Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
HINGGA akhir November 2025, Dinas Kesehatan Klaten mencatat terdapat 133 kasus leptospirosis dengan 22 di antaranya meninggal dunia.
Dalam webinar bertajuk “Implementasi Konsep One Health dalam Mencegah dan Mengendalikan Leptospirosis di Jawa Tengah”, Peneliti Ahli Madya dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Ristiyanto menyebut penyebab meningkatnya risiko penularan leptospirosis. Menurut Ristiyanto, salah satunya adalah akibat urine tikus yang mencemari air atau lumpur banjir.
Ristiyanto mengatakan, banjir mengubah ekologi dan perilaku tikus secara drastis. Dengan kondisi tanah tergenang air, populasi tikus cenderung berpindah ke area permukiman untuk mencari tempat kering dan sumber makanan. Akibatnya tidak bisa dihindari, maka kontak tikus dengan manusia lebih sering terjadi.
Ia mengatakan pendekatan one health yang mengedepankan kolaborasi lintas sektor secara terpadu, menjadi strategi yang harus digalakkan untuk mencegah dan menangani penyakit leptospirosis.
“Penanganan tikus, menjaga kebersihan lingkungan, serta melindungi kesehatan masyarakat di daerah terdampak banjir, harus dilakukan secara terpadu dan cepat untuk mencegah wabah leptospirosis,” tegas Ristiyanto.
Pada kesempatan yang sama, dr Nani dari Direktorat Penyakit Menular Kementerian Kesehatan, dr Nani mengimbau masyarakat untuk terus menjaga kebersihan dan sanitasi lingkungan, mengendalikan populasi tikus, serta mewaspadai genangan air dan banjir.
Perilaku hidup bersih dan sehat, seperti menggunakan sarung tangan dan alas kaki, serta mencuci tangan dan kaki setelah beraktivitas di area banjir akan menekan risiko penularan.
“Gunakan air mengalir dan sabun, jangan menggunakan air tampungan,” pesan Nani.
Dia memaparkan, penanggulangan leptospirosis dengan pendekatan One Health dapat dilakukan melalui empat aspek, yaitu pencegahan, surveilans, penanganan kasus, dan promosi kesehatan. Karenanya, Nani menekankan pentingnya promosi kesehatan, terutama pada musim hujan saat ini.
Pelaksana Tugas (Plt) Subkoordinator Penanggulangan Penyakit Menular (P2M) Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Tengah, Zanuar Abidin, menyampaikan kasus leptospirosis di Jawa Tengah masih menjadi perhatian serius, karena angka kejadian dan fatalitasnya yang fluktuatif bahkan cenderung meningkat. (H-2)
Kasus leptospirosis di Klaten sepanjang Januari hingga November melonjak drastis dibandingkan periode yang sama pada 2024.
Gejala yang umum dirasakan antara lain menggigil, batuk, diare, sakit kepala mendadak, demam tinggi, nyeri otot terutama di area betis, dan berkurangnya nafsu makan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved