Headline

YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.

Waspada! Kasus Sifilis pada Ibu Hamil Melonjak 28 Persen, Ancam Keselamatan Bayi

Thalatie K Yani
10/2/2026 10:44
Waspada! Kasus Sifilis pada Ibu Hamil Melonjak 28 Persen, Ancam Keselamatan Bayi
Ilustrasi(freepik)

LAPORAN terbaru dari National Center for Health Statistics (NCHS) Januari 2026 mengungkapkan fakta mengkhawatirkan: angka infeksi sifilis maternal atau sifilis pada ibu hamil meningkat 28% selama periode 2022 hingga 2024. Temuan ini memperpanjang tren kenaikan konsisten selama satu dekade terakhir di mana lonjakan drastis sebesar 222% juga sempat tercatat antara 2016 dan 2022.

Sifilis maternal merupakan masalah serius karena infeksi dapat ditularkan dari orang tua ke janin. Jika tidak ditangani, dampaknya bisa sangat fatal bagi bayi, mulai dari gangguan kesehatan permanen hingga kematian.

Mengapa Kasus Terus Meningkat?

David Garry, DO, direktur kedokteran maternal-fetal di Stony Brook Medicine, menyebutkan beberapa faktor pemicu kenaikan ini. Selain kurangnya tes dan pengobatan selama kehamilan, faktor gaya hidup dan karakteristik penyakit turut berpengaruh.

“Tingkat sifilis telah meningkat selama dekade terakhir, kemungkinan karena beberapa faktor: aktivitas seksual yang lebih bebas, berkurangnya penggunaan kondom, peningkatan penggunaan zat terlarang di banyak komunitas, dan fakta bahwa sifilis bisa tidak menunjukkan gejala dalam waktu lama, sehingga memungkinkan penularan tanpa disadari,” ungkap Dr. Garry.

Risiko Fatal bagi Janin

Sifilis disebabkan bakteri Treponema pallidum. Jika menginfeksi bayi selama kehamilan, kondisi ini disebut sifilis kongenital. Amber Samuel, MD, spesialis kedokteran maternal-fetal dari Pediatrix Medical Group, memperingatkan risiko berat yang mengintai.

“Risiko utama sifilis yang tidak diobati selama kehamilan adalah penularan infeksi ke bayi. Hal ini dapat berdampak serius, termasuk kelahiran mati, keguguran, gangguan pertumbuhan, dan kelahiran prematur. Secara tragis, infeksi kongenital dapat menyebabkan kegagalan organ dan kematian bayi baru lahir,” jelas Dr. Samuel.

Bagi bayi yang bertahan hidup, mereka berisiko menderita ruam, kelainan rangka, anemia, hingga meningitis (infeksi jaringan otak).

Langkah Pencegahan dan Pengobatan

Kabar baiknya, sifilis sangat mungkin diobati. Benzathine penicillin G adalah satu-satunya pengobatan efektif yang diketahui untuk mencegah sifilis kongenital selama kehamilan. Namun, saat ini terdapat tantangan berupa kelangkaan pasokan penisilin tersebut secara global, sehingga dokter tengah meneliti pengobatan alternatif.

Untuk perlindungan maksimal, para ahli menyarankan langkah-langkah berikut:

  • Praktik Seks Aman: Menghindari kontak seksual tanpa pengaman dengan pasangan yang berisiko.
  • Tes Rutin: Melakukan tes sifilis pada trimester pertama kehamilan, yang biasanya diulang pada trimester ketiga dan saat menjelang persalinan.

Dr. Garry menekankan pentingnya deteksi dini karena sifilis sering kali bersifat "senyap" tanpa gejala fisik yang nyata namun membawa komplikasi mematikan bagi janin. Dengan tes yang cermat dan pengobatan segera, dampak buruk pada bayi baru lahir dapat dicegah sepenuhnya. (Parents/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya