Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Leptospirosis di Klaten Meningkat Signifikan, 134 Kasus dan 22 Meninggal

Djoko Sardjono
01/12/2025 17:39
Leptospirosis di Klaten Meningkat Signifikan, 134 Kasus dan 22 Meninggal
Ilustrasi(Dok Pemprov Jateng)

KASUS leptospirosis di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, tahun ini meningkat signifikan. Hingga November, Dinas Kesehatan Klaten mencatat 134 kasus dan 22 orang di antaranya meninggal dunia.

Peningkatan penyakit yang disebabkan infeksi bakteri leptospira itu perlu diwaspadai, terutama di musim hujan ini. Karena, infeksi bakteri leptospira menyebar melalui kontak dengan air atau tanah.

“Harus diwaspadai peningkatan kasus leptospirosis tahun ini,” kata Wahyuning Nugraheni, Kapokja Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Klaten, Senin (1/12).

Hingga November 2025, Dinas Kesehatan Klaten mencatat sebanyak 134 kasus dan 22 orang meninggal. Jumlah ini meningkat drastis dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya 37 kasus.

Terkait penyebaran penyakit leptospirosis di Kabupaten Klaten 2025, Wahyuning mengungkapkan wilayah Kecamamatan Gantiwarno yang terbanyak dengan 21 kasus dan Kecamatan Wedi 17 kasus.

Untuk pencegahan penyakit leptospirosis, Dinas Kesehatan Klaten telah menggiatkan sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat tentang gejala terserang leptospirosis dan bahayanya.

Gejala awal seseorang terserang penyakit leptospirosis, menurut Wahyuning, seperti terkena flu biasa ditambah demam, pegel linu, badan lemas, serta mual hingga muntah dan batuk berdarah.

“Memang, gejala awal leptospirosis seperti masuk angin. Namun, harus disampaikan faktor terkena penyakit itu saat diperiksa. Sehingga, memudahkan tenaga kesehatan menyimpulkan diagnosanya,” ujarnya. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya