Headline
Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMASUKI musim penghujan, masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap penurunan daya tahan tubuh yang memicu penyakit flu.
Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), dr. Inggrid Tania, menjelaskan bahwa berbagai formula herbal dan rempah yang tersedia di dapur rumahan dapat dimanfaatkan secara efektif, baik untuk pencegahan maupun membantu proses penyembuhan.
Menurut Inggrid, bahan-bahan alami tersebut memiliki karakteristik yang mampu menguatkan sistem imun sekaligus memberikan efek relaksasi pada tubuh.
“Semua bersifat meningkatkan imunitas atau daya tahan atau kekebalan tubuh. Juga menghangatkan tubuh, juga membantu meredakan demam atau meriang, batuk, pilek, sakit tenggorokan, hidung tersumbat, atau agak sesak nafas,” ujarnya, dikutip Rabu (7/1).
Lebih lanjut, ia merinci deretan rimpang seperti jahe, kencur, kunyit, dan temulawak sebagai bahan utama yang mudah ditemukan.
Selain itu, rempah-rempah seperti pala, kayu manis, cengkih, kapulaga, hingga bawang merah dan bawang putih juga memiliki peran krusial dalam pengobatan flu. Untuk penguatan imunitas yang lebih spesifik, masyarakat dapat memanfaatkan tanaman obat seperti habatussauda, sambiloto, pegagan, meniran, dan mengkudu.
Dalam hal penyajian, Inggrid menyarankan penggunaan madu sebagai pemanis alami karena nilai fungsionalnya.
“Jadi kalau kita membuat ramuan herbal, misalnya pemanisnya kita bisa pakai madu karena madu tidak hanya sebagai pemanis tapi juga mempunyai khasiat. Dan produk herbal jadi juga banyak yang berbasis madu yang di dalamnya misalnya dicampur juga dengan jahe, kunyit, kencur, peppermint misalnya,” terang Inggrid.
Bagi masyarakat yang memiliki aktivitas padat, ia merekomendasikan kombinasi jahe, kunyit, temulawak, dan lada hitam untuk mencegah kelelahan.
Namun, bagi yang kesulitan meracik sendiri, masyarakat dapat memilih produk herbal jadi atau kemasan yang telah memiliki izin edar dari Badan POM.
Untuk dosis pencegahan, ramuan herbal dapat dikonsumsi 1-2 gelas per hari. Sedangkan untuk membantu pemulihan, durasi konsumsi dapat ditingkatkan menjadi 3-4 kali sehari.
Selain dukungan herbal, Inggrid menekankan pentingnya asupan suplemen vitamin dan mineral, seperti Vitamin A, C, D, E, B kompleks, serta zinc dan selenium.
Ia secara khusus menyarankan masyarakat untuk memeriksa kadar vitamin D3 dalam darah, mengingat aktivitas luar ruangan tidak selalu menjamin tercukupinya kadar vitamin D yang dibutuhkan tubuh.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa fondasi utama kesehatan tetaplah pada pola makan yang sehat.
“Sebetulnya kebanyakan vitamin dan mineral itu bisa kita penuhi dari makanan sehari-hari. Sepanjang misalnya kita memilih makanan bergizi seimbang di mana lebih banyak porsi sayur dan buah. Tapi tetap juga kita perlu protein, misalnya lemak juga perlu sedikit dan karbo juga perlu secukupnya. Jadi jangan kita misalnya konsumsi makanan instan, fast food, ya itu sudah pasti kita tidak akan bisa menjaga diri dari flu kalau kita makan seperti itu,” pungkasnya. (Ant/Z-1)
Musim hujan memicu lonjakan berbagai penyakit infeksi pada anak, mulai dari influenza, campak, hingga cacar air, yang sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi.
MUSIM hujan meningkatkan risiko berbagai penyakit infeksi, mulai dari flu hingga leptospirosis, dengan anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan terdampak.
Simak panduan lengkap tips berkendara aman di musim hujan. Pelajari teknik menghindari aquaplaning dan persiapan kendaraan agar tetap selamat di jalan.
Kondisi lingkungan yang lembap dan air yang menggenang dapat menjadi media penghantar arus listrik dari instalasi yang tidak terlindungi.
Masyarakat diingatkan untuk memperhatikan asupan mikronutrien guna menjaga daya tahan tubuh, terutama karena Ramadan tahun ini diprediksi bertepatan dengan musim hujan.
MASYARAKAT di wilayah Cirebon merasakan suhu udara yang lebih dingin dalam beberapa hari terakhir.
Memasuki puncak musim hujan, ancaman penyakit influenza dan penurunan daya tahan tubuh meningkat drastis. Bumbu dapur bisa menangkalnya.
Keikutsertaan Nekaboga di SIAL Interfood menjadi momentum penting untuk memperkuat penetrasi domestik.
Kapulaga dikenal sebagai rempah bernilai tinggi, tetapi proses budidayanya sangat sulit dan sensitif terhadap cuaca.
UPAYA Indonesia untuk memperkuat posisi di pasar global melalui ekspor produk rempah bernilai tambah kembali mendapat sorotan positif.
Jahe (Zingiber officinale) sudah dikenal sejak lama sebagai rempah alami yang kaya manfaat. Salah satu cara mudah mengonsumsinya adalah dengan membuat air jahe hangat
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved