Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Sering Disangka Flu, Ini Cara Deteksi Dini Leptospirosis pada Manusia

Abi Rama
19/12/2025 21:34
Sering Disangka Flu, Ini Cara Deteksi Dini Leptospirosis pada Manusia
Ilustrasi(Freepik )

Leptospirosis menjadi salah satu penyakit yang perlu diwaspadai masyarakat, terutama saat musim hujan dan pascabanjir. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri Leptospira yang dapat menular dari hewan ke manusia melalui air, tanah, atau makanan yang terkontaminasi urine hewan terinfeksi.

Mengutip dari laman Cleveland Clinic, penularan leptospirosis kerap terjadi tanpa disadari. Bakteri dapat masuk ke dalam tubuh melalui luka kecil di kulit, serta lewat mata, hidung, atau mulut saat seseorang bersentuhan dengan air atau lingkungan yang tercemar. Karena itu, deteksi dini penyakit ini menjadi penting untuk mencegah kondisi berkembang menjadi lebih berat.

Gejala Awal Kerap Mirip Flu

Pada tahap awal, leptospirosis sering kali sulit dikenali karena gejalanya menyerupai penyakit ringan. Penderita dapat mengalami demam tinggi secara tiba-tiba, sakit kepala, menggigil, nyeri otot, hingga mata tampak merah. Selain itu, beberapa orang juga mengeluhkan mual, muntah, diare, serta nyeri perut.

Tak sedikit pula penderita yang tidak merasakan gejala apa pun. Kondisi inilah yang membuat leptospirosis berbahaya, karena infeksi dapat terus berkembang tanpa penanganan medis yang tepat.

Cara Deteksi Dini

Deteksi dini leptospirosis dapat dilakukan dengan memperhatikan gejala awal yang muncul setelah seseorang terpapar lingkungan berisiko. Masyarakat yang mengalami demam setelah berkontak dengan air banjir atau lingkungan kotor disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

Tenaga medis akan melakukan pemeriksaan fisik, dilanjutkan dengan tes darah dan urine untuk memastikan adanya infeksi bakteri Leptospira. Pada kasus tertentu, terutama jika pasien menunjukkan tanda-tanda infeksi berat, dokter juga dapat melakukan pemeriksaan lanjutan seperti rontgen dada atau CT scan untuk melihat kemungkinan kerusakan organ.

Jika tidak ditangani, leptospirosis dapat berkembang menjadi kondisi berat yang dikenal sebagai sindrom Weil. Gejalanya meliputi kulit dan mata menguning secara parah, batuk berdarah, sesak napas, nyeri dada, urine bercampur darah, hingga penurunan jumlah urine. Pada tahap ini, pasien membutuhkan perawatan intensif di rumah sakit.

Segera Periksa Jika Berisiko

Leptospirosis dapat diobati dengan antibiotik, terutama jika terdeteksi sejak dini. Karena itu, masyarakat diimbau tidak menyepelekan demam setelah terpapar air banjir atau lingkungan kotor. Semakin cepat penyakit dikenali, semakin besar peluang untuk sembuh tanpa komplikasi serius.

Kesadaran akan gejala awal dan langkah deteksi dini menjadi benteng utama dalam mencegah dampak fatal leptospirosis, terutama di wilayah dengan curah hujan tinggi dan risiko banjir yang masih kerap terjadi. Sumber: Cleveland Clinic.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya