Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
KASUS leptospirosis di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, tahun ini meningkat signifikan. Hingga November, Dinas Kesehatan Klaten mencatat 134 kasus dan 22 orang di antaranya meninggal dunia.
Peningkatan penyakit yang disebabkan infeksi bakteri leptospira itu perlu diwaspadai, terutama di musim hujan ini. Karena, infeksi bakteri leptospira menyebar melalui kontak dengan air atau tanah.
“Harus diwaspadai peningkatan kasus leptospirosis tahun ini,” kata Wahyuning Nugraheni, Kapokja Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Klaten, Senin (1/12).
Hingga November 2025, Dinas Kesehatan Klaten mencatat sebanyak 134 kasus dan 22 orang meninggal. Jumlah ini meningkat drastis dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya 37 kasus.
Terkait penyebaran penyakit leptospirosis di Kabupaten Klaten 2025, Wahyuning mengungkapkan wilayah Kecamamatan Gantiwarno yang terbanyak dengan 21 kasus dan Kecamatan Wedi 17 kasus.
Untuk pencegahan penyakit leptospirosis, Dinas Kesehatan Klaten telah menggiatkan sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat tentang gejala terserang leptospirosis dan bahayanya.
Gejala awal seseorang terserang penyakit leptospirosis, menurut Wahyuning, seperti terkena flu biasa ditambah demam, pegel linu, badan lemas, serta mual hingga muntah dan batuk berdarah.
“Memang, gejala awal leptospirosis seperti masuk angin. Namun, harus disampaikan faktor terkena penyakit itu saat diperiksa. Sehingga, memudahkan tenaga kesehatan menyimpulkan diagnosanya,” ujarnya. (H-2)
Musim penghujan menjadi faktor risiko utama karena bakteri ini lebih mudah bertahan dan menyebar di lingkungan yang lembap dan berair.
MUSIM hujan meningkatkan risiko berbagai penyakit infeksi, mulai dari flu hingga leptospirosis, dengan anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan terdampak.
Penularan utama leptospirosis terjadi melalui kontak kulit dengan air atau tanah yang telah tercemar urine hewan pembawa bakteri, dengan tikus menjadi perantara yang paling sering ditemukan.
Kasus leptospirosis di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, meningkat tajam sepanjang 2025. Sebaliknya, kasus demam berdarah dengue (DBD) justru mengalami penurunan.
Leptospirosis perlu mendapat perhatian serius, terutama di wilayah terdampak banjir.
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) menyebut per 29 November 2025 suspek kasus leptospirosis banyak ditemukan di Jawa Tengah yakni 1.550 kasus.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved