Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
KASUS leptospirosis di Klaten sepanjang Januari hingga November melonjak drastis dibandingkan periode yang sama pada 2024. Hingga November, Dinas Kesehatan Klaten mencatat terdapat 133 kasus leptospirosis dengan 22 di antaranya meninggal dunia.
Berdasarkan catatan Dinkes, kasus terbanyak ada di Kecamatan Gantiwarno dan Kecamatan Wedi masing-masing 21 dan 17 kasus.
Kepala Pokja Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten, Wahyuni Nugraheni mengungkapkan keprihatinannya atas melonjaknya kasus leptospirosis tahun ini dibandingkan tahun lalu.
“Tahun lalu ada sekitar 37 kasus, sementara tahun ini sampai November sudah sebanyak 133 kasus,” kata Wahyuni pada awak media, Senin (24/11/2025).
Dinas Kesehatan Kabupaten juga melakukan penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat mengenai gejala leptospirosis dan penanganan bila mengalami gejala tersebut.
Warga diimbau untuk memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan ketika mengalami gejala awal sekaligus menyampaikan faktor risiko yang dialami.
“Faktor risiko itu misalnya bekerja di area pertanian yang banyak tikus, atau baru membersihkan rumah yang terdapat banyak tikus,” jelasnya.
Selain edukasi, pengendalian reservoir penyakit terutama populasi tikus juga menjadi fokus utama.
“Harapannya, masyarakat ikut aktif mengendalikan perkembangan tikus di rumah dan lingkungan sekitarnya,” imbuhnya.
Untuk mencegah penularan lebih luas, Dinas Kesehatan juga melakukan pemeriksaan terhadap hewan pembawa bakteri leptospira. Di wilayah Kecamatan Wedi, petugas mendapati tikus positif mengandung bakteri tersebut. (H-2)
Musim penghujan menjadi faktor risiko utama karena bakteri ini lebih mudah bertahan dan menyebar di lingkungan yang lembap dan berair.
MUSIM hujan meningkatkan risiko berbagai penyakit infeksi, mulai dari flu hingga leptospirosis, dengan anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan terdampak.
Penularan utama leptospirosis terjadi melalui kontak kulit dengan air atau tanah yang telah tercemar urine hewan pembawa bakteri, dengan tikus menjadi perantara yang paling sering ditemukan.
Kasus leptospirosis di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, meningkat tajam sepanjang 2025. Sebaliknya, kasus demam berdarah dengue (DBD) justru mengalami penurunan.
Leptospirosis perlu mendapat perhatian serius, terutama di wilayah terdampak banjir.
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) menyebut per 29 November 2025 suspek kasus leptospirosis banyak ditemukan di Jawa Tengah yakni 1.550 kasus.
Hingga akhir November 2025, Dinas Kesehatan Klaten mencatat terdapat 133 kasus leptospirosis dengan 22 di antaranya meninggal dunia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved