupaten Serdang Bedagai Provinsi Sumatera Utara. Tingkat regional III, terbaik 1 diperoleh oleh Kelompok KB Pria “Kuntul Perak” Kota Bontang Provinsi Kalimantan Timur. Pada apresiasi tingkat nasional, terbaik 1 diperoleh oleh Kelompok KB Pria “Samurai”, terbaik 2 diperoleh oleh Kelompok KB Pria “Mantab Sejahtera”, dan terbaik 3 diperoleh oleh Kelompok KB Pria “Kuntul Perak”. (M-3)
Mendukbangga Wihaji mengeluarkan surat edaran (SE) memperkuat peran ayah mengambil rapor di sekolah. Sebab, menurutnya sekita 25% anak di Indonesia tumbuh tanpa ayah atau fatherless
SOSOK ayah kini sering terasa ada tapi tiada. Data fatherless dari Pendataan Keluarga 2025 menunjukkan bahwa 25,8% anak Indonesia mengalami kondisi fatherless.
Mendukbangga sekaligus Kepala BKKBN, Wihaji menyebut bahwa perubahan ini adalah perintah langsung Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat pembangunan sumber daya manusia.
SOSOK ayah bukan hanya sekadar sebagai pencari nafkah. Lebih dari itu, ayah memiliki peran penting untuk membangun ketahanan keluarga.
Kemendukbangga perkuat kolaborasi program MBG 3B dan Gerakan Genting di Lampung. Sinergi lintas sektor ini fokus cegah stunting
Kaji Reka merupakan forum untuk mendiseminasikan berbagai hasil kajian dari daerah agar dapat diketahui masyarakat.
SEJAK kali pertama diluncurkan ke tengah masyarakat sebagai kontrasepsi pilihan kaum pria, vasektomi belum menggapai kata manis.
Kebijakan yang mengaitkan vasektomi dengan penerimaan bansos berpotensi melanggar prinsip-prinsip dasar hak asasi manusia dan kesukarelaan dalam program Keluarga Berencana (KB).
Dalam satu tahun hanya ada 15 pria yang menjalani program KB vasektomi.
Untuk target peserta KB baru di tahun 2025 masih menunggu dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved